I Become A Peach Blossom Fairy

I Become A Peach Blossom Fairy
Pada Akhirnya Ditemukan




...-----+-----+-----+-----...


Mei Hua memperhatikan kondisi kedua temannya.


Xiao Chui yang biasanya selalu ceria dan bersemangat, kini memiliki ekspresi gugup dan ketakutan yang terukir jelas diraut wajahnya. Beberapa bulir air mata bahkan terlihat mengalir di pipinya, diikuti getaran konstan pada tubuhnya yang berayun seperti dahan Willow.


Kondisi Mei Feng juga tidak begitu baik. Wajahnya yang kecil memerah seperti tomat, sangat kontras dengan kulit lehernya yang putih dan pucat. Dilihat dari kondisinya, Mei Feng tidak terlihat takut, justru dia terlihat seperti frustasi atau malu?.


Ya, tebakan Mei Hua ada benarnya. Sulit dijelaskan tapi memang benar jika saat ini Mei Feng sedang menahan rasa Frustasi dan malu. Kenapa?, karena sebagai Roh tercepat didunia yang bisa mengendalikan semua bentuk angin, dia... dia dapat dengan mudah jatuh ke tangan gadis kecil dan perangkap busuknya!.


"Shimei, ikat mereka bertiga, pastikan mereka tidak akan kabur. Kita harus menunggu Shifu kembali sebelum mengambil keputusan atas mereka".


"Oke, Saudara kedua!".


Fang Yuli mengeluarkan tali merah dari tas spasialnya, dengan gerakan handal dia menarik tali, menggulung, dan mengikat simpul untuk mengikat Mei Hua dan Xiao Chui seperti Zongzi atau beras ketan.


"Makhluk kecil, kamu bergerak sangat cepat, membuatku harus kewalahan saat menangkapmu. Jadi, untuk mencegahmu melarikan diri aku tidak akan mengikatmu, tapi aku akan memasukanmu kedalam sini".


Fang Yuli mengeluarkan sangkar emas berukuran mini dan memperlihatkan sangkar itu didepan Mei Feng.


Mei Feng yang melihat sangkar emas yang norak, langsung memaki, "Sialan!".


"Aiya... makhluk kecil, memaki itu tidak baik, tidak sopan..."


Mei Feng, "Apakah mengikat orang yang baru saja bertemu dianggap sopan?!, persetan dengamu gadis busuk!, cepat!, lepaskan aku!".


"Maaf, makhluk kecil....", Dengan gerakan anggun dan cepat, Fang Yuli memasukan Mei Feng yang terus memberontak kedalam sangkar, "... Tapi aku menolak".


Mei Hua, "........", Mei Hua ingin sekali tertawa, sayangnya dia tidak bisa tertawa. Dia tau jika tertawa disaat seperti ini adalah dosa besar.


Mei Hua menggeliatkan tubuhnya, dia menunduk menatap tali merah yang menjerat hampir sekujur tubuhnya. Entah simpul jenis apa yang dipakai gadis Kultivator kecil itu, semakin dia bergerak dan berjuang, maka semakin erat pula ikatan tali ditubuhnya.


Sebenarnya ikatan tali merah ditubuhnya bukan apa-apa. Jika Mei Hua mau dia bisa saja melepaskannya, selama dia bisa menarik tali yang benar maka ikatan tali ini akan mengendur dengan mudah.


Mei Hua diam-diam menghela nafas gusar, "Hah... kenapa bisa menjadi seperti ini".


Mei Hua bisa saja melarikan diri dan bersembunyi didalam ruang spiritualnya, tapi jika dia melakukan itu lalu bagaimana dengan nasib Xiao Chui dan Mei Feng?. Akan sangat gawat jika mereka berdua ditangkap dan dibawa pergi oleh para Kultivator yang tidak mereka kenal ini.


"Apa boleh buatkan, negosiasi tetaplah jalan keluarnya".


