I Become A Peach Blossom Fairy

I Become A Peach Blossom Fairy
Membangkitkan Ruang Spiritual




...-----+-----+-----+-----...


Mei Hua membuka pakaiannya dan dengan santai membuangnya ke petak rumput disamping.


Dengan wajah tanpa ekspresi dia melompat kedalam sungai.


Air sungai yang dingin dan jernih menyentuh kulitnya, pori-pori di seluruh tubuhnya meregang dengan nyaman.


"Uhh... Sangat dingin, begitu nyaman..."


Mei Hua tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Dia memang menyukai pemandangan disini, menyukai bunga-bunga disini, dan menyukai sungai jernih yang nyaman untuk berendam.


Intinya dia menyukai tempat ini dan ingin tinggal disini selama-lamanya.


Tapi... Tapi jujur saja, dia tidak begitu menyukai penampilan barunya!.


Wajah apa itu!?, kenapa pria tampan sepertinya harus terlahir kembali dengan wajah seorang gadis!, dan masih gadis kecil juga!, yang mirip dengan Lolita bermata besar!.


"Hiks... Hiks... Dosa apa yang kulakukan dimasa lalu?. Kenapa aku bereinkarnasi dengan wajah seperti ini?".


Mei Hua menunduk, dia menatap dadanya yang rata, kulitnya yang putih, pinggangnya yang ramping, dan kakinya yang proposional.


Dan juga tambahan kecil di ************ nya.


"Dan aku masih terlahir menjadi kecantikan dengan ay*m kecil..."


"Lelucon apa ini?!. Oh...Dewa sekalian saja kau jadikan aku wanita berdada besar!!".


Mei Hua menangis dan terus-menerus meratapi nasibnya absurd. Dibunuh dengan tidak adil ditangan Zombie mutan yang gila, terlahir kembali dengan penampilan seperti wanita, dan kehilangan kejantanan seorang pria...


Kemana perginya wajah tampanku?!, kemana perginya six pack ku?!, kemana perginya kulitku yang sehat seperti warna gandum??!!.


Dia muak sampai-sampai ingin muntah, tapi mau tidak mau Mei Hua harus menerima kenyataan pahit ini.


Mulai saat ini kehidupan barunya akan sangat jauh berbeda dari masa lalu.


...-----+-----+-----+-----...


"Benar juga, pakaian yang ku kenakan tadi terlihat agak aneh..."


Mei Hua melirik jubah putih yang dia lempar ke samping. Sepintas jubah itu terlihat seperti bukan pakaian orang normal pada abad 21, jika diperhatikan lebih detail itu terlihat agak mirip gaun.


"Pakaikan itu mirip seperti pakaian orang zaman dulu, seperti pakaian brokat dan sutra yang pernah ku lihat di Film-film Aksi seni beladiri bertema Kerajaan".


Pikiran absurd tiba-tiba muncul di kepalanya, Mei Hua melirik sekelilingnya dengan antisipasi.


"Jangan katakan padaku, apa aku terlahir kembali ke zaman kuno?!".


Oh, ini sangat mengejutkan dan agak menarik.


Melangkah keluar dari dalam air dia mengambil pakaiannya ditanah dan menatapnya dengan cermat.


"Ehh? sungguh aneh...", Entah apa hanya perasaannya saja, Mei Hua merasa tubuhnya menjadi lebih segar, ringan, dan lebih putih dari sebelumnya.


"Lupakan, itu pasti hanya ilusi. Mungkin karena air sungai begitu nyaman dan bersih sampai-sampai aku merasa seperti tubuhku telah disegarkan kembali".


Mengabaikan perubahan halus yang terjadi pada tubuhnya, Mei Hua mulai fokus pada hal lain.


Menyentuh sebentar, Mei Hua bisa merasakan bahan pakaiannya terbuat dari kain yang sangat halus, lembut dan hangat. Coraknya juga indah dengan bordiran bunga Lily merah disetiap tepian nya.


Dengan gerakan halus dia memakai jubah putih tersebut, mengikat ikat pinggangnya secara alami dengan mudah.


Mata Mei Hua membulat, dia sedikit terkejut. Hatinya bertanya-tanya mengapa dia bisa memakai pakaian orang kuno dengan begitu mulus. Padahal ini pertama kalinya dia mencoba menggunakan pakaian yang rumit ini.


Berdiri tegak dan menatap pantulannya di air, Mei Hua menghela nafas untuk yang kesekian kalinya.


Wajah bersih dan putih yang halus, mata bulat dengan pupil biru muda, hidung lurus, dan bibir merah muda terang.


Rambut panjang berwarna merah muda keperakan, kulit putih, leher ramping, tubuh kecil yang imut seperti boneka....


"Walaupun masih anak-anak wajah ini begitu cantik. Jika sudah dewasa nanti pasti akan sangat indah dan memikat. Sayang sekali wajah cantik ini dimiliki oleh laki-laki...."


"Dan ini masih wajah baru ku...".


Mei Hua membuang muka, dia berdiri dan mulai menyelusuri jalan ditepian sungai.


"Aku tau hutan biasanya memang sepi, tapi hutan ini terlalu sunyi, dan terlalu tenang...."


Tidak ada suara kicauan burung, tidak ada bunyi serangga, dan bahkan di sungai yang dangkal dengan airnya yang jernih tidak ada satu ikan pun yang lewat.


"Jadi tempat apa ini...?".


Pemandangan disini begitu indah, seperti taman surga. Mei Hua menyentuh tanah, bunga, dan rerumputan, jari-jarinya memastikan semuanya asli dan bukan ilusi.


