I Hate You Bastard!!

I Hate You Bastard!!
Episode 45



Keesokan paginya, Safira sudah diizinkan pulang oleh dokter. Namun di rumah, Safira harus menjalani bed rest, dan tidak boleh melakukan kegiatan yang membuatnya lelah.


Dave, orang yang paling panik setelah melihat Safira terjatuh, kini mempersiapkan segalanya di rumah. Setelah mendengar penjelasan dari dokter, yang mengatakan bahwa Safira bisa saja mengalami kontraksi di usia kandungannya yang terbilang muda ini.


Oleh karena itu, Dave mempersiapkan segala peralatan rumah sakit khusus untuk wanita hamil, di sebuah ruangan. Tidak hanya itu, Dave bahkan memanggil dokter terbaik untuk tinggal di rumahnya.


Memang sangat berlebihan, dan Safira dibuat cukup kaget akan tindakannya. Safira memang sangat dimanjakan oleh ibunya sejak kecil, tetapi apa yang Dave lakukan cukup membuat hatinya tersentuh.


"Hati-hati. Jangan berjalan terlalu cepat, nanti kau bisa jatuh." ucap Dave, yang berdiri di belakang Safira sambil berjalan menuju kamar mereka. Entah sudah berapa kali ia menasehati Safira agar berhati-hati.


"Cukup Dave. Dari tadi, aku berjalan sangat lambat. Kapan aku sampai jika kau terus menghalangi jalanku." ketus Safira dengan perasaan jengkel.


"Kau bisa saja jatuh Safira, tidak ingat kata dokter? Kau tidak boleh terjatuh lagi." kata Dave.


"Iya iya... aku ingat. Tapi kau sangat berlebihan." balas Safira.


"Mulai sekarang aku akan berlebihan, karena jika aku membiarkanmu, kejadian seperti kemarin akan terjadi lagi." setelah mengatakan itu, Dave menunduk, kemudian meraup Safira ke dalam gendongannya.


"Dave!" pekiknya.


"Kau tidak boleh naik tangga. Mulai besok, aku akan memindahkan kamarmu ke lantai bawah." ujarnya, kemudian berjalan menaiki anak tangga, tanpa peduli kekesalan Safira.


Hari menjelang malam, Safira masih berada di kamar di lantai dua. Wanita itu sudah bosan, karena telah menghabiskan sepanjang sore di kamar saja. Tidak ada yang bisa diajak bicara. Padahal Dave ada di sana, tapi pria itu sibuk dengan pekerjaannya.


"Dave, aku mau keluar." ucap Safira setelah menandaskan makan malamnya yang diantar oleh Anna.


Dave yang tadinya fokus pada laptopnya, teralihkan.


Dave mengangkat alisnya, dia mengerti perasaan Safira. Pria itu kemudian menyusul istrinya, (ralat) maksudnya wanitanya ke tempat tidur.


"Kau bosan?"


"Hmm..." Safira menjawab setengah hati. Dan menurut saja ketika Dave menariknya untuk bersandar.


"Dari tadi, aku berusaha mengabaikanmu karena aku takut tidak bisa mengontrol diri agar tidak menyentuhmu, kau tahu aku dilarang dokter bercinta denganmu." ucap pria itu dengan gamblang, yang mana membuat Safira malu.


"Tapi karena kau bilang, kau bosan, mungkin aku bisa mengurai kebosananmu dengan sedikit permainan."


Safira merasakan sesuatu yang tidak beres. Mata Dave dipenuhi kelicikan saat ini, dia bisa melihatnya. Dan firasatnya memang benar, ketika Dave mengambil tangannya dan meletakkan tepat di atas area terlarang milik pria itu.


Safira mengerti maksud Dave, pria ini memang benar-benar cassanova sejati. Masih sempatnya bermain dengan wanita hamil yang lemah sepertinya.


Safira segera menarik tangannya menjauh, "Tidak mau!" tolaknya.


Dave terkekeh, dengan gerakan cepat, namun tidak membuat Safira terbanting sama sekali, Dave mengurung Safira di bawah tubuhnya.


"Dave!" teriaknya.


Melihat wajah ketakutan itu, Dave malah terkekeh geli. "Ayolah Safira. Kita sama-sama membutuhkan. Hanya sebentar saja." sambil mengusap kening wanita itu lembut.


Safira menggeleng, "Aku tidak butuh hasrat sialanmu itu! Dasar manusia cabul!"