I'M Sorry Cause I Love You

I'M Sorry Cause I Love You
12 # Secercah harapan



Joe membolak-balikan badannya gelisah , ini sudah malam ke-3 sejak kejadian itu . Ia tak menyangka bahwa Reen benar-benar tidak akan kembali .


" Bagaimana keadaanmu sekarang ? "


Pikiran Joe kembali ke malam itu . Dia memukul Reen terlalu keras . Ia bahkan bisa melihat darah keluar dari kepala Reen , namun ia juga tak bisa menghentikan dirinya untuk tidak menyiksa Reen .


" Apakah kau sudah membenciku Reen ? " tanyanya pada bayangan Reen .


___


_____


" Joeee..."


" Joeee...tolong aku "


Joe melihat tubuh Reen bersimbah darah , tangan Reen terangkat seolah ingin meraih tangannya . Joe juga ingin meraih tangan Reen , namun ia tak bisa , seakan ada sesuatu yang menahannya .


" Reen kau kenapa ??? " tanya Joe mulai panik


" Joe , aku telah kehilangannya...."


" Apa maksudmu Reen ? Reen....!! Reen...!! "


Bayangan Reen mulai menghilang


_______________________________________________________


" Reen....!!! "


Joe terbangun dari tidurnya , nafasnya terengah-engah , bajunya basah oleh keringat .


" Ini hanya mimpi , namun terasa begitu nyata . Apa yang terjadi pada mu Reen ?? "


Joe mengambil ponsel Reen yang berada dia atas nakas . Reen memang tidak membawanya saat itu . Ia terpaksa menelpon Arfan , karena Joe yakin hanya Arfan yang mengetahui keberadaan Reen .


" Hallo ? "


" Dimana istriku ? "


" Istrimu ? Apakah kau baru mengingat bahwa orang yang pukuli dengan kejam itu adalah istrimu . Kau bahkan baru mencari istrimu setelah tiga hari ! "


" Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu ! Cepat katakan dimana dia ??!! "


" Apakah kau mengkhawatirkan nya setelah membuat dia belum sadar sampai sekarang !! "


" Apa maksudmu ??!! " Joe membelalakkan matanya , Reen belum sadar ? Apakah separah itu ?


" Sampai saat ini dia belum juga sadar dari komanya !!! Dan apakah kau tau , dia bahkan selalu menyebutkan namamu sambil menangis , kemudian kembali tak sadarkan diri !! Apakah kau tau betapa tersiksanya Maureen !!! "


" Cepat katakan dimana dia ??!! "


"Jika bukan karena Reen aku tak akan mau mengatakannya "


" Dimana BRENGSEK ??!!! "


" Rumah sakit Grup Ashlynn "


Joe memutuskan saluran telpon dan segera menuju Rumah Sakit yang ia ketahui adalah milik keluar Arfan .


Ia berjalan cepat di koridor rumah sakit menuju bagian resepsionis .


" Maureen Aquila " ucapnya terengah-engah .


" Maureen Aqulia , bangsal VIP nomor 21 "


Setelah mendapat jawaban dari resepsionis tersebut , Joe kembali berlari . Dada nya makin bergemuruh saat berada di depan ruangan Reen .


Dia membuka pintu perlahan . Matanya menatap tubuh Reen yang terbaring di ranjang . Terlihat jelas luka-luka lebam di wajah dan tangannya .


Joe mendekat kearah Reen , dibelainya wajah Reen yang pucat .


" Reen..." ucapnya lirih dengan suara tercekat .


" Reen....bisa kah kau bangun ? "


" ... "


" Reen...maafkan aku... Tidak , jangan ! Jangan pernah kau memaafkan ku "


" ... "


" Aku memang kejam Reen !! Tapi kumohon bangunlah , agar kau bisa membalas dendam padaku ...." air mata Joe mengalir .


" ... "


" Reen..."


Tut...Tut..Tut..


Joe menggenggam tangan Reen , ia tak ingin melepasnya lagi hingga Joe tertidur karena kelelahan menangis .


" Joeee...Joeee...


Seketika Joe terbangun dari tidurnya , ia memandang sedih Reen yang sedang memanggil namanya dengan mata terpejam .


" Reen..kumohon jangan seperti ini , bangunlah " Joe kembali menangis .


" Joeee....Joeee..." panggil Reen makin keras sambil menggelengkan kepalanya .


" Reen..." Hati Joe makin teriris melihat kondisi Reen yang seperti ini . Ia memeluk tubuh Reen yang masih terbaring .


