
"Sebenarnya gue sama Bayu itu, cuma teman aja kok. Kelihatannya aja kayak pacaran" Jawabku membohongi dinda bahkan diriku sendiri.
Aku juga tak tau apa statusku dengan bayu saat ini. Kami gak pacaran tapi mesra, merasa bahagia dengan keadaan kami saat ini.
Setiap hati bertemu, menghabiskan waktu bersama. Dia selalu ada saat aku butuhkan dan aku selalu membantu di setiap kegiatannya. Dia tak merasa risih saat orang bertanya apa aku pacarnya. Tak ada yang ditutupinya dari teman - temannya.
Hingga suatu saat kami membahas suatu hal yang sepele, aku tak mengabarinya hari itu. Aku tidak melihat ponselku dan fokus pada teman - temanku. Kemudian aku menerima pesan dari Bayu.
"Shil, lu dimana? Gue butuh lu banget saat ini." sms bayu seakan - akan ada hal penting dan sangat mendesak. Aku tak bisa bertemu dengannya saat itu. Aku hanya bertukar pesan dan membahas apa yang sedang terjadi.
"Gua lagi di kampus sama anak - anak teknik. Kenapa? Lagi ada masalah? " Selalu begitu tanyaku, dan Bayu menyukai itu.
Seperti biasa dia akan menceritakan semua masalahnya padaku. Tapi aku tidak suka hari itu.
" Dini bikin aku kesal hari ini. Kamu tau kan aku paling gak suka dibohongi.Dia itu paling gabisa dibilangin" ucapan bayu membuatku tersentak, apa ini? kenapa dia membahas wanita itu? Tapi disaat itu aku masih mengontrol pikiranku, dan terus mencoba memahami situasi nya saat itu.
"Kenapa? dia bikin kamu marah? " tanyaku tanpa berpikir yang lain.
"Dia bohong, katanya dia gak keluar kemarin malam. Tapi gue liat di whatsapp nya dia janjian sama cowok lain, dan cowok itu tu teman gue. Dia tanyain dia gak mau ngaku." jelas bayu seakan penuh rasa marah.
"Lu udah tanya baik - baik sama dia? mungkin dia punya alasan lain kenapa bohong" aku masih tak menyangka dengan apa yang kuucapkan. Kenapa aku justru membuatnya dan wanita itu baikan? Bukankah seharusnya aku membiarkan situasi itu memburuk? Lantas kenapa aku begini?
"Dia kebanyakan alasan sih. Gak bisa di atur orangnya" Bayu terus aja menampakkan rasa kesalnya, tapi apa dia memikirkan perasaanku saat membahas wanita itu?
"Yaudah, coba tanya baik - baik sama dia. Coba kamu chat dia lagi" betapa bodohnya aku pikirku, tapi aku tak bisa melakukan apa - apa.
"Oke deh, makasih ya kamu udah bantu ngilangin kesal aku. Aku sayang kamu shil"
Aku terdiam dan hilang semua kebahagiaan ku, apa artinya aku untuk bayu? pertanyan itu selalu terngiang - ngiang di kepalaku.
Esok harinya, aku bertemu bayu di tempat biasa, toku kue tempat kami pertama kali dekat. Kami berjalan - jalan mengendarai sepeda motor milik bayu. Aku senang, aku lupa dengan rasa sakitku kemarin.
Sepanjang jalan bayu terus bercerita tentang keluarganya, tentang kehidupannya. Dia selalu Berkat "seandainya kamu datang duluan daripada dini"
Aku menyesali kalimat itu, membuat ku ingin marah. Kenapa baru sekarang akj dipertemukan dengan bayu? apa maksud semua ini? Apakah dia memang untukku?
Selalu itu yang ada di kepalaku.
Bayu kemudian mengajakku ke rumahnya dan aku bertemua dengan kedua orang tuanya. Aku lihat ibunya tersenyum manis, tak keberatan bayu membawa wanita lain yang bukan tunangannya. Aku merasa aneh saat itu, apa yg kulakukan ini benar? Kenapa aku terus berharap dengan milik orang lain?
Senja mulai tampak dan bayu mengantar ku pulang ke rumah, dan saat diperjalanan aku sangat terkejut. Bayu memintaku untuk memeluknya. Apa ini pikirku? apa aku hanya dipermainkan? Kenapa dia seperti ini?
Aku menolak, namun selalu ada bisikan di telingaku " lakukan, kamu menyanyanginya kan"
Aku melakukan nya, dan itu membuatku senang, sangat senang.
Sebelum pulang, aku menahan motor bayu. Ada begitu banyak pertanyaan dalam kepalaku. Namun tiba - tiba bayu berkata.
"Pasti lu ada banyak pikiran kan? ada begitu banyak pertanyaan dalam kepala lu. "
Aku terkejut dan serasa dia mendengar isi hatiku.
"iya, ada begitu banyak bahkan sangat banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku. Sebenarnya aku ini apa? Tolong perjelas hubungan kita saat ini. Aku selalu berpikir apa kamu hanya mempermainkan aku? apa kamu gak pernah memikirkan perasaan ku dan dini? ada banyak. Sangat banyak yang ingin gue sampaikain" jawabku seraya mengeluarkan segala uneg - uneg yang ada.
Tapi kemudia kulihat ada yang mengalir turun dari pipi bayu, apa hujan? pikirku.
Bukan. Itu bukan air hujan, tampak bayu meneteskan air mata. Bayu menangis? aku sangat terkejut dwngan yang ku lihat.
"Gue tau lu pasti bakalan nanyak ini, gue tau lu pasti berpikiran seperti ini. Mempermainkan? emang apa yang gue majnkan? gue ada ngerugiin lu? nguras duit lu? gak kan? Kenapa sih harus sekarang? kenapa lu harus bertanya seperti ini disaat gue sangat bahagia? lu benar - benar ngancurin kebahagiaan gue " bayu terus berkata dan air matanya semakin deras terlihat.