
" Baiklah " Mr.Bredley menarik nafas sejenak kemudian kembali berkata
" Menikahlah dengan anakku , Joenathan Aryan " Mr. Bredley menatapku serius .
Aku yang ditatap hanya bisa melongo , terkejut atas apa yang di katakan Mr.Bredley . Menikah dengan anaknya , Yang benar saja ?
Aku tau bahwa Joenathan Aryan adalah laki laki yang sangat membenci wanita , bahkan seluruh karyawan di kantornya adalah laki laki , tapi aku tak punya pilihan . Aku menatap Mr.Bredley kemudian mengangguk lemas .
" Terima kasih Maureen , aku tau kau telah mengetahui sifat anakku tapi saat pertama melihatmu aku yakin bahwa kau dapat mengubah pandangan Joe tentang wanita ! " wajah Mr.Bredley terlihat sangat senang dan penuh harap membuatku semakin tak tega untuk menolaknya .
" Pernikahanmu akan dilaksanakan secepat mungkin setelah kau pulih total dan aku harap kau dapat bersabar dengan sikap Joe nantinya .
Aku harus mengatakan ini pada Joe ! Jaga dirimu , Maureen " ucap Mr.Bredley sambil mengusap rambutku lembut kemudian berlalu dan pergi meninggalkanku yang masih mencoba mencerna segala yang dikatakannya tadi. .
Flashback off
Saat ini aku sedang berjalan di atas altar menuju laki-laki yang tak lama lagi akan menjadi suamiku . Tubuhku bergetar takut saat ia menatapku benci .
Prosesi pernikahan berjalan dengan lancar . Aku menatap Joe tak percaya saat ia dengan lantang mengucapkan janji suci pernikahan kami .
Author POV
Joe menggandeng tangan Maureen dan memperkenalkan dengan bangga pada para tamu .
Saat ini Maureen terlihat sangat cantik , seksi , dan begitu mempesona . Para tamu undangan mengucapkan selamat atas pernikahan Joe dan Maureen .
Maureen menatap Joe sedih , ia tau bahwa saat ini Joe hanya berpura-pura bahagia agar tidak mempermalukan keluarganya .
Setelah selesai memperkenalkan Maureen , Joe menarik tangan Maureen kasar dan membawanya masuk kedalam kamar pengantin mereka .
Joe mendorong tubuh Maureen keras hingga dia jatuh tersungkur dan membentur tembok . Melihat Maureen yang meringis kesakitan Joe berjongkok kemudian tersenyum .
" Apa kau merasa sakit ? Maaf aku tak sengaja tadi " ucap Joe dengan nada sedih .
Maureen hanya menatap Joe yang tersenyum padanya namun tak lama raut wajahnya berubah menjadi tatapan kebencian . Joe mencengkram pipi Maureen kuat .
" Apa kau pikir aku akan mengatakan itu pada mu , Jalang ?!
Aku heran berapa banyak uang yang ayahku berikan padamu hingga kau mau menjual dirimu sendiri padaku . Tapi karena sekarang kau adalah milikku , kau harus menuruti setiap perkataan ku ! Apa kau mengerti ?! " teriak Joe .
Setelah mengatakan itu Joe langsung menghempaskan wajah Maureen hingga kepala nya kembali terbentur tembok .
Joe mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang .
" Kalian boleh masuk sekarang ! " katanya tegas lalu duduk di sofa yang berada disisi ranjang .
Tak lama kemudian tiga laki-laki berbadan besar masuk kedalam kamar .
Lalu tanpa komando lagi mereka menarik tangan Maureen dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang . Mulut Maureen dibungkam dengan kain . Tangan dan kakinya juga dipegangi , membuatnya tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali .
Mereka membuka gaun Maureen paksa menyisakan celana dalam dan bra yang menempel di tubuh putih dan seksi Maureen .
Maureen dapat melihat kilatan gairah pada tiga laki-laki brengsek itu . Karena ragu , salah satu dari mereka menoleh pada Joe .
" Bos , apa kau yakin ? " tanyanya takut-takut .
" Lakukan saja perintahku !!! " bentak Joe pada mereka .
Karena telah mendapat kepastian mereka pun menjalankan aksinya . Mereka menciumi tubuh Maureen ganas . Lidahnya menyusuri setiap lekuk tubuh indah Maureen .
Maureen menangis meratapi dirinya yang di perlakukan sangat kejam oleh Joe . Ia tak menyangka bahwa Joe akan setega ini padanya . Kehormatan yang ia lindungi selama ini dirusak oleh tiga laki-laki brengsek dihadapannya .
Dan yang lebih mirisnya lagi , suaminya lah yang memerintahkan orang-orang itu . Maureen menatap Joe sambil menangis . Ia dapat melihat Joe sedang tersenyum puas saat melihatnya menderita seperti .
Maureen menahan sekuat tenaga agar desahannya tidak keluar . Apalagi saat salah satu mereka mulai m*rab* bagian inti tubuhnya .
Mereka semua menikmati tubuh Maureen . Hingga tanpa sadar mereka mencengkrang kuat bekas luka jahitan diperut Maureen .
Maureen meringis kesakitan saat merasakan perih dan nyeri di bagian perutnya . Darahnya mengalir deras dari bekas luka itu . Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit yang dideritanya hingga iapun mulai kehilangan kesadaran .
Joenathan POV
Saat ini aku sedang menikmati sebuah pertunjukan yang sangat menarik dihadapanku . Aku tersenyum penuh kemenangan saat tiga orang suruhan ku berhasil membuat wanita jalang itu menderita .
Kulihat dia menatapku sambil menangis . Wajahnya cantiknya kini berubah menjadi menyedihkan .
" Cihh !! Melihatnya saja membuat ku jijik , dasar wanita jalang " umpatku dalam hati .
Aku memalingkan wajahku sejenak untuk meneguk wineku , kemudian kembali melihat aksi mereka .
Mata ku terfokus pada tangan yang sedang mencengkram kuat bekas luka Maureen . Luka yang dapat dilihat dengan jelas di tubuh putihnya .
Tubuhku menegang seketika saat melihat darah segar mulai mengalir dari bekas lukanya . Aku membanting gelas yang ku genggam dan bangkit dari dudukku .
Mereka yang terkejut menyaksikan itu langsung menoleh padaku dengan wajah pucat .
" Bb..bos..darrr..ah.." ungkap salah satu dari mereka dengan suara bergetar ketakutan .
Mataku memanas , aku mengepalkan kedua tanganku geram .
" Keluar...!! Keluar sekarang juga...!!! " teriakku keras .