I Hate You Bastard!!

I Hate You Bastard!!
Episode 47



Dave tersenyum setelah mendapat laporan dari Anna bahwa wanitanya telah kembali ceria. Pria itu lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Kerja kerasnya memang tidak sia-sia selama ini. Meski dengan bantuan Ardon, tetap saja Dave yang paling menforsir kemampuannya. Ardon hanya membantu dalam dua puluh persen, yaitu menghalangi Bara menyentuh perusahaannya.


Sebelumnya Dave tidak yakin dengan kemampuannya dalam berbisnis. Karena dalam dirinya bakat bisnis itu tidak ada, kemampuan Tuan Rodriguez sama sekali tidak menurun padanya.


Namun hanya karena ingin memperjuangkan seorang wanita, Dave akhirnya memaksakan dirinya. Mengasah kemampuannya hingga bisa sejajar dengan sang ayah. Dan jerit payahnya itu membuahkan hasil. Dave akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan ritel yang hampir bisa menandingi perusahaan raksasa lainnya.


***


Srakk...


Kertas-kertas berisi dokumen penting, berhamburan di wajah seorang pria setengah baya. Ketakutan jelas terlihat di wajahnya pada sang atasan yang terkenal dengan kekejamannya.


"Apa maksud semua ini? Sejak kapan aku mempekerjakan orang-orang bodoh seperti kalian?" bentak Bara dengan wajah mengerikan.


Bawahan itu tidak berani berucap sepatah kata pun, yang mana membuat Bara semakin terpancing emosi.


"Jawab! Kenapa proposal ini ditolak oleh pihak CCE Corps?" sentaknya.


"Maafkan kami Sir. Proposal yang kita ajukan, adalah proposal terbaik yang kita rencanakan. Tetapi ada perusahaan ritel baru yang merebut posisi kita Tuan." jawab bawahan itu dengan tubuh gemetar.


"Perusahaan baru?"


"Ya Sir. Walgreens Corps dari negara Selandia Baru. Perusahaan yang baru saja naik daun setelah menyelesaikan proyek pembangunan istana negara Britania Raya. Sebenarnya CCE Corps juga tertarik dengan proposal yang kita ajukan, tetapi mereka lebih tertarik dengan perusahaan baru itu Tuan." jelas pria tersebut.


Kening Bara berkerut dalam, amarahnya semakin memuncak.


"Keluar!" perintahnya. Tanpa pikir panjang, manager itu segera keluar dari sana.


'Walgreens Corps' Bara langsung menelusuri perusahaan rival itu di komputernya. Tidak ada yang menarik dari perusahaan itu. Walgreens hanyalah perusahaan retail yang baru berdiri, belum genap enam bulan. Memang cukup menakjubkan, pasalnya dalam waktu singkat itu mereka berhasil menarik perhatian perusahaan raksasa dari berbagai dunia.


"Ardon Cassano?"


"Bukankah itu..." Bara mencurigai sesuatu dari perusahaan itu. "Bagaimana bisa Ardon bekerja sama dengan perusahaan ini?" lirih Bara.


Ardon Cassano, pemilik perusahaan yang kini juga dalam masa kejayaannya. Bara mengenal Ardon, dan juga mengetahui bahwa Ardon bersahabat dengan Dave.


Bara cukup janggal, kenapa perusahaan besar Ardon, mau bekerja sama dengan perusahaan kecil seperti Walgreens yang mungkin saja hanya akan merugikan perusahaan.


Jika itu dirinya, Bara jelas tidak akan mau melakukan hal itu. Pasti ada sesuatu hal, yang membuat Ardon yakin dengan Walgreens. Dan mungkin saja pemilik dari Walgreens adalah kenalan baiknya.


Kening Bara semakin berkerut dalam, ketika kecurigaannya semakin kuat.


"Kakak..." Bara yang sedang berpikir keras, teralihkan pada sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


Amarah dan emosi yang tadinya menguasai kini menghilang entah kemana.


"Sayang, kau datang?" pria itu tersenyum.


Merentangkan tangannya, untuk menyambut wanita cantiknya berhambur ke pelukannya. Tidak lupa, kecupan manis didaratkan di bibir wanita itu.


"Siapa yang mengantarmu?"


"Kak Dena. Tapi dia langsung pergi, katanya ada urusan."


"Kakak sedang apa?" tanya wanita yang tengah berbadan dua itu. Rara, wanita milik Bara seorang, memperbaiki posisi duduknya di atas pangkuan suaminya.


"Ardon Cassano?" bibir mungil itu membaca biografi yang ada di laptop suaminya. "Bukannya Ardon itu sahabatnya Dave?" tanya wanita itu.


Bara mengangguk, "Sayang, sepertinya aku tahu dimana Safira berada."