
Sudah jam 6 pagi, delia bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus, delia keluar dan kaget melihat meja makan sudah dipenuhi makanan. Delia duduk dan nungguin aku dan dandi. Aku dan dandi turun dan tersenyum melihat delia sudah duduk di meja makan.
“ lama sekali” mulut delia manyun
“ sorry, aku baru selesai siap-siap, kapan kamu duduk disini” aku duduk di sebelah delia
“ sudah hampir 5 menit” delia mengambil piring dan makanan
Dandi tersenyum “ maaf ya udah buat kamu nunggu, gantinya aku dan kak laras bakal antarin kamu ke kampus, gimana”
Mata delia membesar “ serius, oke” delia tersenyum
Kami makan bersama, setelah selesai kami pergi mengantarkan delia ke kampus, dandi yang juga turun langsung di kerumuni oleh cewek-cewek di kampus delia, mereka tahu dandi karena dandi juga kuliah disana.
“ dandi kenapa kamu jarang masuk” salah satu cewek itu menggandeng tangan dandi
Dandi melepaskan tangannya “ aku ada kerjaan di kantor dan aku nggak pernah bolos kuliah hanya saja aku kuliah secara online bersama dosen tersebut” dandi tersenyum
Delia yang risih melihat cewek-cewek kampus mendorong mereka dan berdiri di sebelah dandi. Dandi membukakan pintu untukku, aku keluar dan berdiri di sebelah delia.
“ kalian kenapa gangguin dandi ha” delia marah sama cewek yang mengkerumuni dandi
“ terserah kami dong dandi aja nggak marah, ya kan dandi” cewek yang lain menjawab
“ udah nggak usah ribut, delia kamu ada kuliah pagi bukan, sana masuk, aku dan dandi akan ke kantor soalnya udah telat” aku meminta delia masuk kelas
“ ya udah nanti malam aku kerumah kakak lagi oke, dan kamu dan, jagain kakak aku awas kamu” delia nunjuk ke wajah dandi
Cewek-cewek yang mendengar kata-kata delia bingung
“ siap nona delia” dandi tersenyum
Delia masuk namun cewek-cewek itu masih mengerumuni kami, cewek yang menggandeng tangan dandi tadi bertanya “ dia siapa dandi, adek kamu tapi kenapa wajah kamu nggak mirip sama dia”
“ oh, dia” dandi belum selesai berbicara, aku sudah memotongnya
“ aku temannya, orang yang bekerja di perusahaan dandi, maaf mengganggu kalian, kalian senior dandi ya” aku berbohong
“ oh gitu, iya kami senior dandi, kenapa kamu ikut sama dandi anterin delia, delia siapanya dandi” mereka masih bingung
“ oh delia adek kelasku saat kuliah dan dia udah seperti adek ku” aku tersenyum
“ terus hubungannya dengan dandi” mereka semakin bingung
“ udah nggak usah bohong kak” dandi menatapku “ dia istri ku” dandi nujuk ke arah aku
“ apa” cewek-cewek itu kaget setengah mati
“ ya seperti yang aku katakan tadi, oh ya aku permisi karena kami sudah telat ke kantor” dandi membuka pintu mobil untukku, aku masuk dan tersenyum kearah dandi
Dandi meninggalkan seniornya dan masuk ke mobil. Dandi membuat wajah cemberut dan aku tersenyum.
“ kenapa, marah karena aku nggak mengatakan kepada mereka bahwa kamu suami ku” aku menggenggam tangan dandi
“ ya” dandi masih marah”
“ ya udah, aku minta maaf, aku punya alasan untuk itu” aku masih menggenggam tangan dandi
“ apa” dandi masih cuek
“ kamu lagi di kampus jika aku mengatakan kamu suamiku dan mereka membuat gosip yang nggak jelas tentang kamu dan kamu merasa nggak nyaman di kampus gimana” jawab ku
“ tetap aja, aku nggak pernah peduli tentang itu, aku hanya ingin kamu jujur sama orang lain tentang kita” dandi masih belum membaik
“ ya udah kapan-kapan aku akan pergi ke kampus bareng kamu oke, jangan marah lagi” aku membuat wajah sedih
“ iya, aku nggak marah” dandi melihat kearahku
Kami berdua sampai di kantor, dandi membukakkan pintu mobil dan kami masuk ke kantor, dandi tidak mengizinkan aku ke ruanganku dandi meminta aku duduk diruangnya, dandi juga meminta agar semua laporan produksi langsung di antar ke kantor utama terutama ke ruangan dandi. Semua karyawan dandi bingung dengan sikap dandi, aku yang juga merasakan overprotective dari dandi hanya bisa mengikuti dia, karena ini baru pertama kalinya bagi dandi dan dia juga termasuk ayah muda. Dengan usianya yang baru 23 tahun, dia sudah harus menjadi seorang ayah, aku nggak mau protes tentang apa yang di lakukan dandi kepadaku karena aku tahu dandi ingin yang terbaik untuk aku dan bayi kita.
Manda masuk keruangan dandi dan memberikan laporan produksi kepadaku, saat aku mau mengambil laporan dari manda, dandi mengambilnya dan meminta manda kembali bekerja. Manda keluar, aku berdiri dan menaikkan alis ku.
