I Become A Peach Blossom Fairy

I Become A Peach Blossom Fairy
Aku Akan Menunggu




...-----•°•°•°•-----...


Melihat kedua temannya terus-menerus berteriak histeris, Mei Hua merasa tidak nyaman, tanpa sadar dia berteriak untuk menyadarkan keduanya agar tidak jatuh dalam kepanikan.


"Cukup!, Mei Feng, Xiao Chui, jangan ribut!, tenanglah dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!".


Baik Xiao Chui dan Mei Feng tertegun ditempat, keduanya menatap Mei Hua dengan wajah sedih dan mata yang berair.


"Hua'er...", Wajah cantik Xiao Chui berkerut, alisnya mengernyit dan bibirnya mengerucut. Dia terlihat bingung dan tidak tau harus mulai menjelaskan dari mana.


Mei Feng juga sama, dia tidak tau harus berkata apa, dia hanya bisa terbang dan mendarat di pundak Mei Hua, wajah kecilnya memasang ekspresi tertekan yang terlihat sangat menyedihkan.


"Hua'er, kami ingin menjelaskan padamu semuanya, tapi waktu yang tersisa tidak memungkinkan hal itu. Jadi, tolong dengarkan beberapa saja".


Mei Hua mengangguk paham dengan kata-kata Xiao Chui, dia memasang wajah serius dan mulai mendengarkan. Mo Xuan yang terlupakan bahkan juga tampak serius dan tegang, tangannya mencengkram tongkat kruk sampai kuku jari-jarinya memutih.


Apa yang dijelaskan Xiao Chui adalah sisi lain dari Lembah Qiancheng. Sisi lain ini adalah apa yang Mei Hua tidak tahu karena memang tidak dijelaskan didalam plot Novel.


Lembah Qiancheng adalah tempat yang dianggap mengerikan dan berbahaya bagi semua orang, baik itu manusia maupun Kultivator sekalipun.


Semua orang menganggap Lembah Qiancheng berbahaya karena mereka percaya ada sosok jahat dan mengerikan yang menjaga tempat itu.


Sosok jahat itu adalah keberadaan yang mereka sebut Iblis.


Raja dari segala roh orang mati, yang bisa menciptakan pasukan mayat hidup, dia disebut sebagai...


Iblis kabut kematian.


Dia adalah Iblis kejam dan mengerikan yang akan membunuh siapapun yang berniat memasuki Lembah Qiancheng.


Dia akan menghancurkan jiwa orang-orang yang berani memasuki wilayahnya, mengikis tulang, memakan daging dan menyedot darah mereka lalu mengubah tubuh mereka menjadi mayat hidup dibawah kendalinya.


Karena tidak pernah ada yang selamat dan keluar hidup-hidup setelah memasukkan Lembah Qiancheng, orang luar jadi tidak tahu kebenaran pasti dari Iblis Kabut Hitam.


Sebagian orang percaya, sebagian lagi tidak. Tidak ada yang tau yang mana yang benar, segala hal tentang Lembah Qiancheng adalah misteri yang sulit dimengerti.


Bahkan untuk para Kultivator ditahap Mahayana sekalipun, dimata mereka Lembah Qiancheng adalah tempat dimana momok yang paling mengerikan terkunci disana. Dan karena saking mengerikannya mata batin mereka yang tajam pun tidak bisa menangkap keberadaan apapun, mereka hanya bisa melihat kabut hitam yang tebal dan menindas menyelimuti tempat itu.


Nyatanya hal itu memang benar. Di Lembang Qiancheng ini, memang ada Iblis jahat yang disegel di dalamnya.


"... Iblis itu disegel disisi lain Lembah Qiancheng, tempatnya ada di dalam jurang. Disitulah Iblis itu disegel".


"Dan yang menyegelnya adalah Array pembatas yang kamu dan Mei Feng bicarakan tadi?".


"Ya", Xiao Chui mengangguk dengan wajah gusar.


"Mei Feng berkata, Array pembatas itu sedang dilanggar... jika Array itu benar-benar hancur, apa yang akan terjadi?". Tebakan dengan nada pertanyaan yang diungkapkan Mei Hua berhasil membuat ekspresi Xiao Chui dan Mei Feng menjadi lebih pucat, ketakutan yang mengerikan terpancar dimata mereka berdua.


"J-Jika... Iblis itu bebas... maka kita semua akan...berakhir!, ini bencana, oh, sungguh bencana...", Mei Feng memeluk tubuhnya yang gemetar dengan sayab birunya, matanya penuh terror dan keputusasaan yang sama sekali tidak dimengerti Mei Hua.


Mei Hua mengerucutkan bibirnya, di bingung harus bereaksi seperti apa saat ini.


Melihat dari reaksi kedua temannya, jelas perkara ini bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Ketakutan dimata Xiao Chui dan Mei Feng bukan main-main, keduanya seperti mengerti, atau mungkin tau persis hal buruk apa yang akan terjadi setelahnya jika Iblis itu benar-benar bebas.


"Masalah ini, tidak boleh dibiarkan terus berlarut", Pikir Mei Hua.


Menepuk bahu Xiao Chui dan mengelus sayab biru Mei Feng, dengan lembut dia berkata, "Teman-temanku, jangan panik. Tenanglah, aku yakin kita bisa menghentikan bencana ini".


Dua pasang mata menatap Mei Hua secara bersamaan, ditambah sepasang mata hitam yang diam-diam memperhatikan disudut.


