I Become A Peach Blossom Fairy

I Become A Peach Blossom Fairy
Judulnya; The Battle Of The Gods




...-----+-----+-----+-----...


Sosok pria dengan rambut perak panjang terlihat tengah berenang dengan bebas dan anggun di dalam air. Pria itu memiliki penampilan yang cantik, dengan tempramen androgini yang mengaburkan gender.


Pingganya ramping, kulitnya putih, dan gerakannya sehalus Nimfa air. Ketika bergerak didalam air setiap lekukan tubuhnya terekspor dengan jelas.


Jika saja rambut perak panjangnya tidak menghalangi beberapa bagian tubuh yang penting, pemandangan eksklusif dadakan pasti akan ditampilkan dengan sempurna dibawah air.


"Haahh...", kepala Mei Hua muncul kepermukaan. Dia menarik nafas dalam-dalam, senyum penuh kemenangan menghiasi bibir nya.


"Aku mendapatkannya!".


Klang---klang---!!


Tumpukan permata merah muda dia lempar dengan santai ke tepi sungai. Mei Hua menatap permata seukuran bongkahan batu dengan tatapan mata panas.


"Kira-kira berapa banyak uang yang bisa ku dapatkan dari menukar satu permata ini?".


"Yah... Berapapun itu tidak masalah. Asalkan harganya tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi".


Mei Hua memanjat keluar dari dalam air sungai. Rambut peraknya yang tergerai dan basah jatuh menutupi punggung dan bahunya, dan ikut terseret diatas rumput hijau.


Sekujur tubuhnya basah dan terus meneteskan air, tapi Mei Hua tidak perduli. Dia mengibaskan rambutnya dengan santai, sambil berpikir, tidak masalah, nanti tubuh dan rambutku juga akan kering sendiri.


Ketika melangkah keluar dari air Mei Hua terkejut ketika merasakan perubahan besar ditubuhnya.


"Eh?, aku bertambah tinggi?".


Mei Hua dengan tergesa-gesa berbalik, dia berdiri didepan air sungai, dengah wajah syok dia menatap pantulan dirinya sendiri dengan keheranan.


Ada perubahan mengejutkan pada kerangka tubuhnya. Seperti tangan dan kaki, keduanya telah tumbuh memajang. Bagian dadanya yang semula datar menjadi lebih terbentuk dengan otot-otot halus, dan wajahnya menjadi lebih putih, lebih bercorak dan lebih mempesona dari sebelumnya.


Bahkan gambar bunga persik yang mekar didahinya menjadi lebih cantik dan menggairahkan, seperti bunga Persik yang nyata, mekar sempurna dan hidup.


Tangannya mencubit pipinya. Alhasil dia merasa sakit dan kesemutan. "Hikss... Sakitt. Tunggu!, ini nyata?!".


Perubahannya kali ini nyata!. Tidak salah lagi, saat ini dia telah tumbuh!. Dia tumbuh dewasa setelah menyelam didalam air Sungai Ambrosia. Ini persis seperti yang pernah terjadi sebelumnya!.


Mei Hua melihat tubuhnya yang telah tumbuh dewasa, dia tidak bisa menahan tawa riang gembira dari mulutnya.


"Hahaha--!!, akhirnya!, akhirnya aku menjadi pria dewasa lagi!. Aku tidak akan terlihat seperti Lolita lagi!, ini sangat bagus!".


Meskipun kulit gandumnya hilang, Six packnya tidak kembali, dan penampilannya masih wajah cantik yang mengaburkan gender, tapi itu tidak masalah. Dengan tinggi badan dan kejantanannya yang asli, dia tidak akan meragukan jati dirinya sendiri sebagai seorang pria.


"Senangnya menjadi tinggi, senangnya menjadi pria dewasa!".


Mei Hua tertawa riang, di mengambil pakaiannya yang tergeletak ditanah. Baru saja dia ingin memakainya, tiba-tiba gerakannya berhenti, Mei Hua tercengang.


"Ah, benar. Pakaian ini tidak akan muat lagi untukku".


"Aku tidak punya pakaian lagi. Bagaimana ini?. Tidak mungkinkan aku memakai pakaian yang hanya menutupi sampai selutut saja".


Jadi sekarang bagaimana?. Tanpa pakaian bagaimana dia bisa keluar dari ruang ini?.


Sudut mulut Mei Hua berkedut. Ya, dari awal hingga akhir dia tidak pernah memikirkan masalah pakaian.


