
1 bulan berlalu setelah kejadian pertengkaran tersebut terjadi, kedua karyawan itu menjadi teman kerja yang sangat dekat, banyak dari karyawan yang lain iri melihat kedekatan mereka. Aku yang melihat mereka semakin hari semakin dekat, aku ikut senang, aku mengatakan kabar baik itu sama dandi, dandi hanya tersenyum melihat aku bahagia.
Hari ini dandi dan aku pulang cepat karena dandi ingin membawa aku ke suatu tempat katanya, aku nggak tahu kemana dandi akan membawaku tapi sepertinya tempat yang bakal aku suka. Kami sampai di rumah dan papa, mama heran melihat kami pulang cepat.
“ ada apa” papa mendekati kami
“ ini pa, dandi dan kak laras bakal pergi liburan, aku sangat khawatir dengan kesehatan kak laras kalau dia masih bekerja dalam keadaan seperti ini jadi aku merencanakan liburan bersama” dandi tersenyum dan langsung berlari ke kamar.
Beberapa menit kemudian dandi sudah turun membawa 2 buah koper, aku kaget karena dandi membawa 2 koper dan juga pasport. Mama dan papa juga bingung melihat dandi menyiapkan itu begitu cepat.
“ kalian mau kemana dan kapan kamu menyiapkan semua ini, kenapa begitu cepat”
“ tenang ma, aku sudah menyiapkannya beberapa hari yang lalu dan aku berencana pergi ke negara gajah putih, soalnya kak laras kemaren itukan nggak jadi ketemu sama teman-temannya dan negara tersebut” dandi memeluk ku
Aku hanya bisa tersenyum dengan semua yang sudah di siapkan dandi, aku dan dandi berangkat, mama dan papa melepaskan kami dengan senyuman dan kebahagiaan. Pesawat kami berangkat sekitar jam 5 sore dan sebelum naik pesawat dandi membawa aku ke sebuah kafe yang tidak jauh dari bandara. Kami makan beberapa buah kue, setelah selesai kami langsung naik ke pesawat, selama di pesawat aku hanay tidur karena dandi meminta aku untuk tidur.
Sekitar jam 8 malam kami sampe di thailand, dandi langsung mencari kendaraan untuk kami pergi ke hotel yang sudah di pesan dandi. Untuk saat ini kami menginap di salah satu hotel di bangkok. Dandi sudah mendapatkan kendaraannya dan kami langsung ke hotel. Aku dan dandi masuk kamar dan langsung istirahat.
Sekitar jam 6 aku terbangun dan langsung sholat, setelah aku selesai sholat aku membangunkan dandi dan menyuruhnya sholat. Dandi juga sudah selesai sholat, aku berencana untuk jalan-jalan sebentar sebelum matahari mulai terbit. Dandi juga jalan-jalan bersamaku sekaligus menemaniku. Karyawan yang ada di hotel tersebut tersenyum melihat aku dan dandi jalan-jalan sepagi ini. Mereka berbisik satu sama lain, dandi yang tidak terlalu memikirkannya terus mengikutiku. Matahari sudah mulai terbit, aku berhenti di sebuah kolam berenang, salah satu karyawan di hotel menghampiri kami.
“ hallo, ms and mrs, do you want something” karyawan tersebut menawarkan pertolongan
“ oke, excuseme”
“ oke”
Karyawan tersebut meninggalkan kami, aku dan dandi juga kembali ke kamar. Kami siap-siap untuk keluar dari hotel karena dandi akan mengajak aku ke phuket.
Setelah selesai kami ke bandara dan naik pesawat, selama perjalanan aku bersandar di bahu dandi. Dandi terus memegang perutku dan menjaga aku dengan baik.
Kamis udah sampai di phuket, dandi langsung membawa aku ke hotel yang tidak jauh dari pantai, dandi sengaja memesan hotel di dekat pantai karena dia tahu kalau aku sangat menyukai pantai. Dandi meminta aku istirahat terlebih dahulu dan nanti sore baru pergi jalan-jalan di pantai. Selama aku istirahat dan dandi bekerja. Dandi tidak pernah sekalipun meninggalkan pekerjaannya maupun kuliahnya. Aku sangat salut melihat perjuangan dandi untuk masa depannya.
Sekitar jam setengah satu siang dandi membangunkan ku untuk sholat zhuhur, kami berdua sholat bersama dan bersiap-siap untuk pergi makan siang. Dandi membantu aku naik dan turun lift, aku merasa menjadi seorang ratu jika bersama dandi. Kami makan di restoran yang ada di hotel tersebut. Dandi memesan beberapa makanan dan meminta aku memakan semuanya. Aku kaget banget melihat makanan yang di pesan dandi, dandi menatap aku dan menyuruh aku untuk makan. Aku menggelengkan kepalaku dan mulai makan.
Baru beberapa makanan yang aku makan,a ku sudah tidak bisa lagi dan berhenti, dandi menatapku dan aku menggelengkan kepalaku mengisyaratkan bahwa aku sudah tidak sanggup, dandi hanya tersenyum dan memanggil pelayan untuk membersihkan meja makan.
Kami pergi ke pantai dan jalan-jalan beberapa saat, mungkin karena perutku sudah semakin buncit membuat aku cepat lelah, baru 30 menit berjalan aku sudah capek. Dandi membawa aku kembali ke kamar. Di kamar dandi memijit kan kakiku, aku hanay bisa tersenyum melihat semua yang di lakukan dandi.
“ kak, teman kakak bukannya di bangkok ya, terus nggak masalah kalau meminta mereka kesini” dandi duduk di sebelah ku
“ nggak apa kok, lagian mereka lagi perjalanan kesini, aku sudah menghubungi mereka saat sampai di bangkok” aku memegang wajah dandi dan menciumnya.