
Sambil nungguin mama aku dan dandi nonton video anak-anak kecil. Aku bersandar di pundak dandi, kami berdua tertawa bersama melihat tingkah lucu bayi-bayi tersebut. Aku teringat sesuatu dan menatap dandi.
“ yang, gimana kalau kita besok ke panti asuhan, aku mau melihat anak-anak di sana”
“ oke” tanpa berfikir panjang dandi langsung mengiyakan aku
Mama dan intan kembali, kami langsung ke rumah dan sudah mendapatkan mama dan paman di depan pintu dengan wajah kesal.
“ maaf paman, papa” dandi menunduk
“ kami marah bukan sama kamu tapi sama laras dan mama kamu” paman menatap aku dan mama
“ kenapa mas” mama bingung
“ apa salah kami paman” aku juga bingung
Papa menarik mama masuk kedalam aku dan yang lainnya mengikuti dari belakang. Papa dan paman menyuruh kami duduk dan mengintrogasi kami
“ dari mana kalian” papa menatap aku dan mama secara bergantian
“ dari belanja kebutuhan baby” aku menjawab
“ kalian tahu dimana salah kalian” paman juga menatap kami secara bergantian
“ nggak” kami menjawab serentak dengan mama dan menggeleng
“ ma, seharusnya kamu tahu apa yang tidak boleh di lakukan laras saat ini” papa marah sama mama
“ maksud papa” aku tambah bingung
“ jika kalian bosan kalian harus menghubungi kami terlebih dahulu, jadi kita cari solusinya” paman ikutan marah
“ udah pa, paman, jangan salahkan mama. Ini semua murni kemauan laras, laras hanya ingin menyiapkan semua kebutuhan baby sebelum lahir” aku memanyunkan bibirku
Paman menarik nafas “ ya sudah, lain kali jangan ulangi”
“ iya” aku dan mama mengangguk
Aku langsung di suruh istirahat sama papa dan paman, dandi bantuin aku ke kamar dan menyuruhku istirahat, saat dandi ingin meninggalkan aku, aku menarik tangan dandi dan menatap dandi dengan wajah memelas. Dandi menaikkan alisnya dan duduk di sebelahku. Dandi menemaniku sampai aku tertidur. Setelah aku tidur dandi turun dan menemui paman dan papa. Di ruang tamu paman dan papa menyarankan untuk aku dan dandi keluar negeri dan agar aku bisa melahirkan di sana tanpa memikirkan masalah apapun, dandi setuju tapi dandi mengatakan bahwa dia akan bertanya kepadaku.
Setelah makan malam, dandi menyuruh aku duduk di tempat tidur dan menatap aku.
“ ada apa” aku menatap dandi
“ anu, aku” dandi ragu untuk mengatakannya
“ aku apa, ada apa” aku semakin penasaran
“ itu, anu, paman sama papa menyuruh kita keluar negeri dan kamu melahirkan di sana” dandi menatap aku
Aku terdiam beberapa saat dan tersenyum “ boleh, tapi aku mau ke roma oke”
Dandi tersenyum dan mengangguk, dandi lari ke bawah dan mengatakan bahwa aku mau pergi keluar negeri. Paman langsung mencari tempat yang bagus untuk menginap, paman juga sudah memesan tiket pesawat. Semua yang di butuhkan sudah di siapkan dan sudah selesai. Aku dan dandi menerima bersihnya saja.
Paman, mama dan papa tidak mengantar kami ke bandara karena ada beberapa hal yang harus mereka lakukan. Aku dan dandi sudah sampai di bandara, kami sudah mengirim pesan kepada mama mengatakan kami akan naik pesawat. Kami naik pesawat dan duduk di tempat duduk kami.
Beberapa jam setelah kami naik pesawat, intan yang sedang nonton tv melihat berita pesawat kecelakan, intan menanggil mama, papa dan paman. Mereka berempat melihat berita dan kaget mendengar kabar tersebut. Mama menagis histeris dan sempat tak sadarkan diri.