
Raisa membuka pintu lemari dan mencari-cari baju yang bisa ia gunakan. Senyumnya merekah saat melihat dres cantik berwarna biru tosca. Lalu ia melihat beberapa peralatan make up yang ia beli beberapa lalu. Karena tidak pernah kemana-mana jarang menggunakannya. Kali ini ia bisa menggunakannya dan berdandan seperti cewek-cewek cantik yang ia lihat di mall atau di TV.
Selang beberapa lama, Raisa sudah berganti pakaian dan berdandan dengan make up tipis . Terakhir ia mengoleskan lipstik berwarna pink coral. Raisa menatap dirinya di depan cermin sambil tersenyum. Ia memang tidak sedang akan berkencan. Hanya menonton, tetapi apa salahnya ia berdandan cantik. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk dirinya sendiri!
Puas dengan penampilannya, Raisa mengambil tas kecil dan beranjak membuka pintu kamarnya. Ternyata Revan masih di duduk di sofa di depan kamarnya. Ia pun tersenyum lalu mendekati Revan.
"Revan, Lihat. Aku cantik kan?". Raisa berputar-putar sambil memamerkan penampilannya.
Revan menatap Raisa, raut mukanya terlihat kaget melihat Raisa yang tiba-tiba berputar-putar di depannya. Sejenak ia tertegun dengan penampilan Raisa yang tanpak berbeda dari biasanya. Ia menggunakan drees biru tosca, dengan make up minimalis tapi cantik, rambutnya ia gerai dan sebagian ia jepit ke atas.
Raisa?? Ini kamu?? kenapa kamu jadi cantik begini?? Aku gak salah lihat kan??
Revan tidak berkedip menatap Raisa yang masih tersenyum manis. Tiba-tiba jantungnya kembali berdetak lebih kencang.
Kenapa pula jantungku ini!
"Kenapa penampilanku? Cantik kan?". Raisa menyelipkan beberapa rambut yang menyelip ke depan ke belakang telinganya. Revan masih terdiam.
"Revan!!". Panggil Raisa sedikit keras.
"Eh iya! Kamu tanya apa tadi?".Revan tergagap. Kenapa aku malah terpesona begini melihatnya! Revan sadarlah!
"Aku cantik kan?" Tanya Raisa sambil malu-malu.
"Hmmm..." Revan hanya berdehem tak menjawab pertanyaan Raisa. Terlalu malu untuk mengatakan kalau Raisa memang tampil berbeda kali ini, ia lebih cantik.
"Kok cuma hemm...". Protes Raisa kesal.
"Kamu dapat baju dari mana itu?" Revan memperhatikan baju yang dipakai Raisa. Ia belum pernah melihatnya seanggun itu dengan baju itu. Dari mana Raisa mendapatkan baju itu??
"Oh... ini, yang aku baru beli kemarin di online." Jawab Raisa sambil tersenyum memegang bajunya.
"Yang kemarin itu??" Revan memastikan. Raisa hanya mengangguk mengiyakan.
Cih! Bagaimama bisa ia memakai baju yang ia beli dengan uangku untuk menemui pria lain. Dasar cewek gak tahu aturan. Lihat penampilannya. Ia bilang hanya teman, mengapa penampilannya seperti akan berkencan saja!
"Gimana? cantik kan?". Tanya ulang Raisa
"Norak!". Jawab Revan singkat.
"Norak?! Masak sih!". Raisa melirik dirinya sendiri.
Masa aku norak? Baju ini best seller di website. Trus aku lihat make up dari tutorial di youtube dengan like terbanyak. Aku memang baru kali ini mempraktekkannya. Tapi masak segitu parahnya aku berdandan??
"Iya norak banget". Revan mengulangi sambil memberikan tekanan.
"Dasar gak tahu mode!". Cibir Raisa kesal.
Salah nanya ke orang aku. Mau pakai apapun ia pasti akan di cela ama Revan. Seharusnya aku tadi tidak minta pendapatnya!
"Hei.. hei... gak usah nyari ribut!". Revan menatap Raisa ganti. Revan menuju ke kamar Raisa dan mengambil kaos oblong pemberiannya. Ia masih tidak rela kalau Raisa berdandan habis-habisan memakai uangnya demi bertemu pria lain
"Ganti baju sana. Pakai ini lebih bagus. Dan hapus make up mu". Revan menunjukan kaos oblong warna hitam.
"Kamu mau bikin aku jadi gembel lagi ya!". Raisa kesal melihat Revan. Ia teringat dulu pernah memakai baju itu ke mall dan orang menatapnya penuh tatapan aneh.
