
DI DEPAN KANTIN KAMPUS
"Kita ngobrolnya disini aja aya kak." ucap Hanna sambil melepaskan genggaman Reno.
"Okey, begini Na.. gue sebenarnyya mau bilang ini dari dulu. Hanya saja waktu itu bukan waktu yang pas." ucap Reno yang lalu menundukkan kepalanya.
Tangan Reno berusaha menggenggam tangan Hanna lagi. Disinilah Hanna merasa ada yang tidak beres dengan apa yang akan diucapkan Reno.
Setelah berhasil menggenggam tangan Hanna. Kini Reno mengangkat kepalanya, dan berkata :
Na, gue dah lama sayang ama elo. Gue mau kita jadi lebih dari sahabat. "
JEDAARRRR.....
Bagaikan disambar petir. Kini tubuh Hanna seperti membeku. Dia diam sambil berusaha mencerna apa yang sudah ia dengar tadi.
Karna ia tahu kalau sahabatnya, Siska sangat suka dengan Reno. Apa yang harus gue lakuin.
"Kak Reno, ini terlalu cepet buat gue. Lagipula, kak Reno juga baru aja putus. Lo mau bikin gue jadi pelampiasan, iya!!" tanya Hanna.
"Enggak Hanna. Perasaan ini udah lama."
"Kak, cukup. Tolong utamain perasaan kak Mila,okey! Kak Reno baru aja putus, Bagaimana kalo kak Mila denger ini. " ucap Hanna
"Dia yang ngehianatin gue dulu Na. Bukan gue yang salah."
"Gue tahu kak. Tapi tolong kondisikan keadaanya, okey!!"
"Berarti, maksut lo kalo keadaanya udah tenang, gue boleh balik nyatain perasaan gue ke elo."
ucap Reno dengan masih menggenggam erat tangan Hanna.
Yang tanpa mereka sadari Siska melihat mereka dari kejauhan. Matanya berkaca-kaca lalu berpaling pergi.
*Back to Hanna dan Reno
"Na, jawab?!!" ucap Reno sekali lagi karna Hanna masih bingung dengan apa yang ia dengar.
"Nggak boleh. Sorry Ren, Hanna da jadi milik gue." ucap laki-laki yang suaranya tak asing lagi bagi Hanna.
Yah, siapa lagi kalau bukan Sam. Sam tiba-tiba muncul dari arah belakang Hanna. Tangannya tiba-tiba memeluk bahu Hanna saat itu.
"Sam, ..." ucap Reno terkejut.
"Sorry Ren, gue dan Hanna da tinggal satu rumah. Dan gue rasa dia nggak bisa balas perasaan lo." Sam berkata dengan tegas.
"Bener itu Na...?!!" tanya Reno.
Hanna terkejut, ia membelalakkan kedua matanya. Lalu dengan terbata-bata ia menganggukan kepalannya.
Reno kecewa dengan hasil apa yang ia dapat.
"Kak Reno, kita masih colab barengkan di cafe, kita masih tetep sahabatankan?" tanya Hanna.
Reno megusap rambut Hanna lalu berkata
"Lo tenang aja, gue masih Reno yang dulu lo kenal. Sampai jumpa nanti malam ya di cafe.
Reno berbalik badan meninggalkan Hanna dan Sam.
Saat Reno sudah tak terlihat dihadapan mereka. Hanna menoleh kearah Sam. Hanna mengerutkan alisnya seakan ia berkata dalam diamnya.
"Gue nggak salah ngomongkan. Kita emang tinggal serumah sekarang." Sam membela diri.
" Emang nggak salah, tapi sejak kapan gue jadi milik lo. "
" Mulai sekarang."
"Tapi gue nggak mau." Hanna pergi ninggalin Sam di depan kantin kampus.
"Up to you. You will be mine baby." ucap Sam lirih.
Saat dijalan, Hanna ngedumel sendiri, hingga ia tidak sadar dengan sekeliling mata yang melihatnya.
Enak aja,main klaim gue milik dia. Sejak kapan coba. Apa dia nggak sadar kalau kita bakal jadi kakak adek. Dasar cowok aneh. Hufft....
***
13.15
Setelah pulang dari kampus, Hanna langsung menuju ke restauran dimana ia bekerja paruh waktunya. Dan ternyata disana chef Arnold sudah menunggu kehadirannya.
"Siang Chef, restonya rame banget, aku segera ambil apronnya chef."
"Nggak usah Na, kamu nggak usah ambil apron sekarang. Dan hari ini kamu nggak usah kerja." ucap chef Arnold.
Hanna bingung.
"Maksut chef, Hanna dipecat. Kenapa? Apa karna Hanna hanya bisa kerja serabutan. Chef tolong chef, jangan pecat Hanna sekarang. Hanna butuh pekerjaan ini..." mata Hanna berkaca-kaca sambil memegang tangan chef Arnold.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
like kalian sangat berarti buat aq.
Jadi selalu dukung author ya.
Biar aq tambah semangat bikin ceritanya.