“ dan, aku baik-baik aja melakukan semua ini jadi jangan terlalu memanjakan aku, dan kamu harus tahu jika sedang hamil tidak boleh hanya duduk karena itu juga bakal berpengaruh untuk bayi kita” aku tersenyum dan menyakinkan dandi
“ tapi kak, aku mau yang terbaik untuk kakak” dandi duduk di depanku
“ aku tahu tapi jika kamu melarang aku melakukan hal kecil bagaimana aku bisa bergerak” aku memegang wajah dandi
“ ya udah, kalau hal kecil, aku bakal biarin kakak tapi kalau udah ekstra kakak harus membiarkan aku melakukannya oke”
“ oke”
Dandi memelukku dan memberikan laporan produksi kepadaku. Aku melakukan pekerjaanku dan dandi mengerjakan pekrjaannya, amel masuk dan memberikan laporan yang di minta dandi kemaren. Dandi berjalan ke arahku dan duduk di sebelahku.
“ aku ada rapat sama investor jadi aku bakal ninggalin kakak”
“ ya nggak apa, aku akan jaga diriku sendiri, hati-hati” aku tersenyum
Dandi mencium dahiku dan keluar dari ruangannya bersama amel, telihat wajah amel sangat kesal melihat aku dan dandi semakin mesra setelah kejadian kemaren. Saat dandi pergi, CEO martin datang ke kantor dan david menghalangi CEO martin untuk masuk keruangan dandi, aku yang mendengar keributan, keluar dari ruangan dandi dan melihat CEO martin beradu mulut dengan david.
“ ada apa” aku menghampiri mereka
“ maaf kak, ini CEO martin memaksa untuk masuk” david merasa bersalah
“ nggak apa david, kamu temanin saya disini dan untuk anda CEO martin, ada alasan apa anda kesini di saat suami saya tidak ada di kantor” aku menatap CEO martin.
“ maaf laras tapi inilah kesempatan saya bertemu dengan anda, jika dandi disini maka saya harus berbicara dengan kamu bersama dandi, bukankah begitu” CEO martin menatap aku balik
“ tentu saja karena dandi suami saya” aku tersenyum
“ sepertinya melihat dari wajah kmau, kamu sedang bahagia, ada apa” CEO martin menatap aku dengan tatapan penasaran
“ tentu saja aku bahagia karena dandi sangat baik dan perhatian sama aku”
“ ya tentu saja” CEO martin melihat david “ kenapa kamu masih disini, apa kamu mendengarkan apa yang akan aku katakan kepada laras” CEO martin marah
“ biarkan dia disini, karena aku nggak mau ada fitnah jika kmau dan aku hanya berdua disini” aku menatap tajam CEO martin
“ oke, sesuai permintaan calon istriku” CEO martin tertawa
“ terserah kamu mau bilang apa” aku memalingkan wajahku dari CEO martin
“ jadi aku kesini untuk menyampaikan niat baik kau untuk kamu, aku mau kamu menceraikan dandi dan menikah dengaku” CEO martin tersenyum
David yang mendengar apa yang di katakan CEO martin kaget dan menatap kearahku, aku tersenyum dan menatap tajam CEO martin.
“ jika anda ingin saya baik sama anda, tolong jaga sikap anda dan jika anda ingin mengatakan itu dengan serius katakanlah kepada wanita yang belum menikah, anda tahu tidak norma dalam pernikahan, dan apa anda tahu apa yang di maksud pernikahan” aku sedikit kesal dengan CEO martin
“ saya tahu semua yang kamu katakan mangkanya saya meminta kamu bercerai dari anak kecil itu” dengan percaya dirinya, CEO martin menjawab pertanyaanku dengan simpel
Aku tidak bisa menahan amarahku “ david usir dia dan datang ke ruangan dandi setelah kamu menguir dia” aku meninggalkan CEO martin dan david
David menyuruh CEO martin pergi, CEO martin pergi dan david datang keruangan dandi. Aku meminta david tidak menceritakan apa yang terjadi jika bukan dandi yang bertanya. Belum selesai aku dan david berbicara dandi masuk. Aku dan david terdiam, dandi meminta david keluar dan duduk di sebelahku
“ aku melihat CEO martin keluar dari kantor, kenapa dia kesini” dandi menatapku
“ karena kita sudah janji menceritakan semuanya jadi aku akan mengakatan apa yang dilakukan CEO martin kesini” aku menunduk
“ aku tidak akan marah” dandi menggenggam tanganku
Aku mengambil nafas dan menatap dandi “ tadi CEO martin datang kesini mengatakan bahwa dia ingin aku menikah dengan dia dan dia ingin aku bercerai dari kamu” aku menunduk
“ aku nggak marah tapi aku sedikit kesal karena setiap kali aku tidak bersama kakak dia selalu datang dan membuat kakak seperti ini” dandi mendongakkan kepala aku
“ aku yang merasa tidak bisa menjaga kepercayaan dari kamu sehingga dia selalu datang menemuiku dan mengatakan hal-hal yang tidak aku suka”
Dandi tersenyum “ jika kakak masih memikirkan itu aku tidak akan pernah marah karena kakak masih mencintai aku”
Dandi memeluk aku, aku merasa sedikit lega karena dandi semakin hari semakin sabar dan lebih dewasa dalam menyelesaikan masalahan, namun semenjak aku hamil, akulah yang bersikap kekanak-kanakan. Aku sangat bahagia melihat dandi memenuhi semua keinginan aku dengan baik selama aku hamil.