
Mama yang mencari aku untuk makan siang kebingungan karena tidak menemukanku di kamar, mama meminta intan untuk mencariku di halaman belakang, papapun ikut mencariku. Aku yang tertidur tidak tahu kalau mereka mencari ku. Dandi kebetulan pulang kerumah untuk makan siang, mama mengatakan kalau aku hilang, dandi langsung ke kamar dan tidak menemukanku. Mereka semua sudah kebingungan mencariku.
“ semua ruangan sudah aku cari tapi masih ada satu ruangan yang belum aku cari ma” dandi menatap mama
“ ya udah kamu periksa deh, mama sudah capek” mama duduk di kursi meja makan
Dandi keruang kerjanya dan tersenyum melihat aku tertidur di meja kerjanya. Dandi mendekatiku dan membangunkanku. Aku membuka mata dan kaget melihat dandi ada di hadapanku
“ eh, kapan kamu pulang” aku mengucek mata dan berdiri
Dandi tersenyum “ kakak tahu nggak kalau kami pusing nyari kakak, ternyata kakak disini” dandi memukul dahinya
“ eh, maaf, aku baca buku harian kamu dan ketiduran deh” aku tersenyum
Aku dan dandi keluar dari ruangan kerjanya, semua orang sudah berkumpul di meja makan. Mama yang melihat dandi keluar bersama aku menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Papa dan intan juga tersenyum melihat aku bersama dandi. Aku hanya bisa tersenyum dan mendekati mereka.
“ maafkan laras, ma, pa, mama sama papa pasti panik nggak bisa nemuin aku, maaf”
Mama berdiri dan mengelus kepala ku “ besok-besok jangan lakuin lagi oke, yaudah kita makan intan sudah menyiapkan makanan untuk kita”
“ ya ma”
Kami makan bersama dan sholat zhuhur bersama, dandi mengganti pakaiannya dan pergi ke kmapus. Intan heran melihat dandi ganti baju dengan pakaian biasa. Intan mendekatiku dan bertanya
“ pak dandi kemana kok pakek baju biasa dan menyandang tas”
Aku tersenyum “ dia kekampus”
Intan kaget “ ha ke kampus, bukannya pak dandi CEO kok kuliah”
“ dia kuliah sambil kerja”
Aku meninggalkan intan
“ iya”
Intan melanjutkan pekerjaannya, aku masuk kamar dan membaca kembali buku harian dandi. Aku baru tahu kalau selama dandi sekolah dia dibully. Semenjak itulah dia jadi anak nakal dan tidak bisa di atur. Aku turun dan menemui mama di kamar. Aku mengetok kamar mama.
“ ya ada apa” jawab mama dari dalam kamar
“ ini laras ma” aku membuka pintu
“ ada ras” mama turun dari tempat tidur
“ apa laras boleh masuk” laras melihat mama
“ ya udah masuk, lagian papa nggak ada” mama membuka lebar pintu kamarnya
Aku masuk dan duduk di kursi yang ada di balkon kamar mama, mama meminta intan membuatkan minum untuk kami. Mama menyusul aku ke balkon. Mama duduk di hadapanku.
“ ada apa” mama menatap aku
“ dandi pernah dibully ma” aku menatap mama balik
Mama melepaskan pandangannya dariku dan menjawab “ dulu saat sekolah menengah pertama” mama berdiri dan masuk ke kamar.
Mama kembali dengan membawa album fot, mama membuka album foto dan memberikan aku foto dandi saat sekolah menengah pertama “ karena penampilan dandi culun mangkanya dia di bully, semenjak itu juga dandi susah di atur apalagi semenjak masuk sekolah menengah atas”
“ lalu kenapa waktu itu laras yang di tunjuk papa untuk membantu dandi, laraskan bukan guru atau psikolog” aku bingung
“ mama kurang tahu juga tapi papa pernah bilang kalau kamu orang yang tepat yang bisa mengubah dandi dan sebenarnya sebelum kamu menjadi guru dandi sudah ada beberapa orang yang kami pekerjakan tapi hanya beberapa hari mereka mengundurkan diri” mama menaikkan bahunya
Aku tertawa “ jadi aku berhasil dong”
Mama menggeleng “ ya” mama tersenyum.