
"Tante kok sendirian?" tanya Hanna.
"Iya, anak tante masih bekerja. Sore nanti baru dia datang kesini."
"Oo... begitu." Hanna tersenyum ramah.
"Hanna..." panggil Yolanda
"Iya ma.."
"Kamu sudah makan?" tanya Yolanda
"Yah.. mama tenang saja."
"Permisi.. " tiba-tiba terdengar suara yang tak asing ditelinga Hanna
Sontak semua menoleh kearah sumber suara yang tak lain adalah Sam.
"Sam.." ucap Hanna terkejut. "Kok lo nggak langsung pulang." sambung Hanna.
"Gue mau ikutan jenguk nyokap lo. Bolehkan tante.."
Yolanda tersenyum mengangguk.
"Tante, tadi dapat salam dari papa. Kata papa, besok pagi mau sempetin kesini buat jenguk tante lagi. Bolehkan.."
"Begini, papa kamu kan pebisnis yang sibuk. Sebaiknya tante tidak usah dijenguk lagi juga tidak apa-apa."
"Nggak kok tan, nggak terlalu sibuk." jawab Sam.
Untuk apa dia kesini lagi. Batin Yolanda.
Ia tak mau membuat Hanna curiga, jadi terpaksa Yolanda menganggukkan kepalanya.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Hanna berpamit pulang karna hari ini adalah jadwal menyanyinya di cafe bersama Reno.
"Ma, Hanna pamit pulang dulu ya. Nanti selesai bekerja, Hanna akan langsung datang kesini lagi. Mama nggak apa-apakan Hanna tinggal sendiri."
"Ya, berangkatlah nak. Hati-hati ya.." ucap Yolanda.
"Hmm..."
" Sam, titip Hanna ya."
"Nggak usah ma, Hanna bisa berangkat sendiri bukan bersama Sam." Saut Hanna.
"Tante tenang aja. Hanna aman bersama saya."
Tak disangka Arina terus memandangi Hanna dan juga Sam.
"Ini pacar kamu ya Hanna. Lumayanlaah... sama-sama cakepnya dengan anak tante."
"Bukan tan.. ini temen kampus Hanna." ucap Hanna.
"Ooo... Yaudah.. hati-hati ya saat diperjalanan." timpal Arina.
Sam mengernyitkan dahinya. Ia kecewa dengan jawaban yang Hanna berikan. Tapi ia tetep kekeh untuk mengantarkan Hanna ke kafe dimana ia bekerja.
Saat Hanna sudah keluar kamar dan berada dikoridor, Sam menarik tangannya dan berkata,
"Mau apapun jawaban lo, gue tetep anterin lo ke kafe. Okey...!! Gue nggak mau ada penolakan." ucap Sam tegas.
"Tap..tapi..." ucap Hanna terbata-bata.
Sam tetap melangkahkan kakinya menuju parkiran motor. Diberikannya helm yang tadi dikenakan oleh Hanna.
"Lo mau langsung kafe atau balik dulu."
ucap Sam.
"Gue mau balik pulang kerumah sebentar, mau bersih-bersih dan ganti baju."
.
.
.
.
.
Sesampainya didepan rumah Hanna.
Hanna segera masuk kedalam rumahnya, sedangkan Sam ia berjalan mengekori langkah kaki Hanna.
"Lo tunggu disini aja, gue masuk dulu. Oya.. lo mau minum apa?" tanya Hanna.
"Apa aja. Terserah lo." jawab Sam
"Okay.."
Hanna lalu masuk keruang tengah.
Tumben ne anak rada alusan kalau ngomong biasanya ngegas. Kalau begini teruskan enak didengernya. Gumam Sam.
Sekitar lima menit Hanna datang membawa teh hangat untuk Sam.
"Neh minum.. Gue mau mandi dan siap-siap."
Sam menganggukkan kepalanya. Kemudian Hanna pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibat seharian beraktifitas.
Lalu..
Aacckkkhhh.....
Teriak Hanna saat berada dikamar mandi. Sontak Sam langsung berlari kearah dimana suara teriakan itu.
Dok..dok..dokk..
"Hanna.. lo kenapa. Hanna... Hannaa.." teriak Sam panik
Tiba-tiba Hanna keluar kamar mandi tanpa memakai pakaian namun hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan ditubuhnya yang seperti biola spanyol. Lengkuk tubuhnya benar-benar terlihat sempurna.
"Kecoaaa ..." teriak Hanna dan berlari memeluk Sam tanpa ia sadari.
"Hanna... lo.." muka Sam memerah seketika.
"Mama.. ada kecoa dikamar mandi. Hanna takut.. Hikss..." rengek Hanna.
"Hanna, ini gue Sam bukan tante Yolanda."
"Haaa...!!" Hanna terkejut.
Mamp*s gue, ya ampun mana gue sekarang hanya pakai handuk doang lagi!! Gumam Hanna.
"Oops.. sorry." Hanna melepas pelukannya.
"Uhuukk.. uhuuk... sebaiknya lo segera tutupi bagian yang itu. Gue tunggu diruang depan dulu." Sam segera berbalik badan dan menahan mukanya yang merah padam.
Ya.. dibagian dada Hanna terlihat tonjolan yang seakan menantang dunia. Dan Hannapun tak kalah malunya saat itu.
Sam berjalan keluar dan lebih tepatnya didepan teras rumah Hanna.
Ya ampun ne cewek ceroboh banget. Mana jagoan gue langsung aktif lagi. Gumam Sam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lanjut bab 14.
Thanks for reading.
Jangan lupa klik like ya...