
Mr.Bredley POV
Aku melihat jam tangan , emm sudah tiga puluh menit mungkin Maureen sudah sadar. Aku sangat khawatir saat mendengar Maureen kembali di operasi , jujur saat pertama kali aku melihatnya wajahnya terasa tak asing seperti aku telah mengenalnya cukup lama ,tapi saat aku mencoba mengingat aku tetap saja tidak menemukan jawaban. Aku pun juga sudah menyelidiki latar belakang keluarganya dan hasilnya pun sama.
Aku hanya tau bahwa Maureen telah tinggal di panti asuhan sejak bayi .
Aku berjalan di koridor rumah sakit menuju bangsal VVIP tempat ruangan Maureen di rawat . Sesampai di depan ruangannya aku membuka pintu perlahan takut mengganggu Maureen.
Aku terkejut saat melihat Joe sedang membelai lembut wajah Maureen yang terlelap . Sepertinya Maureen belum sadar , pikir ku . Aku kembali menutup pintu, berharap Joe tidak menyadari keberadaan ku .
Tangan bebas Joe turun mengusap bibir Maureen , aku bisa melihat ada pancaran cinta dari mata Joe. Kini Joe makin mendekat kan wajahnya pada wajah Maureen . Kulihat dadanya yang mulai naik turun dan mencium bibir Maureen lembut .
Ku tundukan kepala. Ahh...aku yakin sebenarnya Joenathan mungkin sudah menyukai Maureen
Lagi pula siapa yang bisa tahan pada pesona Maureen . Saat permata kali aku melihatnya , aku sudah sangat yakin bahwa Maureen dapat membantuku mengubah sikap Joe.
Aku melihat ke arah mereka lagi , dan aku kembali dikejutkan saat Joenathan mengubah ciuman lembut menjadi kasar dan agresif . Astaga apa yang dia lakukan . Ku banting pintu itu kasar
" Jonathan !! "
Author POV
Mr. Bredley membanting pintu kasar
" Joenathan !! , Apa yang kau lakukan ??! .
Joenathan melepaskan ciumannya dan menoleh ke sumber suara itu, keterkejutan Joenathan mampu ia sembunyikan dan menatap Mr. Bredley dingin .
" Apakah kau gila Joenathan ?? Maureen masih belum siuman tapi kau telah menciumnya agresif !! " Kau akan membunuhnya Joe !! "
" Ya! Aku memang hendak membunuhnya !! Kenapa , ayah keberatan ??!! "
Air mata Maureen berhasil mengalir dari mata indahnya . Ia sudah tidak sanggup mendengar apa yang di katakan Joe . Joe ingin membunuhnya ?? Sebenci itukah Joe terhadapnya ? Serendah itu kah harga dirinya di mata Joe , sampai Joe ingin membunuhnya dengan cara menciumnya sampai mati ??!
" Kau keterlaluan Joe , bagaimanapun Maureen itu istrimu ! Jaga sikap mu Joe ! "
" Aku ? Keterlaluan ?! Apakah ayah sadar siapa yang keterlaluan ?! Itu ayah ! Ayah yang keterlaluan telah menjadikan jalang itu istri ku !! "
Mr.Bredley hendak menampar kembali wajar anaknya itu, tapi langsung di tahan oleh Joenathan
" Ayah hendak menamparku ??! Harusnya aku disini yang marah , bukan ayah ! Karena keegoisan ayah , ayah telah merebut kebahagian Maureen , membiarkan ku untuk melampiaskan segala kebencian ku pada nya ! , Tapi karena ayah sudah menikahkan ku dengan Maureen , jangan harap aku akan memperlakukan dia dengan baik , apalagi bersikap baik padanya !! "
Joenathan pergi meninggalkan Mr. Bredley yang masih terpaku mendengarkan penjelasan anaknya itu . Tubuhnya bergetar hebat mencoba menahan tangis .
" Ini salahku !! Salah ku ??!! " Teriakku nya sambil memukul keras dadanya . Namun ia segera menghentikannya saat mendengar suara isakkan .
Dan benar saja suara itu berasal dari gadis itu , dia berusaha keras menahan tangisnya , dadanya naik turun, suaranya tercekat . Mr. Bredley langsung mengulurkan tangannya, membantu nya untuk duduk kemudian membawa nya dalam pelukannya nya.
" Maafkan ayah Maureen...ayah minta maaf , karena ayah telah menjadikanmu Pelampiasan kebencian Joenathan . Harusnya ayah tidak memaksamu untuk menikahi nya . " Ucap Mr.Bredley sambil mengelus punggung Maureen .
Maureen melepaskan pelukan Mr.Bredley , ia menghapus air matanya kemudian menggeleng pelan menatap Mr.Bredley yang kini juga menatapnya.
" Aku akan tetap menerima sikap Joe terhadapku , karena dia adalah suamiku sekarang , satu- satunya orang yang akan aku cintai sampai aku mati . Aku mencintainya ayah , jadi ayah jangan khawatir . Aku akan tetap berada di sisinya apapun yang terjadi , mungkin sampai aku tak sanggup untuk menghadapinya lagi . Lagi pula saat ini aku bisa hidup juga karena ayah yang telah menolongku. Dengan kata lain hidupku ini adalah milik ayah , dan aku berterimakasih pada ayah karena telah membiarkanku memiliki Joe . "
Mr. Bredley menatap Maureen senang sekaligus prihatin . Gadis ini adalah gadis yang lembut , tak seharusnya dia membuatnya Maureen menikahi anaknya ,ucapnya pada dirinya sendiri.
Ia membelai lembut rambut panjang Maureen , mengangguk setuju dengan sumua perkataan Maureen tadi , agar dia merasa nyaman . Walaupun dalam hatinya ia tetap menyalahkan dirinya sendiri. "
" Jika Joe bersikap kasar lagi kepada mu , katakan pada ayah , ayah akan mengizinkan mu untuk menggugat cerai kepadanya . Dan ayah akan mengadopsi mu , menjadikanmu anak ayah , anak kedua dari keluarga Aryan ! "
Maureen tersenyum kecut namun lagi lagi menggeleng pelan
" Tidak ayah , apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan Joenathan , karena itu juga janjiku pada diriku sendiri , untuk menikah hanya sekali dan mempertahankan pernikahanku apapun yang terjadi , kecuali jika aku benar benar tidak sanggup . "
Mr.Bredley kembali tersenyum dan menyuruh Maureen untuk beristirahat kembali kemudian berlalu pergi .