God's Destiny

God's Destiny
Bab:07



Novi pun hanya mengangguk ia tak berani menatap manik2 laki-laki yg bersetatus ayah kandungnya tersebut.



SAMPAINYA DI RUMAH SANG AYAH



"Vi Ndok' baju mu esok akan ayah belikan, sekarang istirahatlah ayah yakin kau sangat lelah bukan?" tanya sang ayah pada putrinya



Dan lagi lagi novi hanya mengangguk.



ESOK PUN TIBA



Untung saja ini hari ahad jadi novi tidak perlu pikir panjang untuk pulang dan mengambil barang2 untuk keperluan sekola nya.



"ndokk" Panggil seorang wanita berumur 25th tersebut. Ya iya adalah kakak sulung nya novi namanya GRACIA KAHESA RAHAYU kakak perempuan dari novi.



Novi pun menoleh ke belakang "Embakk" ucap nya sebelum air mata nya mencair.



Gracia pun mendekat ia merengkuh erat tubuh adik bungsu nya tersebut, walaupun beda ayah namun kasih sayang Gracia lebih dari kasih sayang seorang kakak kandung kepada adiknya.



"Yg kuat ndokk tabahlah" ucap Gracia memberi semangat kepada sang adik.



Bukanlah ia menjadi tenang justru tangis nya malah menjadi jadi. "Vi gk kuat mbk vi gk kuad" ucap nya seraya mengeluarkan semua unek2 nya di hatinya yg paling dalam.



"Embak tau sayang, kita pernah berada di posisi yg sama" Ucap sang kakak lalu melepas pelukan mereka "ndokk vi Tabahlah sayng serahkan semua sama Allah, Ini ujian bagimu. Kau tau kan bahwa Allah tidak akan memberi ujian di atas kemampuan hamba nya?"



Yg di tanya pun hanya mengangguk, karena ia tidak pnya nyali untuk menjawab. walaupun hanya kata 'iya'.



Gracia pun terseyum lalu mengelus kepala novi. "Sabarlah ndokk, sebentar lagi. akan ada waktunya \*Setelah hujan timbulah pelangi\*"



Novi pun hanya mengngguk, lalu menyeka air matanya yg tersisa.



"Ayo sekarang kita ambil barang2 mu, ikutlah bersama ayah. Embk cuman tidak mau apa yg terjadi padaku terulang padamu ndokk" Ucap gracia, hampirr menangis namuh ia tahan.  Agar ia bisa memberi semangat pada adik perempuannya, \*Lantas buat apa ia memberi semangat jika ia sendiri bersedih\* pikirnya.



"Emang bisa?" tanya novi seraya menatap mata sang kakak



Sang kakak terseyum sambil mengangguk "Sesuatu yg baik pasti akan di mudahkan jalannya olh Allah. berdoa lah agar keputusan yg kau ambil ini benar. Dan serahkan semua pada TAKDIR TUHAN."



Novi pun hanya terseyumm..



"Dimana mama biadanya menaruh kunci ndok?" Tanya Gracia kepada sang adik. ya mreka sekarang tengah berada di kediaman sang mama. Mumpung beliau sedang tidak ada di rumah,mereka pun mengambil kesempatan itu untuk mengambil barang2 novi yg tertinggal.


"Bentar mbk tak ambilnya" Ucap novi.


cklekkkk....


Ketika rumah terbuka mereka pun dengan cept msuk ke kamar novi.


"Ambil yg kira2 hanya di butuhkan, untuk pakaian,hijab atau yg lainya entar embak belikan." Ucap Gracia seraya memasukan barang ke kardus.


"Iya"


Setelah semua selesai.


"Gimana?. sudah semua?" tanya gracia


Novi pun hanya mengangguk.


cklekkk(Suara pintu tertutup)


"Ni. kembalikin di tempat semula" Suruh gracia


Tanpa menjawab novi pun mengambil kunci nya dan menenpatkamnya di tempat semula.


"Ayo Novi kita mulai hidup baru, Mungkin jika bersama ayah kau tidak bisa mendapatkan hidup sempurna seperti apa yg kau dapatkan saat bersama mama, namunn pasti ayah akan memberikan kebahagiaan untukmu" Ucap gracia meyakinkan novi.


Novi pun terseyum "Bahagia, udah lebih dari cukup kak"


"Ayo"


"AYO!"




Dan di tempat lain di waktu yg sama



"Bagaimana ada berita baru?" Tanya seorang pria yg menggunakan Jass warna biru dongker.



"Ada tuan"



"Katakan"



"Nona novi pergi dari rumah setelah nyonya Rahma Mengomeli nona novi habis habisan" Ucap pria gagah tersebut.



"Jadi novi pergi dari rumah?"



Pria tersebut hanya mengangguk



"Tapi ia pergi karena Nyonya Rahma mengomelinya?"



lagi lagi pria yg di tanya hanya mengngguk



"Sialan berani beraninya mak lampirr itu mengomeli Gadis kecilku ku!!" Ucap pria berjass itu dengn suara lantang.



"Pergilah cari informasi lengkap mengenai nona novi" Ucap pria berjass biru dongker tersebut.



Pria gagah itu pun mengangguk, Lalu melenggang pergi.