"Sebentar...Tuan muda ini, sepertinya ada sedikit kesalahpahaman. Tolong, setidaknya dengarkan penjelasanku".


Tatapan mata Elang Liu Feng Jue dan mata lincah dan semarak Fang Yuli seketika jatuh pada tubuh Mei Hua.


Xiao Chui berhenti menangis dan dengan lemah menatap Mei Hua, Mei Feng di dalam sangkar juga berhenti berjuang dan mendengarkan ucapan Mei Hua.


"Kami bertiga bukan musuh. Tuan muda, aku tau kamu pasti curiga jika kami adalah teman Kultivator Hantu itu".


"Kamu mengenal Kultivator Hantu itu?", Liu Feng Jue menggeram marah. Pria yang dingin dan tajam seperti angin itu terlihat siap kapan saja menarik pedang di pundaknya, dia akan segera menebas jika jawaban yang dikeluarkan Mei Hua Hua tidak memenuhi standarnya.


Mei Hua menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tau. Aku mengetahui Kultivator hantu itu dari isi percakapan kalian. Tolong percayalah Tuan Muda, aku dan teman-temanku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Tidak mungkinkan kami berteman dengan orang yang hampir menghancurkan rumah kami sendiri?".


"Rumahmu?".


"YA!. Hutan dan Lembah Qiancheng ini adalah rumah kami!, tempat tinggal kami!. Kultivator hantu yang baru saja kalian kalahkan adalah biang keladi yang ingin membuat masalah di rumah kami". Kata Mei Hua dengan sungguh-sungguh.


Dia lalu melanjutkan, "Kultivator Hantu itu ingin mematahkan array pembatas yang menyegel Iblis Kabut Hitam, dia berniat membangkitkan Iblis yang disegel didalam jurang dengan menggunakan nyawa para pengungsi perang sebagai tumbalnya!".


"... Dan kami, kami datang ke tempat ini untuk menghentikan Kultivator Hantu itu. Tapi setelah tiba kami melihat dia sudah dikalahkan terlebih dahulu oleh orang dipihakmu, Tuan muda".


"Lalu... setelah melihat masalahnya sudah selesai, kami berniat pergi meninggalkan tempat ini secepat, tapi siapa yang menyangka kami malah berpapasan dengamu, Tuan muda..."


Sampai disini, jika Liu Feng Jue tidak bisa membedakan mana yang musuh dan orang biasa, maka dia adalah orang idiot. Sebenarnya dari awal dia juga sudah tau jika ketiga wanita aneh ini bukan Sekutu musuh.


Itu mudah ditebak dari perangai mereka yang lemah dengan tangan ramping dan kaki kurus yang mudah dihancurkan dalam sekali remukan.


Dua orang wanita, ditambah satu makhluk kecil yang aneh. Dilihat dari manapun ketiga wanita ini tidak terlihat mahir dalam bertarung.


Namun, meskipun ketiga wanita ini terlihat tidak berdaya, Liu Feng Jue tetap tidak menurunkan sedikitpun kewaspadaannya.


Selama bertahun-tahun menjalani misi, hal utama yang dia pelajari dalam mengemban tugas adalah tidak meremehkan orang tua, wanita, dan anak-anak. Meremehkan dan menilai kemampuan orang lain hanya dari penampilan saja adalah tabu besar bagi para Kultivator Pedang.


Sejak menemukan ada seorang wanita aneh yang bersembunyi dalam penyamaran didekat tempat Shifunya bertarung, Liu Feng Jue sudah mulai waspada. Menyiasati ketika wanita aneh itu sibuk menonton pertarungan antara Shifunya dengan Kultivator Hantu, dia muncul perlahan-lahan di dekat wanita itu untuk menyergapnya.


"Saudara Kedua, Jiejie itu tidak berbohong". Tranmisi suara dari Shimeinya bergema dipikirannya.


