I Hate You Bastard!!

I Hate You Bastard!!
Episode 29



Bugh...


Bogeman mentah melayang begitu saja di wajah seorang pria matang dari tangan Bara.


"Tidak berguna! Menjaga satu perempuan saja tidak becus!" sentak Bara. Pria itu menggertakkan giginya, penuh amarah hingga wajahnya merah padam. Kemarahan lelaki itu berasal dari kabar hilangnya Safira, saudara perempuannya.


Saat itu dia masih berada di Indonesia, tetapi setelah mendengar kabar itu, Bara dan istrinya langsung pulang ke Jerman.


"Bagaimana bisa kau tidak melihat Safira pergi!" bentaknya lagi.


Pria yang sudah tersungkur itu tidak berkutik, "Saya tidak tahu Tuan. Saya diperintahkan Nona untuk menunggu di mobil, tapi Nona tidak kembali lagi. Saya sudah mencari di setiap sudut rumah sakit, tapi saya tidak menemukannya. Setelah saya cek CCTV rumah sakit, ternyata Nona dibawa kabur oleh seseorang Tuan." tutur pengawal itu cepat, meski rahangnya terasa sakit akibat pukulan Tuannya.


Mata Bara semakin merah, mendengar adiknya dibawa oleh seseorang, pikiran Bara langsung tertuju pada seseorang.


"Bedebah itu!" umpatnya.


Dengan kemarahan yang menggebu-gebu, Bara menelpon seseorang.


"Cari laki-laki bernama Dave Rodriguez dan bawa dia ke hadapanku hidup atau mati!" perintahnya pada kepercayaannya.


Setelahnya, Bara mengusir supir Safira, kemudian duduk di meja kerjanya.


"Berani sekali kau mengusikku! Harusnya aku membunuhmu saat itu!" geramnya.


***


Sementara di belahan bumi lain, sangat jauh dari hiruk pikuk negara kebarat-baratan, Safira mengerjapkan matanya berulang kali. Matanya basah oleh air mata, sementara mulutnya tetap bergerak menelan bubur yang disuapkan oleh Dave.


"Aku ingin pulang!" sesekali bibirnya berkata. Tetapi Dave sama sekali tidak menanggapi. Pria itu menjadikan Safira seperti pasien rumah sakit, yang terus dipaksa makan dan minum obat.


"Setelah menghabiskan susumu, kau harus berjemur di balkon, agar tubuhmu mendapat sinar matahari yang cukup." ucap Dave sambil membereskan mangkuk dan nampan makannya.


Dave mengusap kepalanya lembut, "Jadilah gadis yang penurut, dan jangan mencoba memancing amarahku." ucapnya.


Safira bungkam, melarikan pandangannya ke luar jendela. Dia benar-benar tersiksa di sini. Dave mengurungnya di kamar, tidak boleh keluar kecuali hanya bersama Dave seorang.


Setiap kebutuhannya, seperti makan atau pun mandi, Dave melakukannya untuknya. Safira membenci pria itu, maka dengan kemunculan Dave setiap saat di depannya, membuatnya teringat peristiwa kelam itu. Safira hampir gila dibuatnya.


Dave tidak peduli Safira mengabaikannya, "Aku akan keluar sebentar. Anna akan menemani dan menyiapkan segala keperluanmu." ucap Dave.


Ketika nama Anna disebut, Safira mengangkat pandangannya, menatap Dave penuh tanya. Dan di saat yang bersamaan, seorang gadis datang di tengah-tengah mereka.


Safira membulatkan matanya, kala melihat pelayannya ketika di rumahnya ada di sini. Safira langsung menyadari semuanya.


"Anna?" Safira penuh kecewa.


Anna menundukkan kepalanya, "Maafkan saya Nyonya." ucapnya penuh hormat.


"Kurasa kau sudah kenal dengan Anna. Jika kau butuh sesuatu, katakan padanya."


Dave mendekatkan wajahnya, mencuri kecupan di kening wanita yang dipenuhi kekecewaan itu.


"Anak Daddy, Daddy pergi bekerja dulu. Jaga Mommy sayang, dan jangan menyusahkannya." sambil mengusap perut bulat Safira. Dave kemudian pergi, meninggalkan keduanya.


"Maafkan saya Nyonya, saya hanya menjalankan tugas." ucap Anna. Anna tahu Safira sangat kecewa padanya, dan dia juga merasa bersalah.


TBC