
" Tidak , maaf aku mengganggu kalian . Aku permisi dulu " ucap Reen langsung berbalik keluar dan menutup pintu asal .
" Kak Leen tunggu , dengarkan penjelasan Nea dulu ! " panggil Leenea sambil berlari hendak mengejar Reen .
Namun gerakan nya langsung ditahan oleh Joe . Leenea menoleh , lalu dengan cepat ia menampar keras pipi Joe .
" Leen , kenapa kau menamparku ? " tanya Joe bingung dengan sikap wanita di hadapannya .
" Pria brengsek ! Kau sudah beristri tapi masih menggoda wanita lain , dengan alasan yang tidak masuk akal ! " caci Leenea kesal .
" Leen , dengarkan penjelasan ku dulu ! " ucap Joe memohon .
" Berhenti memanggilku dengan panggilan itu !!! "
"..."
" Yang berhak memanggilku dengan panggilan itu hanya kak Leen !! "
"..."
" Leen yang kau cari bukanlah diriku . Leen yang kau cari adalah istrimu !!! "
"..."
" Kau adalah pria terbodoh yang pernah ku temui , pria yang tak mengenali orang yang ia cintai !! Pria yang menyia-nyiakan wanita yang sangat mencintainya !! "
Perkataan Leenea bagai tamparan keras bagi dirinya . Ia terdiam seketika mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan Leenea .
" Apa maksudmu ? "
" Apakah kau bodoh atau berpura-pura bodoh ??!! Dari awal aku sudah merasa bingung dengan setiap perkataan mu tadi ! Tujuan utama berada disini adalah untuk menemui kak Leen , orang yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri . Dan juga orang yang sama yang telah memberikanku nama panggilan itu , agar kita memiliki nama yang sama !! "
Joe jatuh tersungkur di hadapan Leenea .
" Maaf kan saya Tuan Aryan , saya rasa kita tidak bisa melanjutkan kerjasama kita ! Saya permisi dulu " ucap Leenea dan langsung meninggalkan Joe diruangnya .
Joe mencoba mengingat-ingat kembali perkataan Reen yang tertuju pada masa lalunya . Perkataan yang Reen ucapkan saat mereka sedang bersantai di taman setelah mengecek persiapan Lo Siento cafe dan perkataan Reen kemarin , tepat disaat tangan Joe terkena kuah panas .
Flashback on
Reen menghela nafas .
" Begitu besarkah cintamu padanya Joe ? "
" Ya , aku akan melakukan apapun untuk menemukannya . Hidupku adalah miliknya "
" Benar , aku tau apa yang kau rasakan Joe . Aku juga begitu . Aku sangat mencintaimu , penantian ku hanya untukmu , dan hidupku adalah milikmu "
" ... "
" Perbedaannya adalah...aku sudah menemukanmu , sedangkan kau belum menemukannya "
" ... "
" Dan disaat kau telah menemukannya masa penantian mu akan berakhir , sedangkan aku harus menghabiskan sisa hidupku untuk menanti lagi . Menanti hati ku untuk menghilangkan rasa cintanya padamu , menanti otak ku untuk berhenti berpusat padamu dan menanti pikiranku untuk melupakanmu . Selamanya "
" ... "
__________________________________________________
Joe menuangkan sup ke dalam mangkok Reen . Reen hanya tersenyum menyaksikan sisi Joe yang seperti ini .
" Apa ? " tanya Joe yang merasa diperhatikan .
" Tak ada , kau selalu terlihat tampan di situasi apapun "
" Oh benarkah ? "
" Ya ! " seru Reen sambil tersenyum .
" Apa karena itu kau menyukaiku Reen ? " tanya Joe pura-pura penasaran .
" Tentu saja bukan ! Karena aku mulai menyukaimu saat pertama kali aku melihatmu , dan saat itu kau sedang menunduk " jelas Reen sambil melihat keatas seolah menerawang .
" Kapan itu ? Apakah di pesta pernikahan kita ? tanya Joe kini yang benar-benar penasaran .
" Bukan ! Waktu itu , saat kau sedang terduduk di....
" Aahh !! " pekik Joe menghentikan penjelasan Reen .
" Ada apa ? Astaga Joe , tanganmu ! " Reen bangkit dan memegangi tangan Joe yang tersiram sup panas karena kurang hati-hati .
Flashback off
Joe menjambak rambutnya sendiri , mengutuk kebodohannya yang tak bisa mengenali Reen .
" Tidak ! Tidak bisa seperti ini , aku harus menemui Reen ! " ujar nya lalu berlari menuju pintu keluar .
Joe melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Setelah sampai di depan rumahnya Joe langsung membanting pintu . Memanggil-manggil nama Reen berualang kali .
" Reen...! " panggung saat berada di dalam kamar .
Joe tidak menemukan Reen disana , ia mengecek di dalam kamar mandi , Kosong . Reen juga tak ada disana .
