I Hate You Bastard!!

I Hate You Bastard!!
Episode 37



Dave menggenggam tangan Safira yang sibuk memilin dasi di lehernya. Wajah wanita itu begitu polos, tidak menyadari bahwa dirinya tengah dalam bahaya. Pria di hadapannya menggeram, menahan siksaan gairah yang sesuka hati bangkit.


"Selesai." Safira berucap ceria, terlihat puas dengan hasil kerja tangannya. Wanita itu masih sempat menepuk dada bidang milik Dave.


Safira hendak kembali ke kursinya, tetapi sepasang tangan yang kekar menahannya. Safira cukup terkejut, apalagi setelah melihat wajah Dave yang menggeram seperti menahan sesuatu.


"Ada apa?" Safira gugup. Wanita itu bisa melihat jakun pria itu naik turun seiring dengan deru nafasnya yang dalam.


Dave tidak menjawab, tanpa membuang waktu menarik Safira lebih dekat. Kemudian meraup bibir ranum yang terus menggodanya.


Safira terkesiap, dia tidak mendapat persiapan dari serangan pria ini. Dave terlalu mendominasi bagi dirinya yang tidak memiliki pengalaman apa-apa dalam hubungan semacam ini. Safira hanya bisa memejamkan matanya, membiarkan Dave melakukan apa saja padanya.


Dave melepas ciumannya, dia cukup terkejut melihat tampilan Safira yang berantakan. Wajah merah padam, dihiasi oleh lipstick merah muda yang sudah berantakan tak karuan.


Safira masih mengatur nafasnya, matanya sayu. Rupanya ciuman ganas itu telah memancing Safira yang sensitif semenjak kehamilannya.


Dave mengerti tatapan Safira, keduanya telah gila oleh nafsu di pagi hari. Dave kemudian meraup Safira, dan membawanya naik ke kamar mereka.


Agenda yang Dave susun semalam untuk hari ini gagal total. Tadinya dia akan menyibukkan diri hari ini di kantor, dan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang. Tetapi hanya karena gairah yang tidak terkendali, semuanya hanya tinggal rencana.


Meski memiliki sikap yang cukup kasar dan selalu mengintimidasi, tetapi dalam hal semacam ini, Dave sangat lembut memperlakukan Safira. Apalagi sejak tahu ada darah dagingnya bertumbuh di perut wanita ini, Dave selalu penuh kehati-hatian dan memperlakukannya bak berlian berharga.


Safira mendesah pasrah di bawah kungkungan Dave. Matanya terpejam merasakan nikmat dari sentuhan tangan Dave yang selalu memanjakannya.


"Hey..." Dave memegang rahangnya lembut. "Look at me." ucap Dave di tengah kegiatan panas mereka.


Dave bersikeras membuat agar Safira hanya menatapnya. "Berjanjilah, apapun yang terjadi, kau tidak akan pernah pergi meninggalkanku." ucapnya.


Safira diam, karena dia tidak mengerti maksud ucapan Dave. "Tetaplah bersamaku."


Wanita itu tidak menjawab, justru ******* yang panjang keluar dari mulutnya yang disebabkan oleh hujaman Dave yang kian dipercepat.


***


"Kau tidak pergi?" suara lembut yang jarang terdengar di telinga Dave membuyarkan Dave dari lamunannya.


Dave yang tidur tengkurap segera menghadap Safira yang juga tidur di sampingnya.


"Sebentar lagi." jawabnya.


Dave memperhatikan Safira, wanita itu masih merona setelah percintaan hangat mereka.


"Apa kau merasa bosan di rumah?" tanyanya.


Jelas saja Safira mengangguk, rasanya kepalanya hampir pecah karena hanya berada di rumah selama hampir satu bulan ini. Dia ingin kebebasan melihat dunia luar, dan dimana dia saat ini berada.


"Ada apa?" tanya Safira karena mendapat tatapan aneh yang membuatnya salah tingkah.


Dave mengambil surai hitam panjangnya, dan memainkannya. "Jika aku memberikan kebebasan keluar dari rumah ini, berjanjilah kau tidak akan mencoba kabur dariku."