
Ekstra part 1
Reen memasuki kamarnya setelah menemani Lio tidur siang . Ia melihat ke arah Joe yang sedang sibuk dengan berkas ditangannya .
" Joe , terkadang aku ingin menjadi berkas agar kau selalu menyentuhku setiap saat ! " kata Reen cemberut .
Joe yang tadinya terfokus pada berkas-berkas menoleh ke arah Reen yang sedang duduk dipinggir ranjang . Ia berjalan ke arahnya sambil tersenyum .
" Ada apa ?! " tanya Reen kesal saat melihat Joe berdiri dihadapannya sembari tersenyum .
Joe mengangkat tubuh Reen lalu memindahkannya ke atas pangkuannya .
" Aku merindukanmu..." suara Joe terdengar serak .
Joe menyandarkan kepalanya di bahu Reen . Deru nafas Joe terasa begitu hangat , membuat wanita itu merasakan gelenyar aneh di seluruh tubuhnya .
" Joe lepaskan ! Apa yang kau lakukan ? Aku lelah dan ingin istirahat ! Bukankah kau sedang sibuk ? Pergilah , dan selesaikan berkas-berkas itu ! " Reen mulai kesal .
" Sayang , mengapa kau sangat galak ? " kini suara Joe makin terdengar seksi di Indra pendengaran Reen .
" Entahlah , mungkin akibat benturan dari kecelakaan itu . Sudah , cepat pergi sana ! " bentak Reen .
" Oh iya aku lupa menanyakan ini padamu , bagaimana kau bisa selamat dari kecelakaan itu ? " Joe membalikkan tubuh Reen hingga berhadapan dengannya .
" Apa kau mengharapkan ku tidak selamat ? " tanya Reen sambil memicingkan matanya .
Joe langsung melumat bibir Reen lalu menjitak keningnya pelan .
" Kau semakin berani , honey ! Ayolah , aku hanya ingin mengetahuinya " ucap Joe merajuk .
" Baiklah . Sebenarnya aku juga tak tau bagaimana aku bisa selamat , Andrian lah yang mengetahuinya " jawab Reen sambil tersenyum .
Joe dapat melihat kilatan bahagia dimatanya saat Reen menyebutkan nama Andrian .
" Siapa itu Andrian ? " tanya Joe kesal .
" Dia adalah orang yang pertama kali menemukanku dan menolongku . Saat itu Andrian sedang bermain bersama teman-temannya dan dia menemukanku di tengah rawa hutan bakau .
Andrian bilang , ia mendengar suara seperti benda jatuh . Lalu ia pun berlari ke asal suara itu . Dan disitulah dia menemukanku dengan luka gores akibat ranting-ranting pohon , saat itu aku juga sudah tak sadarkan diri .
Singkat cerita , Andrian membawaku ke rumahnya . Disana aku dirawat dengan baik oleh keluarga Andrian . Ayah Andrian adalah orang yang sangat ahli dalam pengobatan tradisional .
Beliau meracik obat dengan tumbuhan-tumbuhan yang ada di hutan pantai untuk mengobati luka luarku . Setelah dua bulan , barulah aku sadar .
Dan saat sadar aku juga masih sama . Aku masih belum bisa menggerakkan tubuhku secara sempurna , aku hanya bisa mengangkat tangan , menggeleng dan berbicara " jelas Reen .
" Aku juga sempat mendengar kau memanggil namaku saat kau terjatuh " ungkap Joe dengan nada sedih .
" Ya , aku memang sudah bisa mengeluarkan suara saat itu . Mungkin karena dorongan hatiku yang sangat ingin memanggil namamu . Dan kau tau kata apa yang pertama kali kucapkan saat aku sadar ? " Reen menatap Joe lekat .
" Apa ? "
" Namamu ! Ibu Andrian yang menceritakannya padaku . Dan mulai saat itulah aku terus berusaha untuk sembuh , keluarga Andrian juga sangat mendukungku .
Setiap pagi hingga sore aku terus berlatih dan ketika malam ibu Andrian melumuri tubuhku dengan parem yang terbuat dari bahan-bahan herbal .
Selama sepuluh bulan aku terus menjalani itu , hingga kau bisa melihat diriku yang seperti sekarang ini " jelas Reen sambil tersenyum .
" Bagaimana jika bulan depan kita kesana ? Aku akan mengucapakan terimakasih kepada keluarga Andrian yang telah merawat istriku dengan baik ! "
" Bulan depan ? Apa itu tidak terlalu lama ? " tanya Reen bingung , ia pikir Joe akan mengajaknya Minggu depan .