"Aku sudah tidur terlalu lama, jadi aku tidak tau seburuk apa masalah ini, tapi yang jelas... tidak ada gunanya hanya berdiam diri dan gemetar ketakutan".


"Array pembatas dan Iblis jahat yang keluar, tidak perduli apa itu kita harus mencari solusi yang menyelesaikan keduanya"


"Jika Array pembatas itu memang hancur maka kira hanya perlu bergegas untuk memperbaikinya, tapi jika Iblis sudah terlanjur keluar... maka yah...kita hanya perlu melawan dan menyegelnya kembali"


"Jadi jangan takut lagi teman-temanku, ada aku disini. Percayalah, aku sangat kuat, dan aku bisa melindungi kalian, dan juga rumah kami ini, lembah Qiancheng kita yang sunyi dan damai".


Kata-kata Mei Hua berhasil membuat Xiao Chui dan Mei Feng meringankan beban dihati mereka sejenak. Keduanya sama-sama menarik nafas lega. Ketakutan dan terror dimata kedua perlahan-lahan mulai surut.


"Benar, tidak perlu takut, ada Mei Hua!, dia adalah orang yang ditakdirkan untuk menjadi Santo pelindung Lembah Qiancheng ini!".


Mei Hua mengalihkan perhatian kearah lain, jadi dia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang digumankan oleh Xiao Chui dan Mei Feng. Jika tidak dia pasti akan bertanya, siapa itu Yang Mulia Abadi?, dan apa hubungan dirinya dengan Santo Pelindung?.


Saat ini, tatapan mata Mei Hua hanya fokus pada sosok kecil dan pendek penjahat Mo Xuan.


Mei Hua merendahkan tubuhnya, mensejajarkan tatapan matanya dengan mata hitam bulat Mo Xuan


"Maaf, telah terjadi sesuatu disini. Aku tidak bisa mengajakmu bersenang-senang dengan teman-temanku. Waktunya sangat terbatas".


"... jangan, jangan minta maaf. Tidak masalah, aku tidak mempermasalahkannya". Bibir pucat Mo Xuan mengerucut, dia tampak tidak nyaman mendengar ucapan maaf Mei Hua.


Hati kecilnya yang kusut bertanya-tanya, "Kenapa kamu harus minta maaf?, jelas kamu tidak melakukan apapun yang merugikanku, ini justru aku... keberadaan ku disini seperti tambahan yang merepotkanmu".


Mo Xuan tidak ingin menyangkalnya, tapi juga tidak mau mengakuinya.


...Jika dia sebenarnya sangat menyukai tempat ini.


Tempat yang sangat sunyi dan damai, dengan orang-orang berpenampilan memukau dan menarik yang tinggal disana.


Tempat ini terisolasi dari dunia luar, sehingga tidak ada yang bisa menemukan hal-hal indah ditempatkan ini.


Tempat ini seperti surga yang tersembunyi dalam kabut. Penuh misteri, keajaiban, dan keindahan.


"Bagus, anak baik, kamu sangat pintar. Kamu pasti tau arah pulang kembali ke rumah bambu kan?".


Mo Xuan mengangguk. Ya, dia ingat. Ingatannya selalu baik, sejak kecil ibunya sering memuji kecerdasannya.


"Kalau begitu aku harus merepotkanmu untuk menjaga rumah bambu, kebun sayur dan kebun bungaku untuk sementara waktu".


Mo Xuan sekali lagi mengangguk, ya tidak masalah. Sejak beberapa hari yang lalu tugas menyirami tanaman memang sudah menjadi rutinitas hariannya.


Mei Hua tersenyum kecil, dia berkata, "Pulanglah terlebih dahulu, beristirahatlah yang benar, dan tunggu aku pulang, oke?".


"Ya", Mo Xuan sedikit-demi sedikit mulai terbiasa dengan wajah familiar di depannya. Wajah ini secantik ibu, namun itu bukan ibunya.


Saudara Hua adalah seorang Pria secantik bunga, dia juga orang asing yang tidak dikenal yang telah menyelamatkannya.


Saudara Hua dan ibunya tidak sama, keduanya adalah orang yang berbeda.


"Kalau begitu kami pergi dulu, sampai jumpa lagi".


Puncak rambutnya lalu ditepuk, dihaluskan dan dipelintir dengan tidak manusiawi.


Mo Xuan berpikir, Saudara Hua sepertinya memiliki sedikit kesamaan dengan ibunya.


Saudara Hua terkadang bisa juga bersikap acuh tak acuh, sering mengkhawatirkan banyak hal kecil, dan suka mengkritik hal-hal sepele menjadi hal yang panjang dan rumit.


Menatap punggung Mei Hua yang berjalan menjauh, Mo Xuan membuka mulutnya dan mengeluarkan suara yang lirih.


"Ya, aku akan menunggu".


Diatas kepala penjahat kecil, sebuah bar identitas yang selalu diperhatikan Mei Hua, kini perlahan mulai berbuah. Sayangnya, Mei Hua tidak bisa melihat perubahan ini, kalau tidak dia mungkin akan menangis penuh dengan air mata kebahagiaan.


... Itu karena, Nilai menghitam telah turun, dan nilai kesukaan telah naik.


Nama: Mo Xuan


Identitas: Penjahat


Love: 5%


Black: 10%


...-----•°•°•°•-----...


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:


Pembaca setia, khususnya untuk para Fujoshi, tolong beri saya Like❤ (´・ω∩`*)