Aliran air yang dingin, udara yang bersih, dan langit malam dan bulan bukan kebohongan


Semua yang ada disini nyata. Hanya saja semua terasa tidak konsisten.


"Rasanya seperti aku berada disuatu tempat yang indah dan misterius, namun terisolasi dari dunia luar".


"Jika memang seperti itu, apakah tidak ada jalan keluar dari sini?".


Tepat ketika Mei Hua mengucapakan kata "Keluar", seberkas cahaya tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuhnya.


Ketika cahaya terang menelannya, Mei Hua menutup matanya erat-erat karena silau. Tidak bisa melihat apapun, Mei Hua hanya bisa mengandalkan indra pendengaran dan sentuhan nya.


Tepat pada saat itu, dia merasa tubuhnya melayang dan terbang tanpa bobot.


Membuka matanya lagi, Mei Hua menemukan dirinya telah berada di tempat lain.


Pemandangan langit malam yang indah, sungai yang jernih, hutan dan pegunungan, semuanya menghilang seperti ilusi.


Mei Hua tertegun di tempat sambil menatap pemandangan baru disekitarnya.


Masih hutan yang sama, hijau lebat dan berbau alam yang menenangkan. Namun, ada yang sedikit berbeda. Hutan ini telihat seperti hutan biasa, tidak ada sungai, tidak ada ladang bunga, dan tidak ada corak musim semi.


Mengangkat kepalanya, Mei Hua dapat melihat langit biru dan gumpalan awan putih. Itu adalah langit siang, dan bukan langit malam dengan hiasan bintang dan bulan yang dia kenal.


Mei Hua merasa linglung. Untuk keseperkian detik dia merasa seolah-olah semua yang terjadi sebelumnya hanya mimpi ditengah malam.


Tiba-tiba saja muncul dihutan bak surga, lalu dipindahkan lagi ke hutan padang rumput yang biasa-biasa saja, Mei Hua merasa dirinya seperti sedang dipermainkan.


Menyentuh tengah dahinya, Mei Hua tiba-tiba berteriak kesakitan. "Sss---, panas!".


"Sakit... Kenapa terasa panas?. Eh, tunggu, sudah hilang..."


Meskipun hanya sepintas, Mei Hua merasa dahinya seperti telah dicap dengan besi soulder yang panas.


Sambil mengelus keningnya yang tidak sakit lagi, Mei Hua merajuk.


"Ohh... Aku ingin kembali ke tempat tadi...".


Begitu kata "kembali" diucapkan, sosok Mei Hua langsung menghilang dari tengah hutan.


Dalam sekejab dia pun muncul kembali di tepi sungai, ditempat yang sama ketika dia menghilang sebelumnya.


"Ah?, aku kembali!!!".


Ini ajaib, Mei Hua menjerit bahagia di dalam hatinya.


Mei Hua berlari kearah sungai, dia menatap pantulan wajahnya dengan sungguh-sungguh.


Wajah cantik yang tidak berubah, hanya saja di tengah dahinya tiba-tiba muncul pola bunga berwarna merah muda terang yang indah.


...---+++---...



...---+++---...


"Ini seperti... Bunga persik?".


Mei Hua terdiam sejenak, detik berikutnya dia bertepuk tangan seolah-olah memahami sesuatu.


"Ah!, sekarang aku mengerti!".


Tidak salah lagi, Mei Hua yakin jika hutan dan pegunungan indah ini adalah ruang spiritual legendaris!. Yaa!, dia telah membangkitkan kemampuan ruang!.


Dan ruang ini hanya bisa dia masuki dengan menyentuh dahinya, lalu berkata "kembali". Jika ingin keluar dia hanya perlu mengucapkan "keluar", dan secara otomatis dia akan keluar dari ruang ini.


"Hahahaha---!!!, Dewa masih menyayangi ku!. Aku sangat senang!. Bahkan jika aku harus menjadi banci di kehidupan kedua ku ini, itu tidak masalah, yang terpenting aku memiliki ruang sendiri!!!".


Apa artinya memiliki ruang?.


Dia bisa menyimpan banyak barang-barang disana, bisa masuk dan keluar dengan mudah, dan bisa bersembunyi dalam kehampaan dan tidak akan pernah ditemukan jika sedang dikejar musuh.


Hanya Dewa yang tau betapa dia ingin sekali memiliki ruang ketika hari kiamat tiba. Dengan ruang ini dia bisa menimbun banyak makanan dan bersembunyi dari ancaman Zombie.


Di kehidupan pertama dia tidak bisa memilikinya, tapi sekarang dia memilikinya.


Ruang spiritual adalah Cheat yang kuat, hebat, dan menggiurkan!!!.


"Ahhh, ini menyenangkan!".


Mei Hua menjatuhkan dirinya di rumput, berguling-guling ditanah, dan tertawa seperti orang gila.


Mencium aroma rumput yang segar dan harum ternyata sangat menyenangkan.


Dan beristirahat dibawah penutup langit malam ternyata sangat menenangkan.


"Kebahagiaan itu begitu sederhana... aku benar-benar menyukainya".


"Sepertinya kehidupan kedua ku tidak akan berjalan buruk".


Tertawa girang, Mei Hua menutup matanya dan jatuh ke dalam mimpi indah yang panjang.


...-----+-----+-----+-----...


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:


Menurutku Cheat yang paling maha kuasa adalah ruang spiritual, terlebih jika itu ruang yang telah ditingkatkan.


Tapi tetap saja meskipun Mei Hua memiliki Ruang dia bukan karakter yang OP.


Tapi aku adalah penulis yang penyayang, jadi aku tidak akan membuat karakter yang kuciptakan menderita terlalu banyak.


Oke, selamat menunggu kelanjutannya. (^_^♪)💙🍀🌼