Dia berpikir, karena tubuhnya adalah roh Persik, dan dia bukan manusia lagi, dia tidak akan membutuhkan hal-hal seperti makanan, pakaian dan kebutuhan manusia pada umumnya.


Karena dia hidup di hutan tempramennya perlahan menjadi semakin liar dan tidak terkendali. Jiwanya sebebas burung dan keliarannya seluas hutan. Disini tidak ada hukum yang mengikatnya, jadi dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


Inilah nyamannya menjadi non manusia, dia dapat hidup dengan kebebasan sejati.


Eh, tunggu...


Non manusia?, kebebasan sejati?.


Benar, aku adalah roh persik!. Aku adalah bunga!, sebuah bunga!.


"Aku hampir lupa!. Aku telah pindah ke dunia fantasi Xianxia yang ajaib!".


Di dunia Xianxia, hal ajaib apa yang mustahil dilakukan?. Jangankan membuat pakaian, bahkan membuat seorang anak tanpa melakukan hubungan pria dan wanita saja mungkin.


"Seharusnya aku bisa membuat pakaianku sendiri".


Ide ini tiba-tiba muncul dikepalanya. Mei Hua mulai bersemangat lagi.


Mei Hua mulai memejamkan kedua matanya. Didalam hatinya dia tidak membaca mantra atau sihir apa pun, hanya ada satu kalimat yang terus dia ucapkan dengan sungguh-sungguh di dalam hatinya.


Dengan tulus, dan dengan kesungguhan dia berkata.


"Aku ingin pakaian...Aku ingin pakaian...Aku ingin pakaian...Aku ingin pakaian---!!!".


Tiba-tiba terdengar suara desiran halus. Rasanya seperti ada angin musim semi yang sejuk dan lembut membelai tubuhnya. Mei Hua merasa ada beban ringan yang menyentuh kulitnya.


Mei Hua perlahan membuka matanya, dengan penasaran dia menunduk.


"Oh... Ini..."


Ajaibnya tubuhnya yang semula telanjang berubah menjadi memakai baju sekarang. Pakaian nya masih model yang sama seperti sebelumnya, bahannya bagus, kerahnya tinggi, dan bordiran nya sangat rapih dan cantik.


Hanya... Hanya saja mengapa pakaiannya harus berwarna merah muda?.


Ini seperti warna rambutnya.


Mei Hua, "......."


Mei Hua membuang nafas gusar. Dia memejamkan matanya lagi, dengan sungguh-sungguh dia mengucapkan kalimat panjang,


"Ganti warna pakaiannya...ganti warna pakaiannya...ganti warna pakaiannya...ganti warna pakaiannya sekarang juga---!!!".


...-----+-----+-----+-----...


"Aku hanya meninggalkannya sebentar, dan dia langsung demam?".


Mei Hua merasa telah melakukan hal bodoh. Sepertinya dia terlalu melebih-lebihkan daya tahan anak kecil bernama Mo Xuan ini.


Lagipula anak kecil tetap saja anak kecil. Dengan luka seperti ini mana mungkin dia yang bisa bertahan dengan mudah, bahkan orang dewasa saja tidak bisa menahanya.


Cahaya hijau zamrud muncul ditelapak tangannya. Dengan gerakan lembut dia menyentuh dahi Mo Xuan, diam-diam dia menyalurkan kemampuan penyembuhannya langsung ke otak nya.


"Ini akan sedikit menyakitkan. Aku harap kamu bisa menahannya. Cepatlah bangun... Dan jangan merepotkanku terus".


Arus hangat berwarna hijau dan aura spiritual berwarna merah muda bergerak bersama dan terjalin menjadi satu. Kedua warna tersebut bertransformasi menjadi bentuk benang tipis, keduanya saling melengkapi dan saling menjaga. Dan bersama-sama keduanya menyusut dan memasuki tubuh Mo Xuan.


"Ughh...", Tiba-tiba erangan kesakitan keluar dari mulut Mo Xuan.


Melihat dia tidak nyaman dan merasa tersiksa, Mei Hua melembutkan hatinya sejenak. Tangannya yang tidak sibuk menjulur untuk menepuk-nepuk dadanya, berusaha menenangkan rasa sakitnya.


Erangannya perlahan mulai hilang, meskipun wajah Mo Xuan terlihat agak pucat, tapi Vitalisnya sudah kembali terisi. Mungkin hari ini, nanti sore, atau besok, anak kecil ini akan segera terbangun.


