God's Destiny

God's Destiny
BAB:09



Tak lama kemudian...


TOKKTOKKTOKK(suara pintu diketuk))


"Masuk" ucap seorang pria yg tengan duduk di kursi putar nya.


"Anda memanggil saya tuan?" ucap seorang pria yg tak lain adalah YUDI HENDRAWAN pegawai sekaligus ayah dari NOVIA AS-SHILLA.


"Duduklah" ucap pria yg tengah duduk di kursi putar tersebut.


Ayah novi pun mengangguk, dan duduk di kursi yg tersedia.


"Langsung To the poin saja. saya memecat anda!!" Tengas pria tersebut.


Ayah novi kaget bukan kepala, tanpa alasan yg jelas ia di pecat oleh atasan nya.


"Apa salah saya pak?" tnya ayah novi.


"Ini pesangon untuk anda" ucapnya seraya memberikan amplop coklat. "Dan pergilah" lanjutnya.


Ayah novi pun mengambil uang pesangon nya dan pergi meninggalkan atasan nya itu.


'Tenganlah tempat kerja bukan hanya 1 itu kan, carilah pekerjaan lain. ingat kau memiliki seorang putri, yg sekarang menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya' batin Ayah novi menyemangati dirinya sendiri.


Di Dalam Rumah.


Novi sedang asik membaca notif-notif ponsel nya. Tiba-Tiba.....


TokkTokkkTokk*suara pintu di ketuk*


"Assalamualaikum vi, ini ayah dokk bukakan pintunya" pinta ayah novi pada putri tunggal nya itu.


"Waalaikumsalam yah bntarr" Teriak novi dari dalam rumah ayahnya.


*Cklekkkk(suara pintu terbuka)*


Novi pun mengambil tangan sang ayah lalu mecium punggu tangan nya.


"Emmm mau vi siapin kopi yah?" Tawar novi.


"Boleh" Ucap sang ayah


"apa ada masalah yah?" Tanya novi stelah melihat mimik wajah sang ayah.


"Vii ayah di pecat ndokk" Ucap sang ayah seraya menunduk sedih.


Degggg!!!!!


'Ya Allah cobaan apalagi ini' batin novi.


Novi punterseyum dan menatap ayahnya "Kita akan menjalani nya yah, Aku yakin ini semua adalah akal licik mama agar kita kembali ke rumahnya lalu bertekut lutut di kakinya" Ucap novi smbil menggigit bibir bawahnya agar tidak menangis.


Ayah novi mengusap puncak kepala novi. "Sudah ndok ini semua ujian, kita Serahkan semua pada *Takdir Tuhan* Kau tau kan akan ada saat nya kita bahagia" Ucap sang ayah, dengan kata2 yg mampu membuat novi terseyum kembali.


"Sudahh ayah mau mandi bikinkan ayah kopi ya ndokk"


"Siap boosss" Ucap novi seraya menggangkat telapak tangan nya, memberi tanda Hormat.




Dan di tempat lain.


 




"Katakan!" Ucap seorang pria berhodie hitam itu.



"Tuan YUDI HENDRAWAN di pecat di perusaan tempat ia bekerja. Dan yg memecatnya ialah  tangan kanan dari perusahaan tersebut. dan menurut informasi yg daya dapat nyonya GRATIA RAHMAWATI lah yg memyuruh juga membayar tangan kanan perusahaan tersebut untuk memecatnya, dan meminta agar tangan kanan perusahaan tersebut untuk menyebar berita berita yg tidak benar tentang Tuan YUDI HENDRAWAN agar ia tidak kembali di terima di setiap perusahaan. atau lebih tepatnya Tuan YUDI HENDRAWAN di Fitnah boss" ucap seseorang berbadan besar itu.



"Apa nama perusahaan itu?"



"Perusahaan yg di pimpin oleh Tuan WILIAM PRAHMANA di perusahaan yg bernama, PRAHMANA GROUP"



"hubungi sekertarisku dan EVAN kemari"



"Baik tuan"



15mnt kemudian.....



"Anda memanggil kami tuan?" tanya seorang pria yg tak lain adalah sekertasi dari pria berhodie hitam itu.



"Ya. carilah informasi tentang perusahaan PRAHMANA GROUP.  jika kita memiliki hubungan kerja sama dengan nya, maka putuskan. Dan untukmu!" ucap nya seraya menunjuk  asisten nya yg bernama EVAN itu. "Hancurkan perusahan itu, bikin perusahaan itu bangkrut".



"Dan kau! lanjutkan pekerjaan mu" ucapnya seraya menjuk pria gagah tersebut.



"BAIK TUAN!!!" ucap mereka kompak lalu melengang pergi.



.


.


.


.



***Enak banget jadi Boss ya Allah*.



salam manis: Shoppy**