LBA

LBA
Stalker



Revan sedang asyik menonton acara televisi sambil menyantap kripik kentang, tak lama ia melirik kamar Raisa yang tertutup semenjak tadi sore. Revan melihat jam dindingnya dengan sebal. Sebentar lagi Kevin akan datang. Semenjak Kevin mengetahui tentang Raisa, Kevin sering berkunjung ke apartemennya untuk menemui Raisa. Hari ini, mereka berdua berencana pergi tanpa Revan.


"Dasar, sudah punya teman baru langsung lupa sama aku," ucap Revan bersungut.


Ting... Tong...


Suara pintu terdengar. Revan mengernyitkan dahi. Kenapa Kevin pakai acara memencet tombol segala?


Revan segera membukakan pintu. Tampak Kevin menggunakan stelan jas yang pas dengan tubuh atletisnya. Ia menggunakan kacamata hitam sambil tersenyum ke arah Revan.


"Masuklah Vin, sebentar lagi Raisa selesai berdandan," ucap Revan sambil keheranan melihat dandanan Kevin yang total habis.


"Oke, aku masuk ya. Permisi." Kevin tertawa lalu masuk ke dalam apartemen Revan dan duduk di sofa menunggu Raisa.


"Raisa memang suka lama kalau dandan. Maklum dia gak bisa dandan." Revan duduk di samping Kevin. "Memang kalian mau kemana?"


"Ada deh," sahut Kevin sambil terkekeh. Revan hanya melongos kesal. Kenapa jadi main rahasiaan? membuat Revan penasaran saja.


"Raisa!! Cepatlah keluar. Kevin sudah menunggumu lho!" seru Revan pada Raisa yang sudah berjam-berjam.


"Iya..iya... Sebentar lagi," jawab Raisa dari dalam kamar.


Revan mendengus kesal. Ngapain aja ni cewek di dalam? Bertapa? Memangnya dia mau berubah jadi apa sampai berjam-jam di dalam. Mau merayu Kevin?! Kevin udah biasa kali lihat cewek cantik dan sexi tahu! Raisa bukan apa-apa bila dibandingkan mantan-mantannya.


Tak lama kemudian, pintu kamar Raisa terbuka. Tampak Raisa keluar sambil tersenyum malu-malu.


"Maaf Vin, membuatmu menunggu," ucap Raisa sambil keluar dari kamar.


Spontan semua wajah menoleh kearah Raisa. Revan melongo tampak tercengang melihat penampilan Raisa kali ini. Revan menelan ludah gugup saat melihat penampilan Raisa yang berbeda dari biasanya.


Raisa mengenakan dres merah mewah, yang tidak terlalu mencolok namun elegan


Matanya indah dengan eyerlener dihiasi warna warni senada dengan dresnya. Pipinya semakin terlihat merona segar dihiasi dengan blushon.


Rambut lurusnya telah tersulap menjadi menggelombang di rambut bawahnya. Membuatnya tampak lebih terlihat berkelas daripada biasanya. Sepatu highheelsnya dan tasnya semakin melengkapi keindahan dirinya.


Wow... kenapa kamu jadi secantik ini?! jadi ini hasil dari ia berdandan berjam-jam di kamar. Ia terlihat sangat cantik. Tapi, memangnya kalian mau kemana sampai secantik ini?! darimana ia mendapatkan baju mewah itu? Sial! Kenapa dia cantik sekali?


"Apa... Apa ada yang aneh denganku? Jelek ya?" tanya Raisa sedikit tidak pede dengan penampilannya sekarang. Sebelumnya ia pernah berdandan, tapi minimalis. Ini ia sedikit berani dg warna tajam mengikuti arahan dari sang youtuber yang ia ikuti.


"Tidak, tidak, kamu cantik kok. Cantik sekali," puji Kevin.


"Benarkah? Terimakasih." Raisa kegirangan mendengar pujian dari Kevin.


"Aneh," ujar Revan sebal melihat yang senyam senyum kegirangan di depan Kevin.


Ia sebal melihat tingkah Raisa yang bermuka dua, di depan Kevin ia bertingkah lemah lembut, dan baiknya setengah mati. Berbeda saat di depan Revan, ia bersikap acuh dan menyebalkan.


"Apa?!" Raisa melotot ke arah Revan. Setiap aku berdandan ia selalu mengatakan aneh, gak cantik. Memang, dimatamu hanya Renata yang terlihat cantik saja !


"Sudahlah Raisa, gak usah perdulikan kata Revan. Dia hanya bercanda, kamu benar-benar cantik." Kevin memberikan jempol tangannya kearah Raisa yang langsung tersenyum senang.


"Ayo, nanti kita terlambat," ajak Kevin. Raisa kembali tersenyum dan mengangguk. Ia berdiri di samping Kevin.


"Ya, pergilah kalian sesukanya! Gak usah ajak aku. Aku gak mau ikutan dengan kalian" jawab Revan sebal.