"Kamu lebih cocok pakai ini. Gak kayak gaya-gaya sok princes begitu. Sama rambut kayak gini". Revan mengacak-acak rambut Raisa hingga berantakan
"Ogah! Kamu aja yang jadi gembel". Raisa menghindar kesal. Lalu ia melirik jam di tangannya.
Tuh kan? Meladeni Raven gak ada habisnya
Sebaiknya aku pergi saja. Orang ini kan orang paling menyebalkan sedunia!!
"Udah ah, aku mau pergi. Nanti ndak terlambat". Raisa merapikan rambutnya.
Revan terdiam, tiba-tiba ia mempunyai ide.
"Sa, Aku mau pergi nonton sekarang. Kamu jadi minta ditraktir aku gak? Ini hari terakhirku menuruti permintaanmu. Aku cuma bisa sekarang". Revan tersenyum licik.
"Hah? Sekarang? Kenapa tiba-tiba?" Raisa kaget.
"Iya sekarang. Aku cuma bisa sekarang. Kalau gak mau ya udah. Berarti aku sudah tidak punya hutang mengajakmu pergi". Revan tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi aku udah terlanjur punya janji." Raisa menatap ponselnya.
"Hm... Gimana ya". Raisa ragu.
Revan berjalan pelan meninggalkan Raisa. Sejenak ia melirik Raisa yang masih ragu-ragu.
Tampaknya Raisa mulai tergiur dengan tawaranku. Hahaha.. enak saja mau pergi sama pria lain dengan baju yang dibeli pakai uangku! Gak ikhlas aku!
"Ingat lho cuma berlaku sekali ini". Tegas Revan sambil meninggalkan rumah.
Revan memasuki mobil sambil tersenyum penuh kemenangan. Revan menyalakan mobil dengan suara yang sengaja ia kerasin. Ia melirik ke arah belakang melalui spion mobil.
Lihat saja Sa, dalam hitungan kami pasti udah duduk di sampingku.
satu...
dua...
tiga...
"Revan!!! Tunggu!!!" Tampak Raisa berjalan terpogoh-pogoh mendekati mobil.
"Kenapa?". Tanya Revan sok cool
"Aku ikut!!" Raisa membuka pintu mobil dan duduk di samping Raisa.
"Katanya gak mau!". Tanya Revan sok jual mahal.
"Aku gak bilang gak mau kok". Protes Raisa. Ia sudah terlanjur membatalkan janjinya dengan Kevin barusan.
"Terserah kamu deh". Revan cuek
Revan menekan gas mobil dan mulai menjalankan mobil, Raisa bergegas menggunakan sabuk pengamannya sambil menatap ke arah depan dengan kesal. Revan melirik sejenak, lalu sebuah senyum tipis terkembang di sudut bibirnya.
Dasar pria licik! menyebalkan! kamu sengaja kan mengerjaiku supaya aku gak jadi pergi kan? Atau kamu yang mencari kesempatan untuk lari dari kesepakatan taruhan kemarin? Hufh... jangan harap. Lihat saja nanti aku yang akan mengerjaimu! Aku tahu kamu takut film horor. Hahahha... Dalam hati Raisa
Enak aja mau pergi ama pria lain pakai baju yang ia sudah kuras dengan uangku. Jangan harap ya! kamu pasti kesal sekali saat ini. Dalam hati Revan.
Revan menatap Raisa yang terlihat kesal. "Kenapa lihat-lihat? Awas aja kalau sampai naksir aku!".
"Enak aja! Kamu tuh yang cemburuan!". Sahut Raisa asal.
"Enak aja. Gak lah!". Sahut Revan cepat.
"Iya".
"Gak"
"Cowok menyebalkan!"
"Cewek licik!".
"Cowok pelit!".
"Cewek boros!"
"Cowok Aneh!"
"Cewek gak jelas!".
"Cowok cemburu"
"Cewek genit"
"Cowok....". Kata -kata Raisa berhenti. Ia sudah kehabisan kata-kata lagi.
"Kenapa diem, kehabisan kata ya?". Revan terkekeh.
Raisa hanya membuang muka dengan kesal ke arah jalan. Rasanya ia menyesal tadi ikut Revan, lebih baik ia pergi dengan Kevin saja!
_____BERSAMBUNG____
Hai teman-teman terimakasih yang sudah berkenan membaca karyaku. Jangan ragu untuk senam jempol buat komentar, like,rate, dan votenya...