Menarik tangannya kembali, Mei Hua menghela nafas lega. Dia mengelap keringat di dahinya dengan lengan bajunya yang berwarna merah muda.


Ya, merah muda.


Kenapa masih merah muda?. Karena sedari tadi dia tetap gagal meminta perubahan warna pakaian.


Mei Hua benar-benar membencinya. Hanya karena dia adalah roh pohon Bunga Persik haruskah dia juga berpakaian dengan warna yang sama dengan bunga persik?. Rambut merah muda dan pakaian merah muda?. Kenapa tidak sekalian saja kulitnya dicat merah muda juga!!?.


Dia tidak ingin menerima nya, namun dia tidak punya pilihan selain menerimanya. Hatinya penuh keluhan saat ini.


"Lihat saja, nanti setelah aku menukar batu permata dengan uang, aku akan membeli selusin baju!. Aku akan membeli baju dengan berbagai warna terkecuali baju berwarna merah muda!".


Mei Hua bersumpah dengan getir didalam hatinya.


...-----+-----+-----+-----...


Mei Hua merasa sedikit mengantuk. Merasa lelah dia pun pergi ke kamar disayab samping untuk beristirahat sebentar.


Berbaring diatas kasur yang nyaman dan empuk membuat rasa kantuk dengan mudah menyerangnya.


Tidak butuh waktu lama, kedua matanya mulai terpejam erat, dan dia jatuh kedalam pusaran mimpi yang dalam.


Didalam mimpinya Mei Hua melihat dirinya dari masa lalu.


Dirinya yang dulu masih terlihat sama seperti dalam ingatannya. Keras kepala, anti-sosial, penyendiri, dan tidak disukai siapapun.


Itu adalah masa paling sembrono dalam hidupnya, yaitu pada masa remaja.


Pada masa itu juga dia masih berkabung karena kematian ibunya.


Melihat mantan dirinya yang lemah, dan tidak berguna, alih-alih bersedih dia justru merasa konyol.


...-----+-----+-----+-----...


Di usia remaja ketika kebanyakan seorang anak berkumpul bersama teman, melakukan kenakalan, atau berkumpul bersama keluarganya, Mei Hua justru menghabiskan waktunya mengurung diri di Apartemen milik peninggalan ibunya.


Dia menghabiskan waktu seorang diri, bersenang-senang seorang diri, dan melakukan hobinya seorang diri.


Hobinya adalah hobi sederhana khas otaku pria, yaitu membaca Novel.


Tidak terhitung berapa banyak novel-novel klasik dan fantasi yang dia kumpulkan dan telah dia baca. Sebelum kiamat semua buku-buku novel itu selalu dia anggap sebagai harta yang berharga ditelapak tangannya, bahkan melebihi makanan dan uang sekalipun.


Tapi setelah kiamat pecah, semua buku novel itu menjadi tidak ada artinya lagi. Perlahan-lahan dia meninggalkan dan membuang hobinya yang tidak berguna itu.


Hobi seperti itu tidak akan berguna di akhir dunia, dia tau itu. Jadi dia memaksakan diri untuk berhenti.


Hobi yang terlupakan, sama seperti buku-buku novel yang dia lupakan setelah dia baca sekali.


Tapi...


Diantara semua Novel ada satu yang membuatku sangat terkesan. Sampai-sampai selama kiamat pecah dia masih menyimpan salinannya untuk dirinya sendiri.


Itu adalah Novel bertema Xianxia yang seru, menegangkan, dan penuh dengan adegan aksi.


Novel itu berjudul:


[The Battle Of The Gods]


...-----+-----+-----+-----...


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:


Mei Hua: Hanya karena aku adalah roh pohon Bunga Persik haruskah aku juga berpakaian dengan warna yang sama dengan bunga persik. Kenapa tidak sekalian saja kulit ku dicat merah muda juga!!?.


୧( ಠ Д ಠ )୨


^^^Me: Oke, ide bagus say~(^_^♪)^^^


Di Bab berikutnya....


Mo Xuan terkejut setelah bangun dari komanya, dia tidak bisa berkata-kata saat melihat Monster aneh berwarna merah muda yang berdiri didepannya.


Monster merah muda itu tersenyum lebar dan manis. Senyumnya entah mengapa mengingatkan Mo Xuan pada buah persik yang mirip seperti...bentuk ******?.



Mo Xuan: .......


Mo Xuan: Tiba-tiba, aku merasa mau muntah.