
Sebelum Arnold dan Hanna berangkat, tiba-tiba saja Sam datang dan mengejutka mn mereka.
"Sam.." ucap Hanna terkejut.
"Hanna, gue disini mau jemput lo." ucap Sam
"Nggak usah, lo berangkat aja, gue mau bareng sama Chef Arnold." tolak Hanna
"Tapikan gue semalam da bolang mau jemput lo."
"Udah dech, gue nggak mau berdebat sama lo. Ayo chef, kita berangkat." jawab Hanna sambil berjalan melewati Sam.
Sam menggaruk-garuk rambutnya frustasi.
Dan diapun nggak mau memaksa Hanna lalu berangkat begitu saja mendahului jalannya Hanna dan Arnold.
***
Maunya apa sih tuh anak. Jalan pemikirannya gampang banget berubah. Sial!!!
Gerutu Sam saat diperjalanan.
Kemudian setelah kurang lebih dua puluh menit, motornya sudah memasuki parkiran kampus.
Sam berjalan dikoridor dengan raut wajah yang sedikit meninggalkan rasa kesalnya. Sampai saat ia berpapasan dengan Siskapun, Sam tak melirik sama sekali.
Ini anak, ganteng-ganteng tapi songongnya minta ampun. Gerutu siska sambil nyengir.
Tak lama ia melihat sahabat kentalnya turun dari mobil didepan pintu gerbang kampus.
Siska berusaha memusatkan matanya pada siapa pengemudi yang bersama Hanna.
Ya ampuun.. Nih anak beruntung banget, semua cowok ngelirik dia. Trus gue kebagian apa donk. Ucap Siska lirih. Namun ucapannya terdengar oleh Angel, dan ia langsung nertawain Siska dengan sinis.
Angel adalah orang yang selalu iri terhadap kemampuan yang Hanna miliki, ia selalu berusaha bersaing dengan Hanna. Namun, ia selalu saja kalah.
"Hahaha... kasian dech lo." ucap Angel meremehkan.
"Ichh.. apaan sih. Sana-sana pergi.." balas Siska
"Lo itu cuman akan jadi bayangannya Hanna doang, liat aja ntar kalau Hanna udah dapat cowok, lo bakal dianggurin, ya kan temen-temen.." Ledek Angel dan dua temannya.
"Lo itu ya, berdosa banget. Kan selama ini lo yang selalu jadi bayangan Hanna. Dalam hal apapun lo selalu kalah. Akuin aja itu!! Bye..mesin fotocopy." Balas Siska yang langsung membuat tiga serangkai itu terdiam lalu meninggalkan mereka.
Sontak saja raut wajah Angel langsung berubah marah. Namun saat ia akan menghampiri Siska, tangannya tertahan oleh 2 temannya.
"Udah, ntar aja kita ladenin Siska. Masih banyak cara buat memecah persahabatan mereka. Yuk kita masuk kelas." ucap Stefany yang biasa dipangging Fany.
***
"Hanna..." Teriak Siska yang menghampiri Hanna.
"Emang, tapi gue kagak takut. Dia itu pancen angel wes... dari orok mala." cerocos Siska yang mulai mengeluarkan jurus logat jawanya.
"Bacanya Enjel Ka.. bukan angel..."
"Iyo kan itu kalau orang barat, lha kita kan orang jawa, bacanya itu angel.. bukan enjel."
"Hahaha.. terserah lo dech... asal lo bahagia." Hanna tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya yang kocak.
"Gue bahagia kok asal lo bantuin gue nyomblangin ama Kak Reno."
"Gila lo!! Reno kan da punya cewek. Sama si Sam aja tuh, diakan jomblo nggak kalah ganteng lagi."
"Ganteng sih, tapi kayak manusia kulkas.."
"Hahaha.. awas kedengan anaknya lho.."
Sontak Siska langsung clingak clinguk melihat sekeliling, takut beneran kedenger ama tuh anak.
"Hahaha... masih aman kok. Udah yuk, kita masuk kelas."
***
Saat Hanna dan Siska masuk kelas, ada sepasang bola mata yang terus menatapnya tajam.
"Ngapain lo ngliatin gue kayak gitu. Emang ada yang aneh ya." ucapku dengan sedikit nyolot.
Lalu Sam beranjak dari bangkunya sambil membawa tas ranselnya.
"Lho mau kemana kamu? Inikan sudah waktunya pembelajaran." tanya dosen pembimbing.
"Ke UKS pak." jawab Sam sekenanya.
"Oo yasudah."
Hanna yang melihatnya hanya mengernyitkan dahinya. Orang yang aneh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo semua
Terima kasih sudah mampir dan baca karya novel aku.
Maaf ya, kali ini up ya lama.
Kalian bisa dukung karya author dengan vote poin/koin ya.
Dan juga, jangan lupa klik tombol like dan tinggalkan jejak dikolom komentar.
Terima kasih..