
Hari itu Hanna benar-benar tak memperdulikan Sam sama sekali. Dan pada saat jam perkuliahan telah usai, Hanna langsung berjalan pulang dengan cepat sambil berpamitan pada sahabatnya Siska.
"Ka, gue langsung balik ya. Karna mau langsung jenguk mama." ucap Hanna.
"Ok Na, hati-hati ya.. salam buat tante Yolanda." jawab Siska.
"Siap. Bye Ka..." sambil membawa sebagian buku dalam dekapannya.
Namun saat diluar kelas, Sam tiba-tiba aja menarik tangan Hanna. Sontak Hanna langsung terkejut melihat orang yang telah menarik tangannya.
"Lepasin!!!" teriakku.
"Gue antaerin kerumah sakit." jawab Sam
"Nggak!! Gue bisa berangkat sendiri." ucapku tegas dan penuh penekanan.
"Anggap aja ini perintah. Dan lo harus nurutin permimtaan gue."
"Pers*t*n dengan dengan janji yang dulu pernah gue ucapin. Karna gue nggak mau terikat sedikitpun dengan seseorang."
"Please, kali ini aja. Setelah ini terserah lo."
Hanna melihat raut wajahnya yang memelas. Sejenak Hanna berpikir, nggak apa-apa dech, toh hanya sekali. Pikir Hanna.
"Okey." jawab Hanna singkat.
Lalu Hanna mengikuti langkah kaki Sam dari belakang.
Setelah nyampai di parkiran motor, Sam menyodorkan helm pada Hanna.
"Nih pakai."
"Ya ampun ne helm berat banget." gerutu Hanna.
"Udah cepet lo naik."
"Anterin gue dulu ke tempat kerja. Gue mau ijin ama chef." ucapku.
Sam tak menjawab ucapanku. Namun ia tetap menghentikan laju motornya saat berada tepat didepan restauran milik Chef Arnold.
Hanna segera turun dari motor gede milik Sam. Dan masuk kedalam resto.
"Hanna.." Panggil chef Arnold.
"Chef, maaf chef hari ini saya ijin nggak masuk kerja. Karna saya harus menjaga mama dirumah sakit." ucap Hanna.
"Lho kenapa mama kamu?" tanya chef Arnold
"Iya chef. Nggak apa-apakan saya ijin chef."
"Ok, nggak masalah. Kamu rawat mama kamu dulu. Jangan pikirkan pekerjaan disini. Segera kabari aku ya kalau kamu perlu apa-apa." ucap chef Arnold.
"Baik chef. Terima kasih."
Ya ampun chef Arnold, gantengnya kebangetan. Tinggi badan yang proposional masuk dalam daftar catatan yang di puja-puja cewek dimanapun kakinya melangkah.
Sedikit ulasan tentang chef Arnold.
Sebenarnya dia sepantaran dengan Hanna, hanya beda setahun aja sih. Tapi dalam usianya yang tergolong muda, ia sukses menjalankan bisnis restonya, dan memiliki 8 karyawan. Salah satunya adalah Hanna.
Di resto chef Arnold tidak bekerja sendiri, ia dibantu rekannya yaitu chef Migo. Chef Migo sendiri adalah pria yang sudah berumur 37 dan memilik seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun.
# NB: Nilai plus dari chef Arnold yaitu dia masih single. Keren parahπ€©
Okey... Back to Hanna anda Sam.
"Bawel.. kalau nggak mau nungguin ya udah tinggal aja." ucapku kesel.
"Lo.. (hufftt..) dah cepet naik." ucap Sam kesel namun ia tetep mencoba bersabar.
Akhirnya Hannapun naik dibelakang motor.
Sam melajukan motornya dengan kecepatan 50km/jam.
Ditengah-tengah perjalanan, Sam meraih tangan Hanna dan ia sabukkan dipinggangnya. Hanna yang kaget, sontak langsung menarik tangannya.
"Lo ngapain?" tanya Hanna.
Sam hanya diam tak bergeming.
Setelah kurang lebih lima belas menit, mereka telah sampai didepan rumah sakit.
Sam melepaskan helm full face nya dan diletakkan didepannya. Tampak wajahnya yang cool dan dengan garis rahang yang menambah ketampanannya.
Dengan ragu-ragu Hanna mengucapkan terima kasih pada Sam.
"Terima kasih, gue rasa lo anterin sampe sini aja. Bye.."
Sam tetap terdiam memandangi wajah Hanna yang pergi meninggalkannya.
"Dasar ne anak, main nylonong pergi aja."
Kemudian Sam memarkirkan motornya, dan segera menyusul Hanna kedalam rumah sakit.
***
Dikamar Yolanda.
"Hai ma.." ucapku memasuki ruangan. Dan saat itu disebelah mama sudah ada pasien baru. Ada perasaan sedikit lega, karna mama tak sendiri diruangan itu.
"Hanna... " jawab Yolanda dengan senyum khasnya.
"Apa ini putrimu nyonya?" Tanya wanita paruh baya yang terbaring di kaaur sebelah mama.
"Ya nyonya, dia adalah Hanna putriku satu-satunya."
"Kau seperti mamamu, sangat cantik. Bagaimana kalau kau kujodohkan dengan anakku." tanya wanita itu.
"Haa...!!! " Hanna teekejut mendengar ucapan wanita paruh baya itu.
"Hehehe... kau pasti bingung. Perkenalkan saya Arina. Tolong dipertimbangkan ya.. penawaran saya."
"Nyonya, mungkin ini terlalu cepat buat Hanna. Dia sudah dewasa, anak jaman sekarang lebih suka memilih pendampingnya sendiri." ucap Yolanda yang seakan mengetahui ketidaknyamanan Hanna.
"Hehehe... iya betul.. aduuh aku ini bagaimana. Maafkan tante ya sayang." ucap Arina.
"Nggak apa-apa tante." Hanna tersenyum ramah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
LANJUT BAB 13
Thanks for reading
Klik like dan π
Supaya kalian dapat notifikasi bab terbaru dari aku.