" Kenapa ? Apa kau sudah merindukan Andrian ? " kata Joe kesal .
Terlihat jelas bahwa Joe sedang cemburu . Karena Reen mengetahui itu , muncullah ide jail di kepalanya .
" Ya , aku sangat merindukannya . Bagaimanapun Andrian selalu berada disampingku selama setahun penuh dan dia jugalah yang merawatku " ucap Reen dengan nada yang pura-pura sedih .
Joe makin kesal mendengar perkataan Reen , bayangan-bayangan buruk pun muncul otaknya .
" Apa telah terjadi sesuatu pada Reen dan Andrian ? " tanya Joe dalam hati .
Joe langsung mencium bibir Reen paksa , kali ini bukan lagi ciuman yang lembut . Tapi ciuman yang memaksa dan terkesan menuntut . Reen hanya mengikuti permainan Joe .
" Kau adalah milikku , Reen ! Dan tidak akan ada yang bisa merebutnya ! " ancam Joe tegas .
Kemudian dengan cepat ia mencium bibir Reen lagi . Reen yang tak mampu menyeimbangi ciuman Joe , mulai kehabisan nafas . Ia memukul dada Joe agar mau menghentikan ciumannya .
Joe memang langsung melepaskan ciumannya , tapi kini bibirnya malah beralih ke leher Reen . Ia membuat tanda disitu , setelah merasa puas dengan leher , Joe kembali menurunkan ciumannya dan berhenti pada dada Reen .
Ia melepaskan semua kain yang menghalanginya . Reen hanya pasrah melihat Joe yang sudah menanggalkan pakaiannya . Joe mulai menyusuri setiap inci tubuh Reen , membuat wanita itu tak bisa menahan desahannya .
" Aahh.." satu desahan berhasil lolos keluar dari mulut Reen .
" Panggil namaku , Reen..! " kata Joe dengan suara seraknya saat ia mulai memainkan inti Reen dengan jarinya .
" Hmm...Joe...hentikan ! Lio bisa terbangun ! " ucap Reen yang mencoba menghentikan Joe .
" Apa kau lupa sayang ? Kamar ini kedap suara dan aku telah menguncinya pintunya . Lio tidak akan mendengar apapun kecuali ia masuk ke kamar ini ! " bantah Joe tanpa menghentikan permainan .
" Joe...aku..akhh...ingin..."
" Jangan ditahan , keluarkan saja ! Aku yang akan menyambutnya ! "
Setelah mendengar perkataan Joe , Reen tanpa ragu mengeluarkan *** pertamanya . Sesuai dengan perkataannya , Joe tanpa rasa jijik menjilat cairan bening itu hingga bersih membuat Reen mengerang nikmat .
" Sekarang giliran ku ! " ucap Joe .
Joe mulai memasukkan intinya ke inti Reen . Reen merasa penuh didalam saat Joe memasukinya dengan satu hentakan .
" Akhh.." desah Reen .
" Kau masih sangat sempit , sayang ! Tapi , kali ini aku tidak akan memberi ampun padamu ! " kata Joe sambil terus memompa dirinya dengan durasi yang lebih cepat .
Ia baru berhenti saat dirinya dan Reen mencapai klimaks bersama . Joe menghempaskan tubuhnya disamping Reen yang tampak sangat kelelahan . Ia merangkul tubuh itu lalu mencium kening Reen sayang .
" Terima kasih , Reen . Aku mencintaimu ! " ungkap Joe
" Aku juga mencintaimu, Joe " balas Reen lalu mempererat pelukannya .
Merekapun tertidur karena sama-sama merasa lelah .
______________________________
__________________________
Ekstra part dua
" Joe hentikan ! " teriak Reen pada Joe yang kini sedang berada diatasnya .
Ya , kali ini Joe tidak akan melepaskan Reen lagi . Setiap ada kesempatan , Joe pasti menagih jatahnya . Tentu saja Reen tidak dapat menolak , karena Reen juga tau Joe pasti sangat menderita saat dirinya tak ada .
Apalagi Joe benar-benar tidak menyentuh wanita manapun selain dirinya . Tapi kali ini , entah mengapa perutnya terasa mual . Ia meminta Joe untuk menghentikan permainannya .
Awalnya Joe tak peduli , karena Reen memang selalu mengucapakan kata itu saat mereka sedang berhubungan .
" Joe , ku mohon...." lirih Reen dengan airmata yang siap jatuh dari sudut matanya .
