Hoshiko

Hoshiko
Part 22 Cinta dan Takdir adalah Misteri



Xavier mulai bercerita.


Saat itu hari pemakaman orangtuaku, di rumah duka.


“Xavier, bersabarlah.”


“Ayahmu orang yang baik dan pengusaha yang jujur.”


“Kau harus melanjutkan kerajaan bisnisnya.”


“Ibumu, wanita cantik yang rendah hati”


“Dia sangat dermawan membantu menjadi donatur.”


Pelayat bergantian mengucapkan duka cita, berdoa dan menyemangatiku yang masih diam mematung di pemakaman orangtuaku.


“Xavier, jauh sebelum kecelakaan maut ini terjadi. Ayahmu menuliskan sebuah surat untukmu.”


Aku menerima amplop cokelat berisi kertas putih yang sudah bertinta mulai pudar warna birunya.


“Orangtuamu menitipkanmu pada kami sebelum kecelakaan itu terjadi. Mereka ingin kamu menikah dengan Sammy,” ucap Pengacara keluarga Xavier.


“Jadi itu isi suratnya?” tanyaku pada Ayah Sammy yang baru saja membaca surat wasiat.


“Iya, surat itu ditulis dengan beberapa orang saksi termasuk aku yang hadir di sana. Saat surat itu dibacakan oleh penasihat bisnis ayahmu.”


“Bagaimana mungkin aku menikahi gadis yang 2 tahun lebih tua dariku dengan penampilannya yang serba tertutup rapat seperti ninja itu,” batinku dengan nada menghina.


“Ini bacalah sendiri.” Ayah Sammy memberikan surat Mendiang Papah padaku dan aku mulai membaca setiap kata di secarik kertas itu. Goresan tinta di sana benar-benar Beliau yang menulisnya. Aku masih bisa mengenali setiap huruf yang ditulis papah.


“Tapi Om, usiaku belum genap 20 tahun dan masih kuliah. Bagaimana bisa aku menafkahi anakmu?” Aku beralibi agar tidak menikah dengan wanita muslimah itu.


“Kamu fokus saja dengan pendidikanmu. Aku tidak akan merepotkanmu,” jawabnya dengan suara lembut.


“Aku tidak mungkin menikah dengan perempuan yang berbeda keyakinan denganku. Aku tidak ingin mengikuti jejak ibuku yang menikahi papah yang beragama Islam!”


Aku mengabaikan dan meninggalkan mereka. Belum genap seminggu sejak kematian papah mereka sudah memintaku untuk berumah tangga dengan orang yang tidak dikenal bahkan berbeda keyakinan denganku. Memangnya aku hidup di zaman siti nurbaya! Dimana anak harus menuruti keinginan orangtuanya termasuk menikah karena perjodohan.


Berhari-hari aku merenung dengan stalking kehidupan Sammy di dunia nyata juga maya. Entah bagaimana caranya Tuhan memberiku rasa cinta itu. Setelah 3 bulan mengenalnya, aku benar-benar jatuh hati pada Sammy.


Kami berkencan dan di saat jalan berdua. Dia selalu memilih Tuhannya lebih dulu dan meninggalkanku untuk beribadah. Wanita itu tidak pernah meninggalkan Tuhannya dalam situasi dan kondisi apa pun. Mungkin itulah yang membuatku jatuh hati padanya. Dia begitu mencintai Tuhannya.


Terlebih ketika aku melihat wajah cantiknya saat berwudhu, hati ini terus berdetak kencang tak berirama. Sejak saat itulah aku berkeyakinan kalau dia wanita yang setia dan pantas dijadikan istri. Sammy bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kami, darah dagingku.


Sammy pernah memintaku untuk lebih mengenal Tuhan, ia memberiku banyak buku sejarah semua agama, miliknya. Tapi, aku mengabaikan dan tetap berpendirian teguh pada keyakinanku akan agama yang kupeluk saat itu. Bukan karena agamaku atau agamanya yang lebih benar tapi ini lebih kepada pilihan hidup. Ketenangan batin dan keyakinan akan Tuhan. Karena aku tahu, semua agama itu mengajarkan kebaikan kepada umat-Nya. Cinta dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup di dunia.


Setelah menghabiskan hari-hari bersama Sammy, akhirnya kami menikah. Walaupun berbeda keyakinan dengan komitment untuk saling menghargai dan menghormati agama juga kepercayaan masing-masing.


