
...-----+-----+-----+-----...
Pada akhirnya seperti inikah akhir hidupku?.
Mei Hua dengan getir menatap Zombie mutan di depannya dengan tawa mencela. Tangan Zombie yang berkuku tajam menebus dadanya, menusuk jantungnya, membuat lubang berdarah di dada kirinya.
Mata perak dingin Zombie mutan menatapnya. Mei Hua merasa tidak nyaman ketika ditatap dengan mata seperti itu, rasanya seperti sedang ditatap oleh ular berbisa yang ganas.
Zombie mutan Level delapan adalah satu-satunya Zombie terkuat yang pernah muncul semenjak dua tahun hancurnya peradaban manusia.
Sebagai Zombie terkuat, dia memiliki kekuatan yang tidak terkalahkan dan kebijaksanaan diatas manusia normal.
Dengan semua kelebihannya itu bukannya tidak mungkin untuknya mengalahkan ku, yang kemampuannya jelas rata-rata.
"Ughh...", Mei Hua mengerang kesakitan, dia hanya bergerak sedikit, alhasil lukanya terkoyak dan terus mengeluarkan darah.
Tanah yang dia injak bahkan sudah menjadi kolam darah berukuran kecil.
Pada dasarnya Mei Hua tau jika dia sendiri bukan orang baik. Retribusi dan karma adalah hasil yang akan diterima oleh orang seperti nya. Namun, dia tidak pernah menyangka akhir hidupnya akan seperti ini... kematian yang tragis.
Melirik Zombie Mutan, yang memiliki wajah dingin dan tatapan kosong, Mei Hua merasakan percikan kemarahan dihatinya.
'Hei, kamu sudah menusuk dadaku cukup lama, tidakkah kamu akan melepaskan ku sekarang?'.
'Kamu adalah Zombie mutan yang sangat aneh, tiba-tiba muncul di Kota ini dan terus mengejarku tanpa alasan. Aku bertanya-tanya apa kamu punya dendam pada ku?'.
"Hufh... sudahlah. Lagipula aku akan segera mati".
Mei Hua perlahan memejamkan matanya. Sebelum kedua matanya tertutup dia menatap Zombie mutan level delapan yang membunuhnya untuk yang terakhir kalinya.
'Wajah yang bagus. Mungkin dia seorang pria yang tampan sebelum akhir dunia. Sungguh, sangat disayangkan malah berubah menjadi Zombie...'
Masih banyak hal yang ingin dia pikirkan, tapi kesadarannya tidak memungkinkan hal itu, perlahan-lahan kepalanya mulai kosong.
'Aku merasa mengantuk'.
Ternyata, kematian itu selain terasa sakit juga terasa hampa dan kosong.
'Lelah...sangat lelah. Aku jadi mau tidur....'
Mei Hua tersenyum pasrah, dia menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam diam.
Kematian ini, walaupun dia tidak begitu rela, namun dia siap untuk terjun ke dalamnya jika memang hal itu sudah ditakdirkan.
Kedua pasang mata seperti obsidian tertutup dan nafas halus berhenti berhembus. Tubuh manusia didepannya perlahan-lahan oleng, namun dia tidak berencana menahannya.
Dengan gerakan semi kaku, Zombie mutan Lv. delapan perlahan mulai menarik tangannya ke luar.
Sssrr---Crasss---
Darah merah segar memercik ketika kuku tajamnya yang menusuk dada Mei Hua dilonggarkan. Tidak mendapat dukungan, tubuh Mei Hua pun jatuh ke tanah, seperti boneka tanpa roh yang kehilangan pesonanya.
Zombie mutan berdiri diam ditempat. Mata peraknya yang dingin menatap mayat Mei Hua, lalu perlahan bergeser ke tangannya.
Didalam genggaman tangannya ada sebuah jantung.
Ini adalah jantung Mei Hua.
Dan juga hatinya.
...-----+-----+-----+-----...
"Aku ada dimana?".
