I'M Sorry Cause I Love You

I'M Sorry Cause I Love You
2 # Pernikahan 2



" Baiklah " Mr.Bredley menarik nafas sejenak kemudian kembali berkata


" Menikahlah dengan anakku , Joenathan Aryan " Mr. Bredley menatapku serius .


Aku yang ditatap hanya bisa melongo , terkejut atas apa yang di katakan Mr.Bredley . Menikah dengan anaknya , Yang benar saja ?


Aku tau bahwa Joenathan Aryan adalah laki laki yang sangat membenci wanita , bahkan seluruh karyawan di kantornya adalah laki laki , tapi aku tak punya pilihan . Aku menatap Mr.Bredley kemudian mengangguk lemas .


" Terima kasih Maureen , aku tau kau telah mengetahui sifat anakku tapi saat pertama melihatmu aku yakin bahwa kau dapat mengubah pandangan Joe tentang wanita ! " wajah Mr.Bredley terlihat sangat senang  dan penuh harap membuatku semakin tak tega untuk menolaknya .


" Pernikahanmu akan dilaksanakan secepat mungkin setelah kau pulih total dan aku harap kau dapat bersabar dengan sikap Joe nantinya .


Aku harus mengatakan ini pada Joe ! Jaga dirimu , Maureen " ucap Mr.Bredley sambil mengusap rambutku lembut kemudian berlalu dan pergi meninggalkanku yang masih mencoba mencerna segala yang dikatakannya tadi. .


Flashback off


 Saat ini aku sedang berjalan di atas altar menuju laki-laki yang tak lama lagi akan menjadi suamiku . Tubuhku bergetar takut saat ia menatapku benci .


Prosesi pernikahan berjalan dengan lancar . Aku menatap Joe tak percaya saat ia dengan lantang mengucapkan janji suci pernikahan kami .


Author POV


 Joe menggandeng tangan Maureen dan memperkenalkan dengan bangga pada para tamu .


Saat ini Maureen terlihat sangat cantik , seksi , dan begitu mempesona . Para tamu undangan mengucapkan selamat atas pernikahan Joe dan Maureen .


Maureen menatap Joe sedih , ia tau bahwa saat ini Joe hanya berpura-pura bahagia agar tidak mempermalukan keluarganya .


Setelah selesai memperkenalkan Maureen , Joe menarik tangan Maureen kasar dan membawanya masuk kedalam kamar pengantin mereka .


Joe mendorong tubuh Maureen keras hingga dia jatuh tersungkur dan membentur tembok . Melihat Maureen yang meringis kesakitan Joe berjongkok kemudian tersenyum .


" Apa kau merasa sakit ? Maaf aku tak sengaja tadi " ucap Joe dengan nada sedih .


Maureen hanya menatap Joe yang tersenyum padanya namun tak lama raut wajahnya berubah menjadi tatapan kebencian . Joe mencengkram pipi Maureen kuat .


" Apa kau pikir aku akan mengatakan itu pada mu , Jalang ?!


Aku heran berapa banyak uang yang ayahku berikan padamu hingga kau mau menjual dirimu sendiri padaku . Tapi karena sekarang kau adalah milikku , kau harus menuruti setiap perkataan ku ! Apa kau mengerti ?! " teriak Joe .


Setelah mengatakan itu Joe langsung menghempaskan wajah Maureen hingga kepala nya kembali terbentur tembok .


Joe mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang .


" Kalian boleh masuk sekarang ! " katanya tegas lalu duduk di sofa yang berada disisi ranjang .


Tak lama kemudian tiga laki-laki berbadan besar masuk kedalam kamar .


Lalu tanpa komando lagi mereka menarik tangan Maureen dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang . Mulut Maureen dibungkam dengan kain . Tangan dan kakinya juga dipegangi , membuatnya tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali .


Mereka membuka gaun Maureen paksa menyisakan celana dalam dan bra yang menempel di tubuh putih dan seksi Maureen .


Maureen dapat melihat kilatan gairah pada tiga laki-laki brengsek itu . Karena ragu , salah satu dari mereka menoleh pada Joe .


" Bos , apa kau yakin ? " tanyanya takut-takut .


" Lakukan saja perintahku !!! " bentak Joe pada mereka .


Karena telah mendapat kepastian mereka pun menjalankan aksinya . Mereka menciumi tubuh Maureen ganas . Lidahnya menyusuri setiap lekuk tubuh indah Maureen .


Maureen menangis meratapi dirinya yang di perlakukan sangat kejam oleh Joe . Ia tak menyangka bahwa Joe akan setega ini padanya . Kehormatan yang ia lindungi selama ini dirusak oleh tiga laki-laki brengsek dihadapannya .


Dan yang lebih mirisnya lagi , suaminya lah yang memerintahkan orang-orang itu . Maureen menatap Joe sambil menangis . Ia dapat melihat Joe sedang tersenyum puas saat melihatnya menderita seperti .


Maureen menahan sekuat tenaga agar desahannya tidak keluar . Apalagi saat salah satu mereka mulai m*rab* bagian inti tubuhnya .


Mereka semua menikmati tubuh Maureen . Hingga tanpa sadar mereka mencengkrang kuat bekas luka jahitan diperut Maureen .


Maureen meringis kesakitan saat merasakan perih dan nyeri di bagian perutnya . Darahnya mengalir deras dari bekas luka itu . Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit yang dideritanya hingga iapun mulai kehilangan kesadaran .


Joenathan POV


Saat ini aku sedang menikmati sebuah pertunjukan yang sangat menarik dihadapanku . Aku tersenyum penuh kemenangan saat tiga orang suruhan ku berhasil membuat wanita jalang itu menderita .


Kulihat dia menatapku sambil menangis . Wajahnya cantiknya kini berubah menjadi menyedihkan .


" Cihh !! Melihatnya saja membuat ku jijik , dasar wanita jalang " umpatku dalam hati .


Aku memalingkan wajahku sejenak untuk meneguk wineku , kemudian kembali melihat aksi mereka .


Mata ku terfokus pada tangan yang sedang mencengkram kuat bekas luka Maureen . Luka yang dapat dilihat dengan jelas di tubuh putihnya .


Tubuhku menegang seketika saat melihat darah segar mulai mengalir dari bekas lukanya . Aku membanting gelas yang ku genggam dan bangkit dari dudukku .


Mereka yang terkejut menyaksikan itu langsung menoleh padaku dengan wajah pucat .


" Bb..bos..darrr..ah.." ungkap salah satu dari mereka dengan suara bergetar ketakutan .


Mataku memanas , aku mengepalkan kedua tanganku geram .


" Keluar...!! Keluar sekarang juga...!!! " teriakku keras .