Joe yang melihat itu langsung menghentikan aksinya , ia menegakkan tubuh Reen .
" Ada apa ? " tanya Joe khawatir .
" Aku...aku..uwwek.." belum sempat Reen menyelesaikan perkataannya , ia sudah berlari menuju kamar mandi .
Ia mengeluarkan seluruh isi perutnya . Joe menyusul , ia sangat terkejut dengan keadaan Reen .
" Joe , aku pusing " kata Reen lirih .
" Kita kerumah sakit sekarang ! " seru Joe dan langsung menuntun Reen untuk kembali ke kamar dan membantunya memasangkan pakaian .
Reen hanya menuruti perkataan Joe , karena pada dasarnya ia juga sudah tak tahan merasakan perutnya yang mual dan kepalanya yang terasa sangat berat .
Joe menghentikan mobilnya di lobi , ia menggendong Reen menuju ruangan khusus untuknya dirumah sakit ini .
" Joe , kau tak perlu menggendong ku ! Aku masih bisa berjalan ! "
" Aku tidak menerima penolakan , Reen ! " bentak Joe pelan . Reen tau , saat ini Joe sangat mengkhawatirkannya .
Joe meminta seorang dokter untuk memeriksa keadaan Reen . Ia menunggu dengan cemas , takut terjadi apa-apa dengan istrinya itu .
" Apa aku terlalu membuatnya lelah ? " Joe membantin .
Ia terus menatap ke arah dokter yang sedang memeriksa Reen . Dokter itu menoleh kemudian tersenyum pada Joe .
" Ada apa ? Mengapa kau tersenyum ? Bagaimana keadaan Reen ? " tanya Joe beruntun .
" Anda tak perlu khawatir , Tuan . Ini adalah gejala yang sudah biasa di alami oleh wanita yang sedang hamil " jelas Dokter itu .
" Hamil ?! " Tanya Joe dan Reen tak percaya .
" Ya . Nyonya Aryan sedang mengandung , untuk lebih jelasnya silahkan anda meminta dokter kandungan untuk memeriksa keadaan Nyonya Aryan " saran Dokter itu .
Tanpa banyak bicara , Joe langsung membawa Reen ke unit kandungan untuk memeriksa keadaan nya .
Disana Joe dan Reen hanya mengangguk-ngangguk mendengar penjelasan sang dokter . Dokter itu mengatakan bahwa saat ini usia kandungan Reen telah memasuki bulan ketiga .
Reen tidak menyangkal itu , karena ia masih mengingat dengan jelas kapan terakhir ia mengalami mentruasi . Yaitu saat ia menghadiri pernikahan Robert dan Leenea empat bulan yang lalu .
" Hasil USG menunjukkan bahwa saat ini Nyonya Aryan sedang mengandung anak kembar " ucap dokter itu .
" Apa ? " tanya Joe yang terkejut mendengar penjelasan dokter itu .
" Benar Tuan , dan kandungan Nyonya juga sangat sehat . Saya akan memberikan vitamin dan obat mual . Dan saya menyarankan pada Tuan dan nyonya untuk tidak melakukan hubungan intim sebelum janin didalam rahim Nyonya benar-benar sudah kuat "
Penjelasan dokter itu membuat wajah Reen memerah seketika , berbeda dengan Joe yang malah menyengir merasa tak bersalah . Reen mencubit perut Joe , membuat pria itu meringis lalu tertawa .
Dokter itupun ikut tersenyum , pasalnya baru kali ini ia melihat CEO utamanya itu tersenyum bahagia .
Hari-hari setelahnya Joe tampak sibuk dan overprotektif . Ia melarang Reen melakukan ini dan itu , alasannya hanya satu , ia tak ingin terjadi hal buruk pada calon bayinya itu .
Awalnya Reen merasa kesal , tapi ia mencoba memahami perasaan Joe , ini adalah pertama kalinya Joe merawat Reen saat hamil .
Karena saat Reen mengandung Reethan dan Lio ia tak pernah memberitahukanya pada Joe .
Joe dan Lio mengelus perut Reen yang sudah memasuki bulan kedelapan . Joe menciumi perut Reen sayang dan diikuti dengan Lio .
" Baik-baik disana ya , anak Dad ! " ucap Joe pada perut buncit Reen .
" Baik-baik disana ya , adik kakak ! " ucap Lio mengikuti gaya bicara Joe .
Joe dan Reen pun tertawa mendengarnya . Ada saja kelakuan Lio yang membuat mereka selalu merasa bersyukur memiliki anak baik Lio .
