Look at Me

Look at Me
Parasit



"hai shill, apa kabar? udah lama banget ya gak ketemu " sapa dia yang sangat susah untuk aku lupakan.


aku hanya diam, dan tak berkedip menatap sesorang yg sedang berada disampingnya. Siapa itu? pikirku mulai penasaran.


"oh, hai bay. iya udah lama ya hehe" balasku tersenyum palsu.


"udah selesai nnton? nonton apa? "


"oh, ini kita baru aja selesai nonton, duluan ya" aku segeran memotong pembicaraan tak penting ini dan menarik aditya buru-buru.


Ku lihat dari kejauhan Bayu hanya tersenyum dan terus melihat ke arah kami. Entah dia akan penasaran siapa aditya atau dia hanya sekedar memastikan apakah aku masih bisa baik-baik saja tanpanya. Entah lah aku juga tak perduli.


Bayu menatapku, namun sebelum dia sempat berbicara aku memotong ucapannya.


" no no no, cuma masalalu yang gak penting. So jangan bertanya. okay?" tegasku membuat aditya tertawa.


"hahaha, i know shill. Dari tadi juga dia udah liatin lu mulu Gak kedip - kedip seakan ingin menembus matamu itu hahah " canda aditya membuatku tersenyum dan melupakan yang barusan kami hadapi.


Kami tak lagi membahas tentang bayu, dan aditya juga tau aku paling tidak suka hal itu.


Esok harinya, ku lihat ada pesan masuk entah dari siapa, namun aku ingat kata kata yang tetulis dalam pesan itu.


"hai kamu, rindu aku gak? "


"kalau rindu ketemuan yuk? "


"di tempat biasa kita bertemu ya. okay? jam 5 sore ini"


Ini siapa lagi yang iseng ya? aku tak menggubris pesan itu, namun dia terus menggangguku. Aku benar - benar tak ingin bermain hal seperti ini lagi. Tapi tiba - tiba aku teringat seseorang yang familiar sekali dalam hal mengusik kehidupanku. Ah tapi itu tak mungkin pikirku. Pasti bukan dia yakan.


Terdengar seseorang memanggil namaku dari kejauhan.


Ihhhh siapa lagi sih?pikirku. Aku terus berjalan dan tak perduli.


"shilaaaa, it's me" teriaknya semakin dekat


"shilla ini gue hana shilllll, hanamontanaaaa. Shilaaaa tungguin dong" ucapan nya semakin jelas dan membuatku berbalik arah.


Oh no, ternyata itu memang dia. Hana, teman masa kecilku yang paling menyusahkan. Dia yang selalu rese kalau cerita tentang cowok. Gawat ini pikirku.


"oh hai han? lu kapan sampek? kok gak ngabarin gue sih? " tanyaku purapura membuat suasana jadi santai


"please deh, guw udah send a massage sama loe, dibaca dong" bantah hana membuat wajahnya terlihat menggeram dan ngambek.


"hehe, gue udah baca kok. Cuma lagi malas ngetik aja" aku mencari cari alasan.


"yaudah ayo ikut gue sekarang" ajak hana sembari menarik tanganku dan mengarahkankami pada sebuah cafe yang belum pernah ku datangi sebelumnya


"wah bagus ni cafe nya han" ucapku memandang penuh sekeliling ruangan dengan gaya vintage kekinian, cocok buat anak muda nongkrong gitu.


"iya dong, ini cafe punya kenalan gue. Orangnya cantik terus baik lagi. Entar gue kenalin ya" sambung hana dengan bangganya memperkenalkan temannya padaku


Tak lama kami memesan minuman dan beberapa cemilan sembaei menunggu pemilik cafe datang. Dan rak lama kemudian, kulihat sesorang dengan perawakan kurus, tinggi dan dengan kawat giginya tersenyum kearah kami. Namun aku sangat terkejut, dan ingin segera pergi dari tempat itu.


"Nah shill, ini kenalan gue. Dini namanya. Kenalan dong" sambut hana mengenalkan wanita itu


"oh hai, gue shila salam kenal ya"akh menyambut senyuman dari wanita itu. Masih tak percaya akan bertemu langsung dan bisa dalam jarak sedekat inj pikirku. Ah apa ini maksudnya.


Wanita itu adalah dini. Mantan tunangannya bayu. Entah dia mengenalku atau tidak, tapi aku terua merasa bersalah setiap kali melihatnya. Apa yang garus kulakukan sekarang? kenapa kalian terus muncul di hidupku? bukankah aku sudah melepas semuanya? Apa ini? Tuhan, tolong bantu aku menjauh dari orang orang ini.