I Choose A Sugar Daddy Route

I Choose A Sugar Daddy Route
Mungkinkah berhubungan



Aku terdiam, menatap Fallden lama. Sedari tadi pria tak masuk akal itu mengurungku di sebuah kamar, lengkap dengan ikatan yang membuatku sama sekali tidak bisa bergerak maupun melawan.


Mata pria itu bahkan melotot, seolah-olah akan lepas. Lihatlah wajahnya yang hitam ... itu membuatku jadi teringat arang. Ya, arang.


"Kau kenapa?" Fallden mendekat. Kemudian membawakan air, dan meminumkannya secara paksa. Aku menggeleng, berusaha mengelak dari air yang terlihat keruh itu.


Ya, syukur syukur kalau itu air mineral asli. Kalau isinya racun, terus aku mati? ya gak elit dong! masa mati dua kali.


"Kau gila? siapa yang minum air keruh seperti itu! jika pun ada, hei setidaknya lepaskan ikatan ini dulu! kau tidak menganggap aku batu kan?" aku menatap Fallden tajam. Pria yang sedang berdiri itu terlihat sangat jelek dari depan.


Dengan tanduk bak iblis dalam film, dan sayap seolah-olah dirinya benar-benar bukan manusia.


"Kau akan pergi lagi saat aku berpaling. Tidak. Kau lebih baik di sini!"


Aku terdiam, sudahlah capek juga berdebat. Lagi pula, alasannya menahanku di sini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin aku bisa lari, saat kekuatanku saja aku tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.


Yah, jika menggunakan kekuatan seperti sebelumnya, itu sih kemungkinannya ada. Tapi, kekuatan Dewi seperti yang dikatakan Zia? hadeh, yang ada bisa kembali menemui tuhan aku.


"Ya, terserah mu deh. Capek juga aku mohon. Lagi pula, orang bodoh mana yang mau pergi, saat kekuatannya aja dia gak tau cara menguasainya? kau pikir aku ini cerdas? oh tidak, otakku ini rata-rata, ingat rata-rata. Bukan sepintar kau yang seorang, Dewa!" Aku menggigit bibir. Geram juga lama-lama menghadapi Fallden yang ternyata sangat posesif padahal aku bukan siapa-siapanya.


Hah, tiba-tiba aku teringat, bagaimana keadaan Duke yang ku tinggal begitu saja? apakah pria tua penyuka anak kecil itu akan merindukanku yang cantik ini, atau malah mencari anak lain yang lebih cantik dariku.


Rasanya aneh saja, saat mengingat itu.


"Apa kau kesepian?" aku mengangguk. Kemudian melirik Fallden yang mengambang posisi tidur di sebelahku. Kemudian tanpa memintanya izin pria itu memeluk dengan erat. Bibirnya bahkan beberapa kali mencium rambutku kemudian mendiamkannya.


Aku terdiam, sama sekali tidak membalas. Membiarkan Fallden melakukan apa yang dia inginkan. Toh setelah ini kejadian yang di ceritakan Zia akan benar-benar terjadi.


"Kau tahu, sebelumnya beberapa ribu abad yang lalu, aku pernah bertemu setangkai bunga putih yang tumbuh diantara ribuan diri paku,"


"Lalu apa hebatnya?" aku memotong ucapannya. Tidak membiarkan Fallden melanjutkan ucapannya yang ku yakin adalah dongeng pengantar tidur.


"Kau tahu, di alam neraka. Tidak ada satu tumbuhan atau pun hewan yang dapat bertahan. Namun, bunga itu tumbuh subur diantara bangkai mayat yang ku rawat."


Aku menelan ludah dengan terpaksa. Bangkai mayat di rawat ya? haha, memang ada-ada saja. Tapi, kok kedengarannya seram ya? kaya lagi denger cerita horor versi berbeda.


"Esoknya ketika aku kembali mengecek, bunga itu mengeluarkan sesuatu yang di sebut serbuk bunga. Aromanya menguar, membuat neraka yang sebelumnya amis menjadi berbau bunga. Para pengawal beberapa kali mencoba memotongnya, tapi sayangnya tidak bisa. Bagai di tahan, bunga itu terus tumbuh bahkan saat ruh nya di cabut."


"Aku mendekat, menarik daun dari bunga yang mengeluarkan semerbak wangi, kemudian membakarnya. Anehnya setelah itu, bunga semakin mengeluarkan aroma manis, tapi sembari warna merah darah yang menggoda. Sejak hari itu, neraka tidak lagi di anggap menyeramkan karena kehadirannya. Hingga di bulan purnama, tiba-tiba takdir yang di ramalkan berubah. Kejadian yang menimpa kita sebetulnya bukan perubahan takdir yang pertama. Kedatangan bunga itu di neraka juga merupakan kesalahan takdir, yang membuat kita bisa seperti ini."


Kita bisa seperti ini? apa maksudnya? benar, memang Zia mengatakan bahwa aku lahir dari sekuntum bunga putih diantara pembatas neraka dan surga. Tapi, mungkinkah semuanya berhubungan? Aku, Fallden, dan berubahnya takdir yang ada?