I'M Sorry Cause I Love You

I'M Sorry Cause I Love You
16 # Aku mencintaimu



" Tidak , maaf aku mengganggu kalian . Aku permisi dulu " ucap Reen langsung berbalik keluar dan menutup pintu asal .


" Kak Leen tunggu , dengarkan penjelasan Nea dulu ! " panggil Leenea sambil berlari hendak mengejar Reen .


Namun gerakan nya langsung ditahan oleh Joe . Leenea menoleh , lalu dengan cepat ia menampar keras pipi Joe .


" Leen , kenapa kau menamparku ? " tanya Joe bingung dengan sikap wanita di hadapannya .


" Pria brengsek ! Kau sudah beristri tapi masih menggoda wanita lain , dengan alasan yang tidak masuk akal ! " caci Leenea kesal .


" Leen , dengarkan penjelasan ku dulu ! " ucap Joe memohon .


" Berhenti memanggilku dengan panggilan itu !!! "


"..."


" Yang berhak memanggilku dengan panggilan itu hanya kak Leen !! "


"..."


" Leen yang kau cari bukanlah diriku . Leen yang kau cari adalah istrimu !!! "


"..."


" Kau adalah pria terbodoh yang pernah ku temui , pria yang tak mengenali orang yang ia cintai !! Pria yang menyia-nyiakan wanita yang sangat mencintainya !! "


Perkataan Leenea bagai tamparan keras bagi dirinya . Ia terdiam seketika mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan Leenea .


" Apa maksudmu ? "


" Apakah kau bodoh atau berpura-pura bodoh ??!! Dari awal aku sudah merasa bingung dengan setiap perkataan mu tadi ! Tujuan utama berada disini adalah untuk menemui kak Leen , orang yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri . Dan juga orang yang sama yang telah memberikanku nama panggilan itu , agar kita memiliki nama yang sama !! "


Joe jatuh tersungkur di hadapan Leenea .


" Maaf kan saya Tuan Aryan , saya rasa kita tidak bisa melanjutkan kerjasama kita ! Saya permisi dulu " ucap Leenea dan langsung meninggalkan Joe diruangnya .


Joe mencoba mengingat-ingat kembali perkataan Reen yang tertuju pada masa lalunya . Perkataan yang Reen ucapkan saat mereka sedang bersantai di taman setelah mengecek persiapan Lo Siento cafe dan perkataan Reen kemarin , tepat disaat tangan Joe terkena kuah panas .


Flashback on


Reen menghela nafas .


" Begitu besarkah cintamu padanya Joe ? "


" Ya , aku akan melakukan apapun untuk menemukannya . Hidupku adalah miliknya "


" Benar , aku tau apa yang kau rasakan Joe . Aku juga begitu . Aku sangat mencintaimu , penantian ku hanya untukmu , dan hidupku adalah milikmu "


" ... "


" Perbedaannya adalah...aku sudah menemukanmu , sedangkan kau belum menemukannya "


" ... "


" Dan disaat kau telah menemukannya masa penantian mu akan berakhir , sedangkan aku harus menghabiskan sisa hidupku untuk menanti lagi . Menanti hati ku untuk menghilangkan rasa cintanya padamu , menanti otak ku untuk berhenti berpusat padamu dan menanti pikiranku untuk melupakanmu . Selamanya "


" ... "


__________________________________________________


Joe menuangkan sup ke dalam mangkok Reen . Reen hanya tersenyum menyaksikan sisi Joe yang seperti ini .


" Apa ? " tanya Joe yang merasa diperhatikan .


" Tak ada , kau selalu terlihat tampan di situasi apapun "


" Oh benarkah ? "


" Ya ! " seru Reen sambil tersenyum .


" Apa karena itu kau menyukaiku Reen ? " tanya Joe pura-pura penasaran .


" Tentu saja bukan ! Karena aku mulai menyukaimu saat pertama kali aku melihatmu , dan saat itu kau sedang menunduk " jelas Reen sambil melihat keatas seolah menerawang .


" Kapan itu ? Apakah di pesta pernikahan kita ? tanya Joe kini yang benar-benar penasaran .


" Bukan ! Waktu itu , saat kau sedang terduduk di....


" Aahh !! " pekik Joe menghentikan penjelasan Reen .


" Ada apa ? Astaga Joe , tanganmu ! " Reen bangkit dan memegangi tangan Joe yang tersiram sup panas karena kurang hati-hati .


Flashback off


Joe menjambak rambutnya sendiri , mengutuk kebodohannya yang tak bisa mengenali Reen .


" Tidak ! Tidak bisa seperti ini , aku harus menemui Reen ! " ujar nya lalu berlari menuju pintu keluar .


Joe melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Setelah sampai di depan rumahnya Joe langsung membanting pintu . Memanggil-manggil nama Reen berualang kali .


" Reen...! " panggung saat berada di dalam kamar .