" Joe..." kini Reen memanggil namanya disertai tangis .


Joe langsung mendongak kan kepalanya , dan benar Reen sedang menangis sambil mengelus punggungnya .


" Reen !! " Joe langsung memeluk Reen kembali


" Reen maafkan aku ... , aku janji aku tidak akan menyakitimu lagi ..."


" Joeee...kau tak pernah salah dimataku , aku lah yang salah karena telah memaksakan diri untuk masuk ke kehidupan mu "


Hati Joe semakin terenyuh . Reen begitu mencintainya , tapi mengapa ia tetap tak bisa mencintai Reen ?


" Reen aku akan selalu menjagamu "


" Terima kasih . Aku mencintaimu Joe "


Joe hanya mengangguk , ia tak berani menjawab apapun , takut membuat Reen semakin terluka .


Awalnya Joe ingin memindahkan Reen ke Rumah Sakit milik mereka , namun Reen menolak . Ia beralasan bahwa takut membuat Mr.Berdley khawatir , Joe akhirnya menerima alasan itu .


Dan alasan sebenarnya adalah Reen tak ingin Joe mengetahui bahwa dia keguguran , ia ingin tetap menjaga rahasia itu karena takut Joe makin terpukul .


Untung saja Arfan tetap mau membantunya . Arfan menyuruh dokter yang merawat Reen memanipulasi penyakit Reen .


Joe merawat Reen dengan baik hingga Reen benar-benar pulih . Reen juga merasakan banyak perubahan dari diri Joe , membuat harapan Reen untuk dicintai Joe kembali muncul .


" Reen , tadi dokter berkata hari ini kau sudah boleh kembali "


" Benarkah ? " seru Reen senang .


" Tentu , aku akan mengemasi barang-barang mu dan segera pulang "


" Baiklah "


Reen tersenyum melihat Joe yang cekatan mengemasi barang-barangnya . Sesekali Joe tersenyum melihat ke arahnya .


" Selesai , ayo kubantu kau berdiri "


Joe menahan tubuh Reen , membantunya turun dari ranjang .


" Joe , aku bisa melakukan nya sendiri "


" Tidak Reen , aku harus membantumu " Joe tetap memaksa , membuat Reen tak punya pilihan selain menerima perlakuan Joe .


Rumah Joe


" Selamat datang di rumah ! " seru Joe sambil tersenyum menatap Reen .


" Terima kasih , Joe " Reen juga tersenyum .


" Oh ya Reen , apakah kau ingin kubuatkan susu khusus wanita itu ? " tanya Joe sambil menahan tawa , teringat kembali kejadian saat ia meminum susu itu tanpa bertanya .


Berbeda dengan Joe , mendengar pertanyaan itu membuat senyum Reen memudar terganti dengan raut wajah sedih .


Joe bingung melihat perubahan raut wajah Reeen . Joe menghampirinya , menarik dagu Reen agar menatap wajahnya .


" Joeee...." Air mata Reen menetes saat Joe menatapnya .



Kebingungan nya makin bertambah saat melihat Reen menangis , ia langsung memeluk Reen erat .


" Reen ada apa ? Mengapa kau menangis ? "



" Joeee...aku...aku..." suara Reen tercekat , dadanya berguncang dan badannya mulai gemetar .




" Joeee...."



" Sudah , tak apa..." Joe mencoba menenangkan Reen yang makin terisak , ia mengelus punggungnya sayang .



" Joeee...." suara Reen menelan bersamaan dengan tangannya yang jatuh terkulai .



Joe yang mulai panik melonggarkan pelukannya . Ia mengguncang\-guncang Reen yang terpejam .



" Reen...reen...." panggil Joe , ia mulai khawatir .


Takut terjadi apa-apa dengan Reen .


Joe menggendong Reen , merebahkan tubuhnya di atas kasur . Bulir\-bulir keringat keluar dari kening Reen .



" Tidak...! Tidak...! " teriak Reen kembali mengigau .



" Reen...." Joe mengelus kening Reen lembut , berharap agar istrinya itu cepat sadar .



" Tidak....dia tidak boleh pergi ! Aku tak ingin kehilangannya .....!!! Tidakkk !!! "



Joe langsung memeluk Reen kembali .



" Joe aku takuut...."



" Aku disini , tak ada yang perlu kau takutkan "



" Tidak Joeee..."



" Reen percayalah padaku..."



