I Hate You Bastard!!

I Hate You Bastard!!
Episode 40



Mobil mewah berwarna hitam pekat, melaju membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Mobil itu dikemudikan oleh Dave, yang kini diliputi perasaan marah bercampur takut yang hampir membuat kepalanya pecah.


Mendengar laporan hilangnya Safira, tanpa pikir panjang, Dave meninggalkan Ardon begitu saja di ruangannya. Dave tidak dapat mengontrol emosinya, membawa mobil dengan kecepatan tinggi yang hampir saja membahayakan beberapa pengguna jalan.


"Safira, kau menguji kesabaranku!" geramnya, tak lupa setir mobil menjadi pelampiasannya.


Pria itu sama sekali tidak menyangka, Safira akan mengkhianati kepercayaannya. Padahal sebelumnya, setelah melihat bagaimana Safira sudah mulai menurut padanya, Dave mulai yakin wanita itu mulai nyaman bersamanya. Oleh karena itu, dia memberikan sedikit kebebasan untuk Safira.


Waktu tempuh yang harusnya kurang lebih hampir satu jam, tapi Dave dengan segala emosinya, hanya butuh tiga puluh menit untuk sampai ke rumah.


Dave berjalan dengan emosi yang meledak-ledak, disambut oleh para pelayan yang menunduk ketakutan di rumah raksasa tersebut.


"Menjaga satu perempuan saja kalian tidak becus!" teriak Dave setelah menghempas pintu kamarnya, pada Anna dan dua orang pengawal yang mengawasi Safira.


Mereka hanya bisa tertunduk, bersiap menerima hukuman dari majikan yang kejam.


"Bagaimana bisa Safira bisa kabur dari kalian!"


"Maafkan kami Tuan. Tadi pagi, Nyonya bilang ingin ke taman bunga yang ada di dekat penthouse. Saya menemani Nyonya sepanjang pagi. Nyonya kehausan, oleh karena itu, saya pulang untuk mengambilkan minum. Tapi setelah saya kembali ke taman, Nyonya menghilang." tutur Anna dengan tangan yang sudah gemetar.


Dave menggertakkan giginya, apapun alasannya dia tidak peduli. Semua pelayan dan pengawal di rumah ini harus dihukum akibat kelalaian mereka.


"Sial! Keluar kalian dari sini! Hukum diri kalian sendiri!" bentaknya. Dengan tergopoh-gopoh, Anna dan yang lain segera menghilang dari pandangan Dave.


Dave membuka ponselnya, membuka sebuah aplikasi yang akan membantunya menemukan Safira. Kening pria itu berkerut, melihat titik merah di ponselnya. Safira tidak jauh dari rumah ini, bahkan Safira masih berada di dalam lingkungan rumah raksasa ini.


Masih ingat kalung yang Dave berikan pada Safira? Di dalam mata kalung itu terdapat sebuah chip yang tersambung dengan ponsel Dave. Dengan adanya chip itu, Dave bisa melacak keberadaan Safira.


Dave melangkahkan kakinya dimana titik Safira berada. Titik itu mengarah ke paviliun yang ada di belakang penthouse. Butuh waktu lama bagi Dave agar bisa sampai di sana.


Di depan sebuah gudang titik itu berhenti, Dave membuka perlahan pintu gudang. Dan kini, seorang wanita cantik dengan gaun putih, ada di sana tengah asik bermain dengan kelinci putihnya.


Helaan nafas Dave terdengar oleh wanita cantik itu.


Safira menggendong kelinci cantik itu, kemudian mendekati Dave.


"Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?"


"Apa yang kau lakukan di sini?" bukannya menjawab, Dave malah balik bertanya.


"Aku sedang memberi makan kelinci. Lihat, dia manis kan? Aku menemukannya di taman dekat rumah. Sepertinya dia tidak punya rumah, boleh kan aku memeliharanya?" wanita itu nampaknya sangat menyukai kelinci itu.


Dave memejamkan matanya, ternyata dugaannya salah pada wanita ini. "Lain kali jika ingin pergi jangan sendirian. Asal kau tahu, Anna dan yang lain mencarimu kemana-mana. Mereka pikir kau kabur."


"Benarkah?" Safira terkejut. "Aku mengejar kelinci ini saat Anna mengambilkan minum untukku. Saat aku kembali, Anna tidak ada di sana lagi. Aku pikir dia masih di rumah, jadi aku memutuskan untuk pulang saja." terang Safira.


"Sudahlah, itu tidak penting lagi. Ayo keluar dari sini."


"Kau belum menjawabku, boleh tidak aku memelihara Steven?" tanya Safira.


"Steven? Siapa Steven?" Dave mengerutkan keningnya.


Safira mendekatkan kelinci putih nan mungil ke wajahnya, yang mana membuat Dave bergidik geli.


"Safira, lepaskan makhluk menjijikkan itu! Bulunya dipenuhi virus, kasihan bayiku terkena virus kotor itu!" suara Dave meninggi.


Safira mengerutkan keningnya, wajahnya menjadi suram.


"Menjijikkan? Kelinci lucu dan imut ini kau bilang menjijikkan? Kau buta ya!" sarkas Safira yang tidak suka dengan celaan Dave.


"Pokoknya aku mau memelihara Steven, dengan atau tanpa persetujuanmu!"


Safira menghentakkan kakinya sebelum akhirnya meninggalkan Dave sendirian.