Joe tidak menemukan Reen disana , ia mengecek di dalam kamar mandi , Kosong . Reen juga tak ada disana .


Saat Joe hendak keluar kamar , ia melihat secarik kertas diatas meja rias Reen . Joe mengambilnya dengan perasaan campur aduk .


Joe , terima kasih atas apa yang telah kau berikan padaku . Aku sungguh sangat bahagia bisa hidup bersamamu , walau itu semua hanya sementara .


Aku minta maaf telah membuatmu menderita selama ini . Sekarang aku akan menepati janjiku padamu , meninggalkan mu dan tidak akan menemuimu selamanya .


Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu , Selamat ! Selamat karena kau telah menemukan cinta yang selama ini kau cari dan...


Selamat , kau telah berhasil membuatku melupakan bahwa semua yang kita alami kemarin-kemarin adalah sebagian usahamu untuk membuatku menderita , bahkan sangat menderita .


I'm sorry Joe , I'm sorry cause i love you . Maaf karena cintaku membuat mu hidup dalam penderitaan .


Selamat tinggal , cintaku....


Air mata Joe jatuh setelah membaca isi surat dari Reen . Pikirannya kembali pada saat dimana ia selalu menyiksa Reen dengan kejam .


" Aaaarrrgggghhhh !!!!! "


Teriak Joe sambil membanting apa saja yang ada dihadapannya .


" Tak ada waktu lagi , aku harus segera mencari Reen " gumamnya dalam hati .


Ia kembali melajukan mobilnya , kali tujuannya adalah rumah Arfan . Ia yakin Reen pasti berada disitu .


Joe kembali melajukan mobilnya , menembus jalanan padat kota di sore hari . Hatinya tak henti-henti memanggil nama Reen , berharap wanita itu belum pergi jauh darinya .


Setelah sampai di depan apartemen Arfan , ia mengetuknya keras . Tak lama kemudian Arfan muncul dengan wajah bingungnya .


" Apa ada lagi ini , Mr.Aryan ? " tanya Arfan sambil memicingkan matanya.


" Dimana istriku ?! " bentak Joe tak sabaran .


" Apa maksudmu ? "


" Cepat katakan ! Dimana kau menyembunyikan istriku ?! "


" Hey ! Aku tak mengerti sama sekali maksudmu ! "


" Aku yakin kau menyembunyikannya di dalam ! " bantah Joe dan langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Arfan .


" Reen ! Reen ! Dimana kau ? "


" Joenathan ! Aku katakan sekali lagi , bahwa Reen tidak ada disini dan aku tidak tau sama sekali permasalahan apa yang kau hadapi !! "


" Apa maksudmu Reen menghilang ? " kini Arfan benar-benar terkejut .


Joe hanya mengangguk lemah sebagai jawaban dari pertanyaan Arfan .


Arfan menarik kerah baju Joe seketika dan menyudutkannya di tembok .


" Kau bajingan !! Brengsek !! Apalagi yang kau lakukan pada Reen hari ini , hah ??!! Apa kau tidak puas setelah sering kali menyiksanya dan membuatnya kehilangan anak kalian ???!!! Dimana hati nurani mu , Joe ??!! " maki Arfan dengan mata merah yang menahan emosi .


Joe yang mendengar pertanyaan Arfan bingung .


" Apa maksudmu dengan kehilangan anak ? " tanya Joe bingung .


Buggghh !


Arfan meninju pipi Joe keras , hingga mengalir darah segar dari sudut bibirnya .


" Apa kau ingat saat kau memukul , membanting , menjambak , menginjak Reen di taman dengan kejamnya ??! Saat itu Reen sedang mengandung anakmu ! Dan kau membunuhnya , anak yang ingin Reen jaga selamanya ! Kau membunuhnya dengan tanganmu sendiri !! Kau pria bajingan !!! " jelas Arfan sambil terus meninju wajah Joe bertubi-tubi .


Joe diam menerima pukulan dari Arfan , ia sudah tak ada tenaga saat mendengar penjelasan darinya . Joe terus mengutuki dirinya .


" Aku bisa saja membunuhmu saat ini jika saja aku tak mengingat bahwa Reen sangat mencintaimu "


"..." Joe diam tak tau harus mengatakan apa .


" Aku akan memberi tau mu dimana kuburan janin yang dikandung Reen , agar kau merasakan penyesalan seumur hidupmu ! "


" Dimana ? katakan padaku ! "


" Aku akan mengantarmu ! "


***


Joe jatuh terduduk memandang gundukan tahan di hadapannya . Ia menyentuh batu nisan dengan air mata yang sudah tak dapat ia bendung .


" Reethan Aryan , Reen pernah mengatakan padaku bahwa kelak jika anaknya lahir ia akan memberikan nama itu . Nama gabungan antara kau dan dia , juga tetap memasangkan marga mu disana . Menandakan bahwa dia tak sedikitpun membencimu meski kau telah membunuh anaknya "


Joe hanya bisa kembali diam mendengar setiap perkataan Arfan .