Gelap, sepanjang mata memandang semuanya gelap, hitam dan pekat.
Mei Hua sudah berjalan berjam-jam menelusuri jalan ini untuk mencari jalan keluar, tapi sampai sekarang dia tidak menemukan arah jalan keluar yang benar.
Dengan insting yang sudah dia asah selama akhir dunia, dia berusaha tetap sabar, tenang dan berpikir logis. Kepalanya terus berputar untuk mencari solusi dan jalan keluar dari masalah yang dia hadapi.
"Um?, apa itu?".
Setitik cahaya berwarna merah muda terang tiba-tiba muncul dari kehampaan. Mulanya hanya ada satu, namun itu bertambah menjadi dua, tiga dan seterusnya.
Hingga setitik cahaya itu berkumpul dan menjadi ratusan titik cahaya yang bersinar terang di dalam kegelapan.
"Ah...indah sekali".
Mei Hua merasa terpesona. Entah mengapa ketika melihat cahaya merah muda itu hatinya yang gelisah menjadi tenang seketika, dan pikirannya yang agak kabur menjadi lebih jelas.
Ratusan titik cahaya itu bergerak maju ke depan, Mei Hua dengan tanggap mengikutinya.
"Aku tidak tau mereka itu apa, tapi sepertinya mereka disini untuk membantu ku".
"...Adalah hal yang baik untuk mengikuti mereka dulu".
Mei Hua sebenarnya tidak tau apakah mengikuti cahaya merah muda itu adalah keputusan yang benar atau tidak, namun dia cukup yakin mereka tidak akan membahayakan dirinya untuk saat ini.
Itu mungkin hanya firasatnya saja, tapi Mei Hua merasa setitik cahaya itu bersikap ramah padanya.
Tiba-tiba ratusan titik cahaya bergerak dan melayang lebih cepat.
Mei Hua tertegun dan berteriak tanpa sadar, "T-Tunggu aku!".
Dia bertanya. "Hei, kalian sebenarnya apa? dan kalian ingin membawaku kemana?".
"......"
Tentu mereka tidak bisa menjawab. Malah gerakkan mereka menjadi lebih cepat seperti pegas.
Mei Hua mengerti jika sekelompok cahaya itu mengisyaratkannya untuk mengikuti mereka lebih cepat.
Mei Hua tersenyum dan dengan patuh mempercepat gerakan larinya.
Dari arah yang jauh sebuah pintu bercahaya keemasan muncul, mata Mei Hua melebar ketika melihatnya.
"Apa itu jalan keluar?".
Hati Mei Hua berdegup kencang, dia sangat bersemangat. Akhirnya dia bisa keluar juga dari kegelapan ini, betapa senangnya!.
Sekelompok titik cahaya juga terbang kearah pintu tersebut, sudah jelas itu pasti jalan keluarnya.
"Entah itu Huangquan, neraka, atau surga, aku tidak peduli. Yang kuinginkan saat ini adalah keluar dari sini secepat mungkin!".
"Kematian memang sangat menyakitkan tapi terjebak di dalam ruang hitam jelas seribu kali lebih menyiksa".
Jadi aku harus keluar!.
Tinggalkan tempat terkutuk yang aneh ini!.
Tekad Mei Hua membuahkan hasil. Karena ketekunannya Mei Hua merasa tubuhnya seperti telah disuntik dengan kekuatan tanpa batas. Kedua kakinya yang ramping dapat berkoordinasi dengan baik dan berlari lebih cepat dari biasanya.
Hanya butuh waktu beberapa detik untuknya menyusul sekelompok titik cahaya tersebut.
Dan ketika dia melewati pintu dan keluar dari ruang gelap, pemandangan yang menyambutnya berhasil membuat Mei Hua terkesima dengan mulut terbuka lebar menjadi bentuk O.
...-----+-----+-----+-----...
"Ya Tuhan! apa ini surga?".
Pemandangan langit malam bertaburan jutaan bintang yang terang, membuat hati Mei Hua menjadi tentram.