Sampai tibalah hari yang ditunggu-tunggu Joe . Saat ini Joe dengan gugup menggenggam tangan Reen yang sedang berusaha mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anaknya .
Airmata Joe menetes saat mendengar teriakan kesakitan Reen . Keringat terus bercucuran di kening Reen .
" Joe , sakit...." lirih Reen .
" Bertahanlah , Reen....aku disini ! " kata Joe mencoba menyemangati istrinya .
" Aaahhh......!! "
Kini teriakan Reen bersatu dengan suara tangisan bayi , Joe menciumi kening Reen berkali-kali . Joe terus menyemangati Reen dengan kata-katanya .
" Bertahanlah sebentar lagi , Reen....! "
" Joe...aku ..aku....aahhhhhh.....!! "
Bayi kedua telah keluar , Joe langsung memeluk tubuh lemah Reen . Ia mengusap keringat yang membanjiri wajah wanita yang sangat ia cintai itu .
" Terima kasih , Reen....terima kasih kau sudah mau melahirkan anakku ! " ungkap Joe haru .
" Aku yang harusnya berterima kasih padamu , Joe . Kau sudah mau menungguku dengan waktu lama dan mengizinkanku untuk menjadi ibu dari anak-anakmu ! " ucap Reen sembari menghapus airmata Joe .
" Selamat untuk anda Tuan , kedua bayi anda berjenis kelamin laki-laki dan keduanya juga sangat sehat " jelas seorang suster sambil menyerahkan bayinya ke gendongan Joe dan Reen .
Mereka tersenyum bahagia melihat betapa lucunya bayi mereka .
" Mereka semua mirip dengan mu , Joe ! " ucap Reen .
" Tentu saja ! Aku adalah ayahnya ! " seru Joe bangga .
" Giliran kau yang memberi nama kepada mereka ! " pinta Reen dengan pandangan yang tak lepas dari bayi yang berada digendongnya .
" Yang ada digendonganku ku kuberi nama Alvaro Aryan dan yang digendonganmu ku beri nama Elvian Aryan . Nanti kita bisa memanggil mereka Al dan El , bagaimana menurut mu ? "
" Indah , baiklah Al El harus menjadi anak yang baik , oke ? " ucap Reen sambil mengecup pipi gembul El .
***
Seluruh keluarga hadir dirumah Joe untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru mereka . Leenea yang sedang hamil tua pun langsung mengambil alih Al yang berada di gendongan Reen .
Sedangkan Robert yang langsung saja menggendong El yang berada di gendongan Joe . Sarah dan Bredley hanya tertawa melihat kelakuan mereka .
" Hey ! Aku adalah kakaknya , aku juga ingin menggendong Al dan El ! " seru Lio cemberut sambil menatap sinis ke arah uncle dan aunty nya .
Robert dan Leenea tertawa melihat tingkah Lio . Merekapun langsung mengecup pipi Lio berbarengan , membuat bocah laki-laki itu tersenyum malu .
Semua yang ada disana tertawa melihat sikap malu-malu Lio . Joe menatap Reen yang sedang tertawa bahagia .
" Reen....kita masih punya satu tugas lagi ! " bisik Joe disela tawa Reen .
" Apa ? " tanya Reen sambil tersenyum .
" Membuatkan adik perempuan untuk Lio , Al dan El " kata Joe dengan nada jail nya .
Reen yang mendengar itu langsung menghentikan tawanya dan memberi hadiah berupa cubitan keras di pinggang Joe . Membuat Joe meringis kesakitan namun tetap tertawa .
_________________________
__________________
Ekstra part tiga
Lima tahun kemudian .
Reen berdiri dibelakang Joe yang sedang berbicara dengan klien wanitanya didepan pintu rumah . Tatapan sinisnya ditujukan pada wanita itu , hingga membuatnya bergidik takut .
" Tuan , hanya itu yang hendak saya katakan . Saya rasa , saya harus segera kembali ! " ucapnya sambil menatap Reen takut .
" Baiklah , jika ada masalah anda bisa menghubungi saya kembali ! " kata Joe sembari tersenyum .
" Kalau begitu saya permisi dulu ! " pamit wanita itu lalu bergegas pergi .
Joe heran mengapa wanita itu langsung pergi begitu saja , padahal masih banyak yang ingin ia jelaskan tentang produk terbarunya .
Ia menggelengkan kepalanya pelan , lalu berbalik dan menemukan Reen sedang menatapnya tajam sambil melipat kedua tangannya di dada .
" Hallo tuan Aryan , seperti anda bahagia sekali bertemu dengan wanita itu ?! " tanya Reen menyindir .