" Aku akan kembali terlebih dahulu karena aku muak jika harus terus melihat pembunuh kejam sepertimu ! " ucap Arfan lalu pergi meninggalkan Joe yang masih bergelut dengan perasaan bersalahnya .


" Benar , aku adalah pembunuh ! Aku telah membunuh anak ku sendiri "


Joe terdiam begitu lama sambil memeluk nisan Reethan , bahkan sampai langit menghitamkan ia masih tetap tak bergeming .


Hingga suara dering ponsel terdengar , buru-buru ia mengangkat berharap ada informasi mengenai keberadaan Reen .


" Bagaimana ? Apa kalian sudah menemukannya ? " tanya Joe tak sabar .


" Kami telah menemukan jejak Nyonya , kami mendapat informasi bahwa Nyonya pergi menaiki pesawat dengan tujuan negara I . Tapi..."


" Tapi apa ?! Cepat katakan !!! "


" Tapi tak lama kemudian kami mendengar bahwa pesawat yang ditumpangi oleh Nyonya menabrak gunung yang ditutupi salju dan semua awak pesawat berserta penumpang nya dinyatakan tewas " jelas orang itu ragu .


Ponsel Joe terjatuh saat mendengar penjelasan orang suruhannya . Tubuhnya lemas seketika seakan ada batu besar yang menimpanya . Joe ambruk di atas makam anaknya , berita buruk itu membuat Joe kehilangan kesadarannya .


___


______


Joe mencoba membuka matanya yang masih terasa berat . Bau khas obat-obatan menyeruak masuk ke dalam rongga hidungnya .


Ia menatap sekeliling , mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi . Setelah ingatannya kembali , Joe bangkit dan langsung mencabut selang infus yang menempel di tangannya .


Joe berlari entah kemana , hanya mengikuti kemana kakinya akan membawanya . Pikirannya menerawang kembali pada waktu dimana ia selalu menyiksa Reen dengan kejam .


Setiap perlakuan nya adalah luka bagi Reen . Ia teringat akan kondisi Reen setelah keguguran . Wajah ketakutannya , wajah kekhawatirannya , wajah bersalahnya Reen hanya memendamnya sendiri .


Tak sedikitpun Reen menyalahkan Joe , Reen selalu mengatakan bahwa ini semua adalah kesalahannya .


" Arrggh !!! "


" Tidak ! Kau tak boleh meninggalkan ku Reen ! Kau tak boleh pergi ! Reen !!!! " teriak Joe , tanpa memerhatikan langkahnya .


Hingga silauan lampu makin mendekat ke arahnya . Joe hanya diam , tak ingin sedikitpun menghindarinya .


Braak !


Joe tertabrak , tubuhnya terpelanting jauh dan menghantam aspal dengan keras . Darah segar mengalir dari kepalanya .


Joe menerjab-nerjabkan matanya , mencoba merasakan setiap detail sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya .


" Inikah sakit yang kau rasakan selama ini Reen ? Kehilangan orang yang kau cintai . Sekarang aku tak akan meninggalkanmu sendirian , dengan ini aku berharap akan menemuimu . Kau , aku dan Reethan , kita akan bersama . Tunggu aku , Reen....tunggu aku....."


Pandangannya kabur , semua terasa gelap. Joe mulai kehilangan kesadarannya , ia sudah tak dapat mendengar teriakkan orang-orang disekitarnya .


Yang Joe tau adalah ia akan segera bertemu dengan Reen .


" Aku sudah melihat akhir yang buruk seperti ini .


Aku memiliki senyum yang cerah,namun tidak dengan kita .


Setiap hari berada dalam kehangatanmu , namun aku tidak dapat memelukmu .


Aku tidak tahu , betapa berharganya setiap saat bersama denganmu .


Dulu....


Aku tak dapat mengatakan,bahwa aku mencintaimu ...


Walau semuanya terasa terlambat...


Namun,aku sangat mencintaimu...


Sekarang aku akan mengatakannya , bahwa aku mencintaimu...


Sudah sejak lama penyesalan dan air mata datang di waktu yang sama


Bahkan jika itu menghilang , kata itu akan terukir lagi untukmu


Aku mencintaimu...


Begitu juga dengan duniaku , setiap saat itu adalah dirimu... " gumam Joe dalam hati , kemudian ia pun menutup matanya sambil tersenyum .


_______________________________________________________________________________________***___________________________


Hallo....


Readers yang tercinta , karena novel sudah mau mendekati akhir cerita , aku akan menanyakan ending seperti apa yang kalian inginkan


a . Joe happy ending , Reen sad ending


b . Reen happy ending , Joe sad ending


c . Keduanya sad ending


d. Keduanya happy ending


Jawab pilihan kalian di kolom komentar yaa....


Terima kasih telah setia membaca ceritaku


😘😘😍😊😊😊