Kami saling mengenal agama satu sama lain dan menjalankan apa yang menjadi perintah Tuhan dan meninggalkan larangan-Nya. Tidak lama setelah kami menikah, Tuhan memberkati kami dengan kehadiran malaikat kecil di rahimnya.


Kami sangat bahagia bisa memiliki anak dalam waktu pernikahan yang masih seumur jagung. Namun kebahagiaan kami hanya sesaat, anak yang dilahirkan Sammy tidak bertahan lama dan akhirnya meninggal.


Anak kami terlahir prematur dan Sammy menjalani persalinan caesar. Setiap hari melihat Sammy yang murung membuat hatiku teriris pedih, jiwaku pun menjadi kosong tanpa keceriaan di wajahnya. Hingga suatu hari teman-teman Sammy datang menjenguknya. Para suster dari panti asuhan membawa bayi berusia 1 tahun.


Sammy nampak senang dengan kehadiran mereka, terlebih dengan balita yang selalu membuatnya tertawa. Balita itu bernama Angel, seorang anak perempuan yang sangat cantik seperti bidadari.


Setiap kali melihat mereka berkunjung dengan balita itu, kondisi Sammy berangsur pulih termasuk kondisi kejiwaannya. Dan kami sepakat mengadopsinya sebagai anak kami.


Dua bulan pasca melahirkan caesar, Sammy mendadak sakit. Demamnya sangat tinggi selama berhari-hari dan memaksanya kembali masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan.


Di tengah kondisinya yang sedang sekarat, ia bercerita kisah sedih Angel, anak adopsi kami. Anak itu terlahir secara tidak sengaja bahkan tidak diinginkan oleh ibunya. Namun sang ibu tetap melahirkan dan menyayanginya. Walaupun semua orang menolak kehadirannya.


Angela adalah anak Hoshiko. Seorang wanita tangguh yang membesarkan anaknya seorang diri tanpa ayah dan tidak ada ikatan pernikahan karena dia korban pemerkosaan saudara kandungnya. Hingga anak itu terlahir, Hoshiko tidak pernah tahu ** siapa yang berhasil membuahi sel telurnya. Dan dia pun tidak ingin mengetahuinya.


Sammy memberikan foto Hoshiko padaku. Ternyata dia adalah Hoshiko yang sama yang pernah aku cemarkan nama baiknya dengan sengaja merekam adegan asusila itu. Aku tidak menyangka kalau dia hanyalah korban pemerkosaan dan pelaku kejahatannya adalah saudara kandungnya sendiri.


Hatiku hancur tercabik perasaan bersalah dan sudah sangat berdosa menyakiti perempuan korban pelecehan seksual. Aku tidak berani menyesali perbuatanku dihadapan orang yang sangat aku cintai dengan kondisinya yang sedang sekarat.


“Sammy berpesan padaku sebelum kepergiannya, kalau Hoshiko berkenan untuk menikahiku dan menjadi orang tua sempurna untuk anak adopsi kami


“Angel” dan Tuhan mengabulkan keinginannya juga menjawab doaku selama bertahun-tahun.” Xavier tidak bisa mengontrol emosinya, ia terus menangis sambil menceritakan semua masa lalu itu.


“Aku menemukanmu Hoshiko.” Xavier menangis dengan dahi bersender di atas batu nisan Sammy.


“A-apa?! Jadi selama ini, semua gossip murahan itu berasal darimu?”


“Maafkan aku, Hoshiko.”


“Tega sekali dirimu!”


“Aku tidak berniat melakukannya. Jika tahu kebenarannya aku akan menghajar mereka semua dan menjebloskannya ke penjara!”


“Tidak ‘kah kau sadar dari mana dirimu berasal, Xavier?!”


“Sungguh, saat itu aku hanya ingin membalas dendam padamu dengan menghancurkanmu dari dalam.”


“Yeah ... dan kau berhasil melakukannya dengan sangat rapih.”


“Aku memang pecundang yang tidak punya nyali saat kalah bersaing dengan mencari kesalahanmu yang akan kupakai sebagai bumerang.”


“Kau tidak hanya pecundang tapi psikopat yang mengumpanku dan bersembunyi dibalik topeng munafuck.”


“Aku sangat bodoh saat itu, harusnya kuselamatkan dirimu.”


“Ya, benar! Kamu itu bodoh, sangat! Sehingga menghalalkan segala cara untuk membunuhku.”


“Mungkin kau tidak akan semenderita seperti sekarang. Semuanya memang kesalahanku, penyebab takdir burukmu adalah aku, Hoshiko!”