
"Gue pinjam punggung lo ya Sam." Hanna masih dengan isak tangisnya.
"Han... lo bisa luapin semua air mata yang lo pendam selama ini."
"Sorry Sam, nggak seharusnya gue nangis dihadapan lo. Sekarang lo anterin gue ke rumah sakit ya."
Sam turun dari motornya dan berdiri dihadapan Hanna. Memandangi wajah putihnya yang basah karna buliran bening yang keluar dari matanya.
"Hanna, gue seneng saat gue jadi orang yang bisa lo percaya buat ungkapin rasa lelah lo." ucap Sam mendekap tubuh Hanna.
"Sam, kita balik dan lepasin pelukan lo."
"Sebentar saja, tetaplah seperti ini sebentar saja."
Ini nggak boleh terjadi Sam, gue dan lo harusnya nggak boleh seperti ini. Batin Hanna.
Karna saat dirumah sakit ia sebenarnya mendengar apa yang terjadi.
Flashback On.
Saat Gerald datang bersama Sam waktu itu. Sebenarnya Hanna mendengar apa yang dibicarakan Gerald dengan mamanya. Karna ikat rambut yang ia kenakan terlepas didepan pintu kamar Yolanda.
Saat akan membeli kopi, Hanna sadar ikat rambutnya terlepas, lalu ia mencarinya di sepanjang jalan yang sebelumnya ia lewati. Dan akhirnya ia menemukan ikat rambutnya tergeletak didepan kamar inap Yolanda.
Sontak Hanna terkejut saat ia mendengar kalau dia adalah anak dari Gerald. Dan selama ini mamanya memendam luka yang mendalam selama bertahun-tahun.
Berarti.. gue dan Sam saudara. Batin Hanna waktu itu.
Karna tak ingin melihat mamanya bersedih, Hanna memutuskan untuk berpura-pura tidak mengetahui apapun.
Flashback Off
"Sam.. lepasin gue ya. Sekarang kita ke rumah sakit."
"Okey.." jawab Sam melepaskan pelukannya. Namun tangannya masih menyentuh pipiku. Mengusap air mata yang sudah terlanjur keluar.
Setelah itu Sam naik diatas motornya kembali dan melaju dengan kecepatan sedang.
.
.
.
.
.
Rumah Sakit PRANATA
"Lo cukup anterin gue nyampe sini aja, dan lo langsung pulang." kata Hanna
"Beneran lo nggak apa-apa?"
Hanna mengangguk.
"Okey.. gue balik ya.. besok pagi gue jemput ya."
"Nggak usah." ucap Hanna tegas dan langsung berbalik meninggalkan Sam.
"Ne cewek napa sih. Cepet amat berubah mood-nya."
Setelah itu Sam meninggalkan rumah sakit dan segera pulang kerumahnya.
.
.
.
.
Ceklek...
Hanna membuka pintu perlahan.
Dilihatnya mama Hanna sedang tertidur dan juga teman sekamarnya.
Hanna juga melihat seorang laki-laki yang tertidur dikursi disamping tante Arina.
Apa itu anaknya tante Arina ya.. Batin Hanna.
Ahh.. masa bodoh. Itu bukan urusan gue.
Lalu Hanna duduk dikursi sebelah Yolanda. Meletakkan tasnya dilaci yang ada di kamar itu. Namun ternyata gerakannya membuat mamanya terbangun.
"Hanna... kamu sudah datang."
"Ya ma.. Bagaimana keadaan mama."
"Mama jauh lebih baik. Tadi kata dokter kalau dua hari kedepan mama terus ada peningkatan, mama diperbolehkan pulang."
"Syukurlah ma.. Hanna seneng dengernya."
Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang sangat familiar ditelinga Hanna.
"Hanna..." ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Bosnya direstauran. Benar.. dia adalah chef Arnold.
"Chef, kenapa anda kemari." ucap Hanna lalu melihat tante Arina. "Jadi tante Arina ibunya chef Arnold?" sambungku terheran.
"Ya.. mama tiba-tiba pingsan kemaren, trus aku ajakin di kamar VIP tapi mama nggak mau, katanya nanti dia nggak ada temen ngobrol. Ternyata tante Yolanda nyokap kamu." tanya Chef Arnold
"Ya Chef, nggak nyangka ya kalau bisa kebetulan seperti ini." ucapku.
Yolanda tersenyum melihat kedekatan mereka. Rasa bahagia terpancar dari matanya, ia bersyukur karna anak gadisnya dikelilingidengan orang-orang yang baik.
"Hanna.. apa kamu sudah makan?" tanya Yolanda.
"Ehm.. belum ma. Tapi Hanna nggak lapar kok ma."
"Kamu belum makan Hanna, gimana kalau kita kekantin bareng. Nggak apa-apakan tante, Hanna saya ajak makan dikantin?" ucap chef Arnold.
"Syukurlah, terima kasih ya nak Arnold. Maaf tante terus repotin kamu."
"Nggak apa-apa tan, lagipula saya sudah anggap Hanna sebagai orang.. orang yang.. yang terdekat. Yahh.. orang terdekat." ucap Arnold terbata-bata.
"Baiklah Hanna, ikutlah makan dikantin bersama nak Arnold."
"Yaudah, mama langsung istirahat ya. Hanna nggak akan lama."
"Iyaa..."
Kemudian Hanna dan Arnold berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju kantin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lanjut Bab 16
Thanks for reading
Jangan lupa klik like ya ....