I'M Sorry Cause I Love You

I'M Sorry Cause I Love You
3 # Perih



" Bb...bbos..darrr..ah..!! " Aku dapat menangkap ketakutan pada mata mereka. Aku membanting gelas wine dan mengepalkan tangan


    " Keluar...!!! Keluar sekarang!! " Teriakku ku kesal, Mereka langsung beranjak pergi meninggalkan kamar .


   Aku langsung membungkus tubuh Maureen dengan selimut, membopong badannya, membawa nya keluar menuju parkiran lalu akupuntur melesat menuju rumah sakit.


_*_


Rumah sakit


     Aku mempercepat jalanku saat tanganku merasakan darahnya terus  mengalir dari balik selimut, tak kupedulikan lagi tatapan heran orang orang . 


     Kuletakkan tubuh lemahnya diatas kasur UGD ,


" Panggilkan dr.Tresser sekarang !! " Teriakku geram.


" Maaf tuan Aryan tapi dr.Tresser sedang melakukan operasi " 


" Aku tak mau tau , datangkan dr.Tresser atau ku pecat kalian semua !!! " Aku mulai geram , apalagi saat kulihat selimut yang membalut tubuh Maureen bagian perut memerah karena bercak darah,,


" Mana dr.Tresser !!?? " Tanyaku sambil menarik kerah baju dokter yang ada disampingku, membuat orang orang disekitar kami ketakutan.


" Keributan apalagi ini Joe ??" Aku menoleh ke sumber suara , ternyata dr. Tresser.


    Author POV


    Joenathan langsung menyuruh dr.Tresser untuk memeriksa keadaan Maureen . dr.Tresser sangat terkejut saat membuka selimut Maureen tak percaya dengan apa yang dilihatnya .


   Tubuh gadis ini dipenuhi cupang , dan tak sedikit pula yang berupa gigitan-gigitan yang membuat lecet di kulitnya , juga bekas cengkraman di kedua pergelangan tangannya, dia semakin terkejut saat melihat luka pasca operasinya terbuka lumayan lebar , di pinggiran luka itu juga terdapat bekas cengkraman yang nyaris seperti cakaran .


    " Astaga apa yang telah kau lakukan Joe !!?? 


Joenathan sendiri juga sama terkejutnya, tak percaya bahwa apa yang dilakukan oleh tiga bajingan itu bisa menyebabkan tubuh Maureen di penuhi luka yang bisa dibilang cukup serius . " Sial !! " Umpatnya dalam hati.


" Segera siapkan ruang operasi !!! Sekaraaaang!! " Teriakan dr.Tresser menggema di seluruh ruang UGD . Dia yakin , jika dia tidak dapat menyelamatkan gadis ini pasti Bredley akan sangat marah.


Ruang Operasi


   Lampu di ruang operasi masih merah , menunjukkan bahwa operasi didalam sana masih berlangsung . Saat ini Joenathan dan Mr.Bredley menunggu dengan gugup , tentu saja setelah Bredley melayangkan beberapa tinju pada Joenathan .


   Dia sangat marah pada anaknya yang begitu kejam terhadap Maureen, tapi dia sadar bahwa yang salah disini bukan hanya Jonathan tapi juga dirinya sendiri . Andai saja waktu itu dia bisa mempertahankan perusahaanya yang di ambang kebangkrutan , mungkin saja Diana tidak meninggalkan dirinya dan Joenathan demi laki-laki laki lain yang lebih kaya dari pada dia.


   Sekelebat masa lalu kembali berputar di otaknya


   Flashback on


   " Ku mohon Diana jangan pergi , jangan tinggalkan aku dan Joe disini , kasihan Joe dia sangat menyayangimu "  ucap Bredley memohon pada Diana  sambil memegang kakinya


   " Aku tidak bisa hidup seperti ini Ley !! Lihat dirimu ! Sudah dua tahun kau belum bisa mengatasi masalah perusahaan , dan mungkin hanya dalam beberapa Minggu lagi perusahannya akan bangkrut !! Jika itu terjadi bagaimana caramu memenuhi kebutuhanku ??"