Apa-apaan gadis ini! Bermanis manis hanya di depan Kevin saja. Padahal yang mengurusnya selama ini kan aku?! Bukan Kevin! Lagian mau kemana mereka?!


Revan mendengus kesal saat Kevin dan Raisa pergi, ie melihat ke arah sekelilingnya. Ada yang aneh, apartemen terasa sepi! Entah mengapa ia merasa sangat membenci suasana ini sekarang.


Raisa dan Kevin sebenarnya mau kemana sih?!


Revan segera bergegas ke kamar mengambil jaket, topi dan kacamatanya dan segera beranjak menuju ke mobil. Di lihatnya mobil Kevin yang melaju tak jauh darinya


Entah mengapa, ia mulai mencapkan mengikuti ke arah mereka berdua pergi.


Sementara itu, handponenya bergetar. Sebuah panggilan masuk dari Renata.


"Ya Re, kenapa?" tanya Revan sambil memicingkan mata berusaha untuk mengamati kepergian mobil Kevin.


"Kak, apa kakak sibuk? Bisakah kakak menemaniku ke sebuah pesta?" tanya Renata dari seberang. Revan yang masih fokus untuk mengikuti mobil Renata hanya terdiam tak menjawan


"Kak, apakah kau masih mendengarkanku?" tanya Renata lagi.


"Oh iya Re, kenapa? tadi kamu bilang apa?" tanya Revan sambil menjalankan mobilnya.


"Kak ada undangan pesta di tempat salah satu kolega papa, aku tidak mengenal siapapun. Aku malas jika harus kesana sendirian. Maukah Kakak datang dan menemaniku?" tanya Renata.


"Apa?" tanya Revan ulang, ia masih fokus pada mobil di depannya yang mulai berbelok, ia tidak fokus pada ucapan Renata.


"Maukah Kakak datang dan menemaniku?" tanya Renata mengulangi


"Maaf Re aku sedang sibuk. Mungkin lain kali ya," sahut Revan sambil melajukan mobil.


Ia masih penasaran kemana mereka pergi dengan dandanan serapi itu? Apa mereka berkencan?! sejak kapan? bukankah Kevin punya segudang stock pacar? mengapa malah merayu Raisa?! Raisa juga, meskipun Kevin adalah sahabatnya bukan berarti Raisa langsung semudah itu percaya kan


"Oh kakak sibuk ya, kalau begitu sudah lah sampai jumpa lagi," ucap Renata kecewa.


"Mungkin lain kali ya, aku akan menemanimu Hari ini aku mohon maaf, aku benar-benar sangat sibuk," ujar evan semakin melajukan mobilnya tatkala mereka melawati persimpangan, Revan samakin melajukan mobilnya cepat agar tidak tertinggal jauh.


Tak lama kemudian, tibalah mereka di salah satu hotel mewah berbintang 5. Revan segera turun dan berjalan menunduk sambil merendahkan topi menutupi mukanya. Dia berjalan sambil mengedap-endap mengikuti arah Raisa dan Kevin yang berjalan memasuki hotel tersebut.


“Ih, apa-apaan mereka itu. Apa yang mereka lakukan di hotel ini?" Grutu Revan sambil mengikuti Raisa dan Kevin yang mulai memasuki lift lantai.


Revan melirik atas monitor lift, tampaknya mereka memencet lift menuju ke tombol lantai 5. kemudian begitu lift di sebelah lift mereka terbuka, Revan langsung memasuki pintu itu. Revan menekan tombol dengan lantai yang sama yang di pencet oleh Kevin.


Revan melihat Raisa dan Kevin berbelok ke menuju ke sebuah ruangan. Revan mengikuti ke arah Raisa yang melangkah ke arah masuk ke Balai hall room tersebut. Revan melihat Raisa tampak kesusahan berjalan karena sepatu yang yang dipakainya terlalu tinggi. Kevin yang melihatnya tersenyum dan menawarkan siku tangannya untuk membantu Raisa berjalan. Raisa lalu tersenyum dan mengaitkan tanggannya ke lengan Kevin agar dapat berjalan lebih mudah.


"Apa-apaan si Raisa?! Sudah tahu tidak biasa pakai highhells malah memakainya pastinya ia akan kesusahan berjalan. Lihat! dia begitu sok manja pasti ingin diperhatikan oleh Kevin dasar wanita genit," Guman Revan pelan.


Revan ingin memasuki ruangan tersebut. Namun ia menghentikan langkahnya saat ia tersadar bahwa ia hanya menggunakan kaos


dan celana. Suatu kostum yang tidak pantas untuk masuk ke dalam sebuah pesta bukan? Apalagi ada penjaga yang meminta undangan pada tamu yang masuk.


Revan terhenti sejenak berfikir. Apa yang kulakukan disini? Sebaiknya aku pulang saja. Menggelikan sekali, aku mengikuti mereka sampai sini? Apa yang aku pikirkan tadi? Bahkan aku menolak ajakan Renata!