Saat Joe hendak keluar kamar , ia melihat secarik kertas diatas meja rias Reen . Joe mengambilnya dengan perasaan campur aduk .
Joe , terima kasih atas apa yang telah kau berikan padaku . Aku sungguh sangat bahagia bisa hidup bersamamu , walau itu semua hanya sementara .
Aku minta maaf telah membuatmu menderita selama ini . Sekarang aku akan menepati janjiku padamu , meninggalkan mu dan tidak akan menemuimu selamanya .
Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu , Selamat ! Selamat karena kau telah menemukan cinta yang selama ini kau cari dan...
Selamat , kau telah berhasil membuatku melupakan bahwa semua yang kita alami kemarin-kemarin adalah sebagian usahamu untuk membuatku menderita , bahkan sangat menderita .
I'm sorry Joe , I'm sorry cause i love you . Maaf karena cintaku membuat mu hidup dalam penderitaan .
Selamat tinggal , cintaku....
Air mata Joe jatuh setelah membaca isi surat dari Reen . Pikirannya kembali pada saat dimana ia selalu menyiksa Reen dengan kejam .
" Aaaarrrgggghhhh !!!!! "
Teriak Joe sambil membanting apa saja yang ada dihadapannya .
" Tak ada waktu lagi , aku harus segera mencari Reen " gumamnya dalam hati .
Ia kembali melajukan mobilnya , kali tujuannya adalah rumah Arfan . Ia yakin Reen pasti berada disitu .
Joe kembali melajukan mobilnya , menembus jalanan padat kota di sore hari . Hatinya tak henti-henti memanggil nama Reen , berharap wanita itu belum pergi jauh darinya .
Setelah sampai di depan apartemen Arfan , ia mengetuknya keras . Tak lama kemudian Arfan muncul dengan wajah bingungnya .
" Apa ada lagi ini , Mr.Aryan ? " tanya Arfan sambil memicingkan matanya.
" Dimana istriku ?! " bentak Joe tak sabaran .
" Apa maksudmu ? "
" Cepat katakan ! Dimana kau menyembunyikan istriku ?! "
" Hey ! Aku tak mengerti sama sekali maksudmu ! "
" Aku yakin kau menyembunyikannya di dalam ! " bantah Joe dan langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Arfan .
" Reen ! Reen ! Dimana kau ? "
" Joenathan ! Aku katakan sekali lagi , bahwa Reen tidak ada disini dan aku tidak tau sama sekali permasalahan apa yang kau hadapi !! "
" Apa maksudmu Reen menghilang ? " kini Arfan benar-benar terkejut .
Joe hanya mengangguk lemah sebagai jawaban dari pertanyaan Arfan .
Arfan menarik kerah baju Joe seketika dan menyudutkannya di tembok .
" Kau bajingan !! Brengsek !! Apalagi yang kau lakukan pada Reen hari ini , hah ??!! Apa kau tidak puas setelah sering kali menyiksanya dan membuatnya kehilangan anak kalian ???!!! Dimana hati nurani mu , Joe ??!! " maki Arfan dengan mata merah yang menahan emosi .
Joe yang mendengar pertanyaan Arfan bingung .
" Apa maksudmu dengan kehilangan anak ? " tanya Joe bingung .
Buggghh !
Arfan meninju pipi Joe keras , hingga mengalir darah segar dari sudut bibirnya .
" Apa kau ingat saat kau memukul , membanting , menjambak , menginjak Reen di taman dengan kejamnya ??! Saat itu Reen sedang mengandung anakmu ! Dan kau membunuhnya , anak yang ingin Reen jaga selamanya ! Kau membunuhnya dengan tanganmu sendiri !! Kau pria bajingan !!! " jelas Arfan sambil terus meninju wajah Joe bertubi-tubi .
Joe diam menerima pukulan dari Arfan , ia sudah tak ada tenaga saat mendengar penjelasan darinya . Joe terus mengutuki dirinya .
" Aku bisa saja membunuhmu saat ini jika saja aku tak mengingat bahwa Reen sangat mencintaimu "
"..." Joe diam tak tau harus mengatakan apa .
" Aku akan memberi tau mu dimana kuburan janin yang dikandung Reen , agar kau merasakan penyesalan seumur hidupmu ! "
" Dimana ? katakan padaku ! "
" Aku akan mengantarmu ! "
***
Joe jatuh terduduk memandang gundukan tahan di hadapannya . Ia menyentuh batu nisan dengan air mata yang sudah tak dapat ia bendung .
" Reethan Aryan , Reen pernah mengatakan padaku bahwa kelak jika anaknya lahir ia akan memberikan nama itu . Nama gabungan antara kau dan dia , juga tetap memasangkan marga mu disana . Menandakan bahwa dia tak sedikitpun membencimu meski kau telah membunuh anaknya "
Joe hanya bisa kembali diam mendengar setiap perkataan Arfan .