Kini dia tau alasan mengapa kliennya pergi terburu-buru . Ia menghela nafasnya , bersiap akan apa yang akan Reen lakukan padanya .
" Apa kau tau dimana letak kesalahan mu ? " tanya Reen kesal .
" Aku tersenyum pada wanita lain " kata Joe pasrah .
Reen langsung mendekat kearah Joe lalu menjewer telinganya . Ia menarik Joe menuju dapur .
" Aku menyuruhmu untuk membuatkan Al dan El susu , tapi kau malah berusaha menggoda daun muda didepan ! Apa kau lihat tumpahan susu itu ?! " tanya Reen tanpa melepaskan jewerannya .
Joe hanya mengangguk pasrah , karena jika Reen sudah marah ia tak akan mampu melawannya .
" Astaga Joe ! Aku baru saja selesai mengepel dan ingin beristirahat , tapi kau malah membuat pekerjaan ku sia-sia.....bla bla bla bla........
Joe hanya manggut-manggut mendengar omelan Reen , omelan yang sudah selalu ia dengar setiap harinya .
Lio yang ada disitu langsung mengajak kedua adiknya masuk ke dalam kamar .
" Al , El ayo kita ke kamar ! Aku tak ingin kalian melihat perang dunia ke seribu disini ! " ajak Lio yang langsung dituruti adik-adiknya .
" Kak , apa Dad akan baik-baik saja ? " tanya Al polos .
" Tentu saja , Dad akan menangani Mom dengan baik . Sekarang kalian bermainlah di dalam kamar dan jangan keluar hingga waktu malam ! " perintah Lio pada adiknya lembut .
Ia pun langsung menyalakan radio keras . Lalu menyumbat telinganya dengan eirphone karena ia sudah hafal apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Mom dan Dad nya bertengkar .
***
" Hey tua bangka ! Apa kau tidak sadar akan umurmu yang hampir setengah abad ? Kau juga sudah hampir memiliki empat anak dan kau masih mencoba menggoda wanita diluar ?! " umpat Reen kesal .
" Baiklah , baiklah aku hanya menggoda istri ku tercinta ini ! " kata Joe dan langsung menggendong Reen ala bridal style .
" Joe lepaskan ! Aku masih marah padamu ! " Reen mengumpat Joe sambil terus memukuli dada bidangnya .
" Aku akan menebus kesalahaku dengan caraku , honey ! " goda Joe .
" Joeee.........!! " umpat Reen .
Joe pun langsung membungkam mulut Reen dengan ciumannya . Lalu membawanya masuk kedalam kamar mereka .
Diluar kamar Reen tampak sangat galak , tetapi jika ia sudah masuk kedalam kamar Reen menjadi tak berdaya dan Joe lah yang berkuasa .
" Joe , hentikan ! Apa kau ingat perkataan dokter kemarin ? Kau tidak boleh terlalu sering mengunjungi nya ! "
Reen menahan tubuh Joe agar tidak melanjutkan aksinya . Joe tersenyum jail sambil menatap mata Reen .
" Tapi anak kita menyukainya , Reen ! Benarkan , sayang ? " kata Joe sambil mencium perut Reen yang mulai membuncit .
" Joe , kau...hmmm..."
Joe mencium Reen lembut agar Reen mau menghentikan ocehannya .
" Aku mencintaimu dan aku ingin kita hidup bahagia ! Selalu dan selamanya...." ucap Joe pada Reen yang sudah tertidur karena kelelahan .
Joe mengecup kening Reen sayang . Ia merasa sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang . Saat ini ia sudah memiliki semua yang ia inginkan .
Istri yang selalu membuatnya bahagia , anak- anak yang baik dan menggemaskan serta calon bayi yang beberapa bulan lagi akan lahir di dunia .
Sekarang Joe tidak lagi menyesali pertemuan nya dengan Reen . Ia akan selalu mengingat pelajaran hidup dimasa lalunya agar masa depannya lebih baik .
____________
_______________
" Bisa membuatmu dan anak-anak bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidupku " ungkap Joe pada Reen saat mereka menyaksikan Lio , Al dan El sedang bermain di taman .
End
____________________________________________________________
😭😭😭😭 author gak nyangka cerita ini akhirnya mencapai titik akhir . Ini semua berkat para readers yang selalu setia membaca cerita ku....
Author ucapkan banyak-banyak terimakasih untuk kalian semua😍😍😘🤗
Sampai jumpa lagi di cerita berikutnya....