"Tapi meskipun dia tidak berbohong tapi aku tetap merasa aneh. Saudara Kedua, bukankan Shifu berkata di Lembah Qiancheng tidak ada satupun yang bisa hidup aman dan selamat didalamnya?. Tapi mengapa Jiejie itu bisa?".


Dipermukaan Liu Feng Jue tidak mengatakan apapun, namun gerakan menurunkan tangannya yang hampir ingin menarik pedang berhasil membuat tiga penonton yang hadir diam-diam menghela nafas lega.


Liu Feng Jue membalas menggunakan Transmisi suara juga, "... Ada beberapa pengecualian. Shimei, Shifu mungkin lupa memberi tahu padamu tentang beberapa kriteria orang yang bisa hidup dilembah Qiancheng".


"Aghh!, bagaimana bisa Shifu melupakan hal sepenting itu?!. Saudara kedua, katakan padaku, siapa!?".


"Roh", jawab singkat Liu Feng Jue.


"Roh yang terbentuk dari pembaptisan alam dan langit, mereka adalah roh yang sejak awal lahir, hidup dan berkembang di lembah Qiancheng, roh sejenis mereka adalah kriteria orang yang dapat hidup aman dan selamat didalamnya".


Sampai disini percakapan singkat keduanya berakhir. Dan keduanya kembali fokus pada sosok Mei Hua.


"Baiklah, Nona muda. Saya mengerti, tapi semua keputusan maupun kebenaran ditentukan ditangan Tuan kami. Jadi Nona...kamun dan kedua temanmu bisa menunggu sejenak".


Karena Liu Feng Jue telah memutuskan untuk berkomitmen maka dia tidak akan menyusahkan orang lagi.


Dengan langkah tegak Liu Feng Jue berjalan menuju Mei Hua, tubuhnya yang lebar, kuat dan kekar membuat tubuh setipis ayam Mei Hua terselimuti bayangannya.


Raut wajah Mei Hua menciut ketika melihat Liu Feng Jue menghampirinya. Didalam hatinya dia bertanya-tanya, apa yang ingin dilakukan orang ini?.


"Maaf, tersinggung. Nona muda".


Dengan mudah Liu Feng Jue menemukan ujung tali yang benar, lalu dengan perlahan dia menariknya, seketika tali yang mengikat Mei Hua langsung longgar dan jatuh ketanah.


Liu Feng Jue melepaskan tali yang mengikat Mei Hua. Tapi hanya Mei Hua saja, Xiao Chui dan Mei Feng tidak.


"Nona, aku akan melepaskanmu, tapi teman-temanmu tidak. Aku melakukan ini untuk kewaspadaan, harap Nona muda ini mengerti".


Matanya setajam pisau dan auranya masih dingin, namun permusuhan diantara alisnya telah menghilang digantikan dengan kewaspadaan standar.


"Terimakasih sudah mau mempercayaiku, Tuan muda". Mei Hua berkata sambil menepuk bahu Xiao Chui yang masih terikat seperti Zongzi.


"Jiejie, bolehkan aku tau siapa namamu?. Ah, Nama keluargaku Fang, dan namaku Yuli. Dan ini Saudara keduaku dari Sekte yang sama, Liu Feng Jue. Kamu bisa memanggilnya kakak Liu atau Kakak Jue".


"Halo, salam kenal juga", Mei Hua mengangguk sebagai salam. "Namaku Mei Hua. Gadis dengan Hanfu hijau ini adalah Xiao Chui, dan yang kecil adalah Mei Feng".


"Oh...jadi namamu Mei Feng?, makhluk kecil aku tidak tau ternyata kamu punya nama yang sangat bagus". Fang Yuli mengangkat sangkar emas sejajar dengan wajahnya, jari telunjuknya masuk kedalam celah dan mencolek sayab biru Mei Feng.


"Karena kamu tau aku memiliki nama maka berhentilah memanggilku makhluk kecil!, gadis busuk, kamu harus memanggilku dengan namaku!".


