
Aku masih terdiam ketika harus berhadapan lagi dengan bayu, entah apa yang sedang aku pikirkan. Niatku untuk menghilang darinya sudah bulat, tapi apa ini? apa pentingnya pertemuan ini? bukankah harusnya aku menolak?
"shill, ada yang mau gue omongin sama lu... "
mataku terus melihat ke arah bayu, memandang kedua bola matanya yang terlihat berkaca - kaca menatapku.
"mau ngomongin soal apa? " tanyaku dingin
bayu memalingkan wajahnya dan berkata dengan pelan.
" aku sayang banget sama kamu shill, aku harus apa? tapi aku gabisa apa apa"
aku menjauh dari Bayu dan berkata
"yaudah kalau gitu tinggalin gue, toh lu bilang gue pasti bisa ngelupain loe secara perlahan kan? dan ya gue yakin gue bisa! " aku menjawabnya dengan penuh percaya diri tapi hatiku terasa sakit secara bersamaan.
Bayu hanya diam. Diam dan tak menunjukkan tindakan apapun. Aku lantas pergi meninggalkan dia dan tak menoleh sedikitpun kearahnya.
Bebas!!! aku bebas!!! pikirku seperti itu.
Aku mulai membiasakan diriku tanpa ada hal apapun yang berkaitan dengannya. Seperti seakan kembali menjadi diriku lagi. Aku bahagia dan dia? hah sudah lah aku tak perduli!
Beberapa bulan setelahnya, aku semakin aktif di kegiatan kuliahku. Tanpa memikirkan apapun dari masa lampau, dan melangkah lebih baik lagi. Aku juga mulai berkenalan dengan orang - orang baru, dan belajar hal - hal baru.
Aku mulai berusah menemukan orang yang cocok denganku, dan Ya aku menemukannya. Aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa dia bisa jadi orang yang memang dikirimkan Tuhan untukku.
Hingga suatu hari aku bertemu sesorang yang cukup ku kenal. Bercerita tentang dia dan selalu mebahas dia. Ya! dia yang aku coba mati matian untuk dilupakan.
Ya Tuhan, kenapa duniamu ini terasa menyempit sekarang? begitu pikirku.
"eh lu udah tau belum? si bayu udah gak sama tunangannya lagi loh! "
Aku terdiam dan sulit mengedipkan mataku. Apa ini? Apa ini? Apa ini?
Aku sudah melangkah jauh, sangat jauh. Tapi kenapa terasa terhenti ya?
Please semoga ini bukan seperti yang hatiku katakan.
Aku hanya menjawab " oh ya? sejak kapan? " aku tersadar seketika, kenapa aku bertanya sejak kapan? apa peduliku coba?
Dan temanku mulai menceritakan panjang lebar semua yang dia ketahui tentang bayu dan tunangan nya itu. Aku terus mendengar kan apa pun yang di katakan. Ya teruslah bercerita tentangnya, pikirku. Tapi apa peduliku, toh aku juga sudah tidak memikirkan dia.
Setelah mendengar semua perkataan temanku itu, aku masa bodoh dengan semua itu. Aku masih bersikap seperti biasa dan menjalani hari hariku dengan teman baru ku.
Aku mulai pergi keluar melakukan hal hal menyenangkan bersama salah satu teman ku, Aditya namanya.
Kami memang tidak satu kampus, tapi sudah kenal cukup lama, dan dia selalu ada saat aku butuhkan.
Hingga pada suatu hari aditya mengajakku pergi nonton dan aku pun meng iyakan ajakannya. Refreshing pikirku.
Aku dan Aditya layaknya teman dekat bahkan sepeti sahabat karena saling mengerti satu sama lainnya. Dan dia juga sudah punya wanita yang dia suka.
Dian sialnya aku harus berhadapan lagi dengan kesialanku di masa lalu. Kenapa juga aku masih mengingat postur tubuhnya, wangi parfumnya?
Kenapa harus bertemu lagi?