
Dan aku masih terkejut dengan pertemuanku bersama dia, orang yang aku hancurkan hubungannya. Orang yang sebenarnya adalah korban dari tingkah bodohku di masa lalu. Dan tatapan ku saat ini hanyalah menampakkan rasa bersalah yang dalam, entah dia sadar atau tidak aku selalu berusah untuk mengatakan maaf padanya. Meskipun ia mengerti atau tidak denganmaksudku ini.
Setengah hari itu kami hanya saling berbincang dan membahas hal-hal disekita kami. Tanpa aku sadari dia orang yang cukup baik dan layak dijadikan teman. Tapi aku selalu tidak bisa membayangkan apakah aku akan jadi temannya? atau apakah dia mau berteman denganku? aku jelas tak berani membayangkannya.
Setelah pertemuan itu aku meninggalkan hana dan dini, dan segera bergegas kembali ke kampus karen panggilan mendesak dari aditya. Entahlah apa yang akan dikatakan anak itu padaku, aku juga bisa menebak apa saja yang akan dikatakannya.
Sesampainya dikampus, aku melihat sebuah mini truk bus menjual ice cream. Tentu saja aku langsung bergegas menghampirinya, dan tak sabar bertemu dengan rasa kesukaanku, Vanilla Choco. Ahh ini sungguh hari menyenangkan pikirku.
Menghamipiri penjual ice cream
"bang, biasa ya 2 dibuatkan segera, aku sudah tidak sabar hehe" candaku dengan wajah yang sangat bahagia
"oke sip neng, di tunggu ya"
Sembari menunggu abang penjual ice cream, aku duduk dan melihat -lihat ke sekitar, tapi ada hal yang membuatku tertarik. Apa itu?
Aku melihat seseorang dengan tatapan kosong melihat ke arah seekor kucing yang sedang duduk di bawa pohon. "Ada apa dengan orang itu?" ucapku dalam hati
Abang penjual ice cream pun memberi kode bahwa ice ku sudah selesai.
" yuhuuu neng, ice vannila choco nya sudah selesai"
"waaahhhh ini sangat enak...." ucapku dan hanya berfokus pada 2 corong ice cream favorit ku.
Aku hanya bertemu sebentar dengan aditya, kemudian berjalan pulang melewati sebuah taman dekat kolam. Dan aku bertemu lagi dengan orang itu, masih tetap sama. Dia hanya menampakkan tatapan kosong.
"Melamun? atau sedang ada masalah? " ucapku dalam hati
"aahhh apa kesurupan ya atau dihipnotis orang jahat?" aku berterika dan langsung menghampiri orang tersebut.
Berlari ke arah pria itu dan segera menepuk pundaknya dengan sangat keras.
"AHHHHH..." teriak pria itu dengan sangat kerasnya
"hei apa kau baik-baik saja? kau di hinotis orang ya? apamu yang hilang? ayo segera ke kantor polisi!" tanyaku dengan sungguh - sungguh dan membuatnya sangat terkejut.
"ahh, anu. saya tidak apa - apa kok. Hanya duduk saja. Tapi tadi itu sangat sakit, dan saya sangat terkejut" jawab pria itu dengan penuh kejujuran dimatanya.
"mati aku!!! apa yang sudah kulakukan, dia hampir saja mati karena pukulanku" aku berbisik - bisik dan merasa malu.
"ohh, kau baik - baik saja toh. hehehehehehehe. Anu aku minta maaf ya, hehe. Aku pikir kau kesurupan atau di hipnotis orang jahat, hehe. Maaf ya, maaf" aku berusaha untuk meminta maaf dan menundukkan kepalaku dengan rasa malu yang sangat besar.
"ah, itu. Iya tidak apa - apa. Terimakasih ya" pria itu mengucapkannya dengan senyuman yang hampir membuatku hilang akal, yang benar saja kenapa dia tersenyum seperti itu padaku.
" siapa namamu?" tanya nya padaku.
Apa ini? apa aku harus jawab?
γ
γ