Bulan Purnama perak menggantung dengan anggun di Langit, keberadaannya sangat misterius dan dingin, membuat hati Mei Hua tersipu tanpa alasan.
Hutan dan pengunungan musim semi yang fantastis, sungai dengan suara aliran air yang bergemicik, padang rumput hijau segar, dan ladang bunga-bunga cantik bermekaran....
Mei Hua terlalu terpesona ketika melihat semua pemandangan indah ini. Dia bahkan tidak menyadari sekelompok cahaya yang dia ikuti tadi telah lama menghilang.
Melihat sungai yang bening, Mei Hua tergoda untuk melompat ke dalamnya.
Di akhir dunia ketika sandang dan pangan sangat sulit didapat, Mei Hua cukup beruntung untuk membangkitkan atribut kayu dan penyembuhan.
Dengan kemampuannya dia bisa membantu mensuplai makanan dengan cara mempercepat pertumbuhan tanaman. Dan kemampuan penyembuhannya juga sangat dibutuhkan dalam setiap operasi besar sebagai bantuan medis.
Untuk kebutuhan sehari-harinya makanan mudah didapat. Tapi untuk mendapat air yang bersih itu sangat sulit karena dia harus bertukar materi dengan penggunaan atribut air.
Menukar makanan dan minuman memang adil, tapi entah mengapa Mei Hua merasa itu tidak adil untuknya. Karena mempercepat pertumbuhan dan pembuahan tanaman adalah pekerjaan yang sangat sulit dan melelahkan. Sedangkan untuk pengguna atribut air, mereka hanya perlu menjentikkan jari mereka, seketika hujan pun akan turun.
Berjalan ke pinggir sungai, Mei Hua berhenti sejenak dan menatap penampilannya yang tercermin dipermukan air.
"Eh, a-apaa.. ?".
Mei Hua terkejut, matanya berkedip heran ketika melihat sosok gadis kecil dengan penampilan cantik dan mata menawan sedang menatapnya dari dalam air.
Mei Hua membuka mulutnya dan bertanya secara spontan. "Gadis kecil, kamu siapa?, kenapa kamu bisa berada di dalam air?, gadis kecil kamu sedang apa didalam sana?".
"......."
Tidak mendapat jawaban, Mei Hua mejadi ragu. Kenapa gadis kecil itu tidak menjawab? apa karena dia berada di dalam air jadi tidak bisa berbicara?.
Dia ingin menyentuh wajah gadis itu untuk mengkonfirmasi, tapi ketika tangannya menyentuh permukaan air, refleksi gambar gadis kecil itu tiba-tiba bergetar dan menjadi buram.
Dan tangannya yang terulur dapat dengan mudah menembus air dan menembus wajah gadis kecil itu.
"...!!!", Mei Hua terkejut dan dengan cepat menarik tangannya.
Beberapa saat kemudian pantulan gambar di air kembali menjadi tenang. Dan wajah cantik gadis kecil itu menjadi jelas lagi.
"Tidak mungkin. Ada yang tidak beres disini, jangan katakan padaku---!!".
Mei Hua menunduk, baru saat ini dia menyadari ada yang aneh dengan tubuhnya.
Kenapa tinggi badannya yang dulu mencapai 170 cm sekarang menjadi setengah dari tinggi badan aslinya?, kenapa dia merasa seperti telah menjadi anak-anak?.
Apa yang sebenarnya terjadi?.
...-----+-----+-----+-----...
Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:
Novel ini bertema Xianxia dan ini bukan Novel BL. MC adalah Pria dengan wajah cantik yang androgini, dia bisa secantik wanita dan sebaliknya juga bisa setampan pria.
Sejujurnya aku Fujoshi, dan aku menyukai cerita BL, jadi cerita Novel ini akan sangat banyak unsur Bromance yang ambigu.
Sesama Fujoshi bisa membaca cerita ini. (✿❛◡❛)💜🌸🌼
Yang tidak suka tolong menyingkir dengan hormat. (・3・)