"Ah, walaupun sedang marah kamu masih tetap terlihat lucu. Makhluk kecil, aku ingin membawamu pulang ke Sekte, aku ingin pamer didepan Saudara pertama".


"Siapa yang mau pulang bersamamu, gadis busuk. Cepatlah!, singkirkan tangan busukmu ini!".


Melihat Mei Feng yang terus marah-marah dan bertindak agresif, Mei Hua ingin sekali menghentikannya. Sejujurnya dia takut, takut jika Mei Feng terus bertindak galak seperti itu Kultivator bernama Fang Yuli akan jengkel dan tanpa sadar akan meremas dan menghancurkan tubuhnya yang kerdil menjadi adonan.


Bagaimanapun sekarang mereka bertiga telah ditemukan, jelas bertindak impulsif dan terburu-buru hanya akan melahirkan kekalahan.


Sejujurnya, Mei Hua lebih suka mereka semua duduk bersama dibawah naungan Pohon Westeria yang harum sambil membicarakan banyak hal. Oh, akan lebih menyenangkan lagi mengobrol dan saling bertukar pikiran sambil menyeruput secangkir teh yang hangat.


"Nona Mei...", Liu Feng Jue memanggil nama Mei Hua. Sebelum pemuda berjubah hitam itu selesai berbicara Mei Hua sudah lebih dahulu menghentikannya.


"Tolong, jangan panggil aku Nona, sebut saja aku Mei Hua. Ngomong-ngomong aku ini seorang pria". Sampai titik ini Mei Hua ingin meluruskan kembali pemikiran dua Kultivator tersebut yang mengira dia adalah seorang wanita. Dipanggil "Jiejie" atau "nona muda", sungguh membuat Mei Hua tidak tahan.


"Apaa---!!??", Fang Yuli memekik keras. Dia tidak percaya, ternyata Jiejie yang cantik dan mempesona dengan penampilan menakjubkan ini adalah seorang pria?!, betapa tak terlukiskanya!.


Liu Feng Jue juga terkejut, tanpa sadar matanya berkeliaran ke wajah Mei Hua, lalu turun ke lehernya, tepat di sana ada tonjolan samar yang menjadi bukti identitas seorang pria sejati.


"Maaf", Ucap Pria berjubah hitam itu tanpa sadar.


"Hehehe, Tuan mudah Mei, maaf telah memanggilmu Jiejie sebelumnya. Aku tidak tau, kamu sebenarnya seorang pria". Fang Yuli tersenyum canggung, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil dengan malu-malu mengintip profil Mei Hua yang cantik.


Mei Hua tertawa canggung, "Hahaha, tidak masalah. Aku sudah sering disalahpahami seperti itu, aku sudah terbiasa".


Fang Yuli, ".... Oh, hahaha!".


Liu Feng Jue, "........"


"Hmp, gadis busuk. Kamu sangat bodoh, bahkan tidak bisa membedakan mana yang pria dan wanita, sudah jelas-jelas Mei Hua adalah pria karena dia tampan!". Ucapan Mei Feng dengan nada mencemooh.


"Ck... ck... penglihatan manusia memang sangat buruk", Xiao Chui yang sedari tadi diam, tiba-tiba ikut menimpali.


"Hei, hei!, Xiao Chui, kenapa kamu tiba-tiba ikutan jadi sarkatis seperti Mei Feng!?", Batin Mei Hua meringis penuh dengan ketidakberdayaan.


"Wah~, disini telihat ramai. Kalian pasti sedang bersenang-senang".


Seorang wanita tiba-tiba muncul diantara mereka, mengejutkan mereka semua ditempat.


...-----+-----+-----+-----...


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:


Apa ada yang merindukan penjahat kecil?. ( ͡ _ ͡°)ノ⚲ ♫


Mo Xuan: Kapan aku bisa muncul lagi?.


Shy Crab: Segera nak(●'▽'●)ゝ


Nantikan Bab berikutnya.


(✿❛◡❛)🌺💝🍀