" Aku akan kembali terlebih dahulu karena aku muak jika harus terus melihat pembunuh kejam sepertimu ! " ucap Arfan lalu pergi meninggalkan Joe yang masih bergelut dengan perasaan bersalahnya .
" Benar , aku adalah pembunuh ! Aku telah membunuh anak ku sendiri "
Joe terdiam begitu lama sambil memeluk nisan Reethan , bahkan sampai langit menghitamkan ia masih tetap tak bergeming .
Hingga suara dering ponsel terdengar , buru-buru ia mengangkat berharap ada informasi mengenai keberadaan Reen .
" Bagaimana ? Apa kalian sudah menemukannya ? " tanya Joe tak sabar .
" Kami telah menemukan jejak Nyonya , kami mendapat informasi bahwa Nyonya pergi menaiki pesawat dengan tujuan negara I . Tapi..."
" Tapi apa ?! Cepat katakan !!! "
" Tapi tak lama kemudian kami mendengar bahwa pesawat yang ditumpangi oleh Nyonya menabrak gunung yang ditutupi salju dan semua awak pesawat berserta penumpang nya dinyatakan tewas " jelas orang itu ragu .
Ponsel Joe terjatuh saat mendengar penjelasan orang suruhannya . Tubuhnya lemas seketika seakan ada batu besar yang menimpanya . Joe ambruk di atas makam anaknya , berita buruk itu membuat Joe kehilangan kesadarannya .
___
______
Joe mencoba membuka matanya yang masih terasa berat . Bau khas obat-obatan menyeruak masuk ke dalam rongga hidungnya .
Ia menatap sekeliling , mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi . Setelah ingatannya kembali , Joe bangkit dan langsung mencabut selang infus yang menempel di tangannya .
Joe berlari entah kemana , hanya mengikuti kemana kakinya akan membawanya . Pikirannya menerawang kembali pada waktu dimana ia selalu menyiksa Reen dengan kejam .
Setiap perlakuan nya adalah luka bagi Reen . Ia teringat akan kondisi Reen setelah keguguran . Wajah ketakutannya , wajah kekhawatirannya , wajah bersalahnya Reen hanya memendamnya sendiri .
Tak sedikitpun Reen menyalahkan Joe , Reen selalu mengatakan bahwa ini semua adalah kesalahannya .
" Arrggh !!! "
" Tidak ! Kau tak boleh meninggalkan ku Reen ! Kau tak boleh pergi ! Reen !!!! " teriak Joe , tanpa memerhatikan langkahnya .
Hingga silauan lampu makin mendekat ke arahnya . Joe hanya diam , tak ingin sedikitpun menghindarinya .
Braak !
Joe tertabrak , tubuhnya terpelanting jauh dan menghantam aspal dengan keras . Darah segar mengalir dari kepalanya .
Joe menerjab-nerjabkan matanya , mencoba merasakan setiap detail sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya .
" Inikah sakit yang kau rasakan selama ini Reen ? Kehilangan orang yang kau cintai . Sekarang aku tak akan meninggalkanmu sendirian , dengan ini aku berharap akan menemuimu . Kau , aku dan Reethan , kita akan bersama . Tunggu aku , Reen....tunggu aku....."
Pandangannya kabur , semua terasa gelap. Joe mulai kehilangan kesadarannya , ia sudah tak dapat mendengar teriakkan orang-orang disekitarnya .
Yang Joe tau adalah ia akan segera bertemu dengan Reen .
" Aku sudah melihat akhir yang buruk seperti ini .
Aku memiliki senyum yang cerah,namun tidak dengan kita .
Setiap hari berada dalam kehangatanmu , namun aku tidak dapat memelukmu .
Aku tidak tahu , betapa berharganya setiap saat bersama denganmu .
Dulu....
Aku tak dapat mengatakan,bahwa aku mencintaimu ...
Walau semuanya terasa terlambat...
Namun,aku sangat mencintaimu...
Sekarang aku akan mengatakannya , bahwa aku mencintaimu...
Sudah sejak lama penyesalan dan air mata datang di waktu yang sama
Bahkan jika itu menghilang , kata itu akan terukir lagi untukmu
Aku mencintaimu...
Begitu juga dengan duniaku , setiap saat itu adalah dirimu... " gumam Joe dalam hati , kemudian ia pun menutup matanya sambil tersenyum .
_______________________________________________________________________________________***___________________________
Hallo....
Readers yang tercinta , karena novel sudah mau mendekati akhir cerita , aku akan menanyakan ending seperti apa yang kalian inginkan
a . Joe happy ending , Reen sad ending
b . Reen happy ending , Joe sad ending
c . Keduanya sad ending
d. Keduanya happy ending
Jawab pilihan kalian di kolom komentar yaa....
Terima kasih telah setia membaca ceritaku
😘😘😍😊😊😊