   " Aku tak bisa hidup tanpamu Diana " 


   " Tapi aku lebih tak bisa hidup tanpa uang Ley!! " 


   " Aku tak peduli dengan Joe , dari awal bukannya hanya kau yang menginginkannya ? Aku tak pernah mau melahirkannya !! Tapi kau selalu melarang ku untuk menggugurkan kandungan, ingat itu Ley !! " 


     Tanpa mereka sadari Joe telah pulang dari sekolahnya saat ia hendak memasuki rumah , ia mendengar semua percakapan ayah dan bundanya , ia merasa sangat terpukul dengan ucapan bundanya, pantas saja selama ini sang bunda selalu bersikap dingin padanya. Ternyata ini adalah alasannya.


    Ia mengintip dari balik pintu melihat ayahnya sedang berlutut di kaki bundanya , itu membuat dia semakin geram , saat ini dia bisa mengerti apa yang terjadi karena dia bukan lagi anak kecil ,sekarang dia baru saja lulus SMA .dan sikap ayahnya terlalu berlebihan untuk apa mempertahankan wanita kejam seperti itu?


   Dengan cepat dia membanting pintu dengan kasar , membuat kedua orang tuanya terkejut. Dia berjalan menuju sang ayah , menarik tangan ayahnya untuk bangun .


    " Untuk apa ayah melakukan ini ?! Biarkan saja wanita jalang itu pergi ! Tak usah kita pedulikan dia !! Jelas Joenathan geram. Diana menatap Joenathan kesal , dia tidak menyangka bahwa Joe mampu mengeluarkan kata kata kasar itu.


    " Aku wanita jalang?? " Hei Joenathan , jika aku adalah jalang berarti kau adalah anak dari seorang jalang !!"


    " Huh..aku menyesal telah lahir dari rahimmu, ya aku adalah anak dari jalang maka dari itu kelak aku tak membiarkan jalang hidup di dunia dengan kesenangan !!  Ingat itu !! " 


     Diana yang mendengar itu hanya berdecak kesal kemudian ia pergi meninggalkan suami serta anaknya .


     Flashback off


    Lamunan Mr.Bredley terhenti ketika dr. Tresser keluar dari ruang operasi . Dia langsung menanyakan keadaan Maureen


    " Bagaimana ? "


     " Syukurlah lukanya dapat ditangani, tapi jika hal ini terulang lagi aku tak bisa menjamin bahwa Maureen akan sembuh total " 


      " Terima kasih Tresser " dr.Tresser hanya mengangguk, kemudian pamit untuk pergi meninggalkan anak dan ayah itu berdua.


    " Kau dengar itu Joe? Jika itu terjadi lagi aku tak kan pernah memaafkannya !! " 


    " Ayah...untuk apa kau membelanya ? Dia hanya seorang jal...." 


    " Cukup Joe !! Jaga ucapamu , tidak semua wanita sama Joe, Maureen gadis baik-baik baik tak seperti yang kau pikirkan ! " 


    " Apa bedanya mereka yah? Maureen menikahiku juga karena uang, berarti dia juga seorang jalang !! " Nada perkataan Joenathan makin meninggi.


    " Aku tak mau mendengarkan alasanmu Joe,,, sekarang kau jaga Maureen sampai sembuh!! "


     " Tapi yah..."


     " Aku tidak menerima penolakan !! Potong Mr. Bredley , lalu diapun beranjak dari tempat itu menuju ke ruangannya .


Kamar Maureen


   Joe memasuki kamar itu , memilih duduk di sofa yang agak jauh dari ranjang . Di lihatnya wajah Maureen , ada bekas lebam di pelipis kanannya mungkin akibat benturan tadi , tapi tak mengurangi sedikitpun kecantikan dari gadis itu, ya dia benar benar cantik .


   Tanpa sadar Joe yang tadinya hendak beristirahat malah menghampiri sisi ranjang Maureen , menatap kembali wajah polos nya yang tengah terlelap karena efek obat bius . 


  " Cantik " gumamnya pelan hampir tak terdengar lalu tatapannya terfokus pada bibir ranum nan seksi milik Maureen , menyentuhnya perlahan kemudian dia mendekatkan wajahnya pada wajah Maureen jantungnya berdetak kencang , napasnya memburu , hatinya berdesir pelan , dia tak dapat menahannya lagi .


  Dengan cepat dia menautkan bibirnya pada bibir Maureen yang terlelap, menciumnya lembut. Namun aksi menciumnya harus terhenti ketika terdengar suara pintu terbuka .


  " Joenathan !!! "