
Setelah aku mendengar perkataan Bayu. Aku hanya bisa terdiam dan seakan ada yang menekan dalam dan terasa sangat sakit. Tapi aku tersenyum, entah apa yang ada di dalam pikiran ku saat itu. Kudengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Bayu.
"Sebenarnya gue udah tunangan shil, tapi itu semua karena dijodohkan orang tua ku" jelasnya membuat aku langsung mengarahkan pandangan ku pada Bayu.
"Gue sebenarnya gak mau, tapi gue gak tau harus bilang apa. Di satu sisi orang tua gue sangat menginginkan pertunangan itu tapi disisi lain gue gak bisa memilih kebahagiaan gue sendiri"
Disaat itu rasa sakitku perlahan mulai mereda. Entah apa lagi yang akan kulakukan.
Dengan tenang aku menatap Bayu dan berkata.
" Terus sebenarnya lu gak suka sama tunangan lu itu? " semua itu keluar dari mukutku mengimuti kata hatiku. Entah apa yang akan dipikirkan Bayu dari pertanyaan itu.
"Enggak" Jawab nya setelah terdiam sejenak. Namun kemudian.
"Tapi gua sayang sama dia, bagaimana pun dia selalu ada buat gue. "
Mataku semakin terbelalak mendengar nya.
"Terus gimana? " tanyaku
"Sayangnya lu datang terlambat shil, Seandainya gue bisa mengambil kebahagiaan gue sendiri. Pasti wanita itu lu shil" Jawab Bayu semakin membuatku bingung. Aku tak mengatakan apa - apa sampai Bayu memanggilku beberapa kali.
"Shil.. Shila.. Shila.. " panggil Bayu
Aku pun tersadar dari diam ku, pikiranku kacau, hatiku kacau, dan aku tak tahu harus berbuat apa.
"Gue tahu lu juga suka sama gue kan shil? gue juga sangat sayang sama lu shil. Please jangan tinggalin gue ya" ucap Bayu sembari menyentuh hangat tanganku
Aku dengan bodohnya masih terpaku tak tau harus berkata apa. Kemudian seperti ada bisikan dan dorongan untuk melakukan sesuatu.
"Lu pasti mikir, kenapa gue bersikap seperti ini sama lu. Selalu jadi seperti yang lu inginkan. Karena gie memang hadir buat mewujudkan segala keinginan lu. Tapi mungkin suatu saat kita gak akan sama" Jelas bayu padaku, membuatku semakin kacau.
Aku kembali ke rumah, merenungi apa yang baru ku katakan, apa yang sedang ku lakukan? apakah aku akan menghancurkan suatu hubungan? apa aku memeang orang yang seperti itu?
Semenjak kejadian itu aku terus bersama Bayu, kemanapun dan dalam kegiatan apapun. Seperti perangko yang selalu merekat erat. Seperti tak ada beban dalam hidupku, seperti kebahagiaan ku benar - benar datang dan Bayu memang dihadirkan untukku.
Desas - desus mulai terdengar sampai telingaku, terutama dinda yang sangat kaget mendengar nya.
Seperti biasa aku berada di taman depan fakultas. Dinda tergesa - gesa menghampiriku dan dengan teriakan nya yang kuat.
"Shilaaaa... jelasin sama gue itu beneran? lu pacaran sama anak fakultas sebelah? Seriusan? Ayo shil bilang sama gue. " kicau dinda membuat aekeliling memperhatikan kami.
"Ssshhhttt... lu pikir kita lagi di hutan apa teriak - teriak segala" jawabku cuek
" Lah jadi beneran lu pacaran sama si Bayu? " tanya dinda penuh kebingungan
" enggak. Gua gak pacaran sama dia kok" jawabku
" lah terus apaan? Lu simpanan nya bayu? Friendzone doang? " tanya dinda menggebu - gebu
Aku tersentak seketika ketika dinda berkata "simpanan" kenapa di otakku mendengarkan kata itu seperti ada sesuatu yang menusuk jantungku. Membuatku ketakutan bahkan aku tercengang dan terdiam.
Ebtah kenapa rasanya harus ada yang ku jelaskan pada dinda.
"Sebenarnya gue sama bayu itu.. "