" Joeee...jangan pernah tinggalkan aku "



" Itu tidak akan pernah terjadi " ucap Joe lalu menautkan bibirnya pada bibir Reen , membuat wanita itu kembali tenang .



Setelah merasa Reen lebih tenang , Joe melepaskan ciumannya lalu kembali merebahkan tubuh Reen dan berbaring di sampingnya .



" Aku tak akan meninggalkanmu lagi Reen " janji Joe kemudian memeluk tubuh Reen , hingga keduanya tertidur karena kelelahan .


____


______


" Joe...Joe...bangun ! " Reen menepuk\-nepuk pelan pipi Joe .



Joe tau Reen sedang membangunkannya , tapi ia begitu malas untuk bangun . Ia hanya menggeliat sejenak , membuka mata lalu menutupnya kembali .



Reen kesal melihat Joe yang sengaja mengabaikannya . Jiwa jail nya pun muncul , ia mencium bibir Joe kasar , tangannya meraba\-raba pinggang Joe .



Hilang sudah rasa kantuk Joe , ia membalas ciuman Reen . Sentuhan Reen membuatnya menginginkan lebih .



Reen melepaskan ciumannya saat Joe sudah benar\-benar bergairah . Ia segera berlari ke arah pintu kamar



" Sudah waktunya bangun Joe , dan kau malah mau bermalas\-malasan . Itu hukuman untuk mu " ujar Reen sambil menjulurkan lidah sebelum benar\-benar menghilang dari balik pintu .



" Sial ! Aku jatuh dalam perangkapnya " Joe menertawai dirinya sendiri yang begitu bodoh dan mudah terjebak oleh setan kecil itu .



Alhasil ia harus mandi air dingin untuk menenangkan dirinya . Karena ia tak ingin melakukannya sekarang dengan kondisi Reen yang masih belum stabil .



" Joeee...ini sudah satu jam kau berada di dalam kamar mandi ! Apa kau baik\-baik saja ? "



Reen benar\-benar khawatir sekarang , ia sudah menunggu Joe keluar dari kamar mandi . Tapi , yang ditunggu malah belum menunjukkan tanda\-tanda akan keluar .



Sebenarnya Joe sudah hendak keluar dari kamar mandi , tapi saat ia mau membuka pintu , Reen malah menggedor\-gedor pintu itu .



" Ini waktu yang telat untuk membalasnya " seru Joe dalam hati .



" Arrggh " teriak Joe seolah benar\-benar kesakitan .


" Joeee...??!! Kau kenapa ? " Reen panik , ia segera mengambil kunci cadangan di dalam laci , lalu membuka pintu kamar mandi .


Reen melihat Joe terlentang di lantai kamar mandi dengan pisau cukur yang tergeletak disamping tubuhnya , dan darah mengalir dari pergelangan tangannya . Reen mematung , badannya gemetar ketakutan .


" Astaga Joe !! " pekik Reen sambil membungkam mulutnya dengan tangan . Ia menghampiri Joe sambil menangis . Tangannya terulur menyentuh tangan Joe yang terluka .


" tunggu...bukankah ini cairan serum ku ? " gumam Reen dalam hati .


Reen kini paham , saat ini Joe sedang mengerjainya . Reen mempertahankan tangisnya agar Joe tetap mengira ia masih tertipu .


Lalu salah satu tangan Reen meraih selang Shower dan langsung menyemprotkan air ke arah tubuh Joe .


Joe yang terkejut langsung berdiri . Ia melihat Reen sedang menertawainya puas . Joe mengutuk dirinya dalam hati , mengapa ia selalu kalah dalam hal bodoh seperti ini ?



" Hahaha...Joe kau tak bisa menipuku ! " tawa menggema di seluruh kamar mandi .



Joe yang tak mau kalah merebut selang itu lalu menyemprotkan air ke arah Reen .



" Hahaha....kau kenapa ! " seru Joe gembira .



Reen terdiam sejenak , mengusap wajahnya yang basah lalu menghampiri Joe cepat . Ia berusaha merebut selang itu kembali , tapi Joe tak mau melepasnya .



Akhirnya aksi rebut\-rebutan pun tak bisa di hindari . Selang itu menari kesana kesini sambil menyemprotkan airnya , membuat semua alat\-alat mandi berhamburan .



Tawa mereka pecah saat menyadari kamar mandi yang sudah berantakan karena ulah mereka yang seperti anak kecil .



Reen berharap ia akan bisa seperti ini selamanya , tertawa bersama orang yang ia cintai .