
Chef Arnold tanpa sadar meneteskan air matanya karna hanya mamalah yang ia miliki saat ini. Dan tanpa ia duga, Hanna memeluknya guna menenangkannya saat ini.
Arnold jelas sangat kaget dengan apa yang dilakukan Hanna. Dan iapun merespon pelukan Hanna. Memeluknya dengan erat, seakan tak percaya dengan semua ini. Lalu tak lama mereka berpelukan, terdengar suara dari arah perut Hanna.
Krucukkrucuk....
Suara perut Hanna berbunyi.
"Hanna, perut kamu bunyi." ujar Arnold
"Akh.. hahhaha... iya Chef saya lapar sekali." jawabnya malu
"Yaudah ayok kita makan. Oh ya, jangan panggil chef ya, panggil aja Arnold
"Okey,..." Hanna tersenyum melihat wajah Arnold.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju kantin dan menikmati makan siangnya.
Waktu semakin berlalu dengan cepat. Setelah mereka makan siang, mereka kembali kekamar Arina. Tanpa mereka sadari, mereka berbincang hingga jam sudah menunjukkan pukul 18.30 wib.
"Emm..tan.. Sekarang sudah waktunya bekerja dicafe. Hanna pamit pulang dulu ya." Pamit Hanna.
"Baiklah, nanti kalau kamu sudah jadi menantu tante, kamu nggak perlu repot-repot lagi bekerja."
"Iya tan.."
"Ma... Arnold anter Hanna dulu ya."
Arina mengangguk sambil tersenyum.
*****
DI CAFE
Ternyata, Sam sudah menunggu di cafe dimana Hanna biasa menyumbangkan nyanyiannya.
Dan saat itu juga dia melihat Hanna turun dari mobil sport berwarna kuning yang terparkir di area parkiran kafe.
Sam terus menatap dengan tatapan yang tajam.
Hanna yang tak tahu bahwa Sam sudah sedari tadi menatapnya tetap berjalan dengan Arnold disampingnya.
"Kak Reno, udah nungguin dari tadi ya..." ucap Hanna.
"Lumayan Na, ini siapa Na?" tanya Reno
"Eh dia..." jawab Hanna gugup.
"Ohh... gue Reno teman duetnya Hanna, sekaligus seniornya dikampus." ucap Reno
(Ya ampun Na, ternyata lo udah punya kekasih, pantesan gue ditolak.) Batin Reno
"Kita mulai yuk kak." ajak Hanna
"Okey... kita sambut para pengunjung sekarang ya"
Seperti biasa Hanna dan Reno menyanyikan beberapa lagu bersama-sama. Arnold yang setia menemani Hanna, duduk di kursi sambil menatap Hanna dalam. Wajah Hanna yang benar-benar membuatnya jatuh cinta dari pandangan pertama.
#Flash back on
Jadi sebenarnya Arnold sudah jatuh cinta dengan Hanna sejak ia SMA. Waktu itu, saat ia akan pulang sekolah, ia melihat Hanna sedang membantu nenek-nenek menyebrang jalan di lampu merah. Kebaikan hatinya dan kecantikan wajahnya mampu membuat Arnold terus menatapnya. Saat Hanna pulang sekolah, ia selalu naik bis, dan sejak itu Arnold tidak mau lagi di jemput saat pulang sekolah. Karna ia ingin menunggu Hanna dan bertujuan naik bis yang sama dengan Hanna.
Hingga waktu yang lama, sampai ia mengelolah restaurannya dan Hanna melamar sebagai pegawai paruh waktu di restonya. Arnold segera meloloskan Hanna sebagai pegawainya, tanpa adanya training dan jam yang mengikat. Ini adalah kesempatan emas baginya saat itu.
Begitulah awal Arnold jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Hanna.
#Flash back Off
Saat Arnold sibuk menatap Hanna menyanyi, Sam ternyata menghampirinya. Duduk di sebelahnya. Dan berkata " Lo boss di resto Hanna bekerja?"
Arnold sontak menoleh.
"Ya, " Jawabnya
"Tumben lo anterin Hanna?" masih dengan suara mengintrogasi
"Karna sekarang gue adalah pacar Hanna. Jadi gue bertanggung jawab atas Hanna. "
DEGHH..
(Jantung Sam berdetak kencang)
"Pacar" ucapnya lirih...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Terus dukung author ya,,,
Beri like dan koment.
Makasih....