
"Yuddddiii" Lirih Nabhan tak percaya.
"Yaa, Itu semua ku ambil yaaa sekitaran 15th yg lalu hingga sekarang" Ucapnya.
"Lalu jika kau mengetahui semua. kenapa kau tidak memberi tau ku. Kenapa kau biarkan ini terjadi, kau tetap kekeh ingin menikahi Rahma. lalu kau merawat Novi hingga ia remaja. masudmu apa yudii?" Ucap istri Nabhan yg sudah berlinang air mata.
Yudi terseyumm. "Novi tidak salah. Ia hanya korban yg tidak di harapkan kehadiran nya. Aku ingin menikahi Rahma waktu itu, Karena aku hanya ingin memberikan sandaran kepada putrimu" Ucapnya menoleh pada Nabhan. "Kau tak payah susah susah menjelaskan. Di dalam situ lengkap sudah ada foto,Kertas,Memori yg isinya rekaman suara, lalu ada berapa bukti lainya" Ucap Yudi tenang. Tidak marah,Sedih atau kecewa.
"Kenapa kau merencanakan ini Yudd" Tanya Nabhan.
"Karena aku yakin, Takdir tuhan akan memperindah hidup Novi. Dan aku hanya menunggu waktu saja, karena aku yakin ada saatmya aku pergi, stalah aku memastikan putri angkat ku slama 14th ini aku rawat akan bahagia" Ucapnya.
Nabhan??. Jangan di tanya bahkan pria paruhbaya itu sudah menangis smbil memeluk kaki sanga adik. "Maaf Yudd maaf" Lirih nya menenggelamkan kepala nya di lutut sanga adik.
"Heyyyy bangun lah, Kau hanya di jebak oleh Rahma kala itu. Kau tak salah. Dan seharusnya kau berterima kasih padaku bukan meminta maaf". Nabhan pun medongakan matanya menatap adik sepupunya. "Maaf dan terima kasih banyakk atas semua pengorbanan mu atas putriku".
Yudi terseyumm "Sekarang bangun. Sekarang siapkan kata-katamu yg akan kau ucapkan pada putrimu". Nabhan menggguk.
DI TEMPAT LAIN...
"Kau senang?" tanya adhan.
"Biasa saja" Ucap novi masih dengan posisi duduk di bangku taman menatap ke arah depan tanpa megiraukan adhan di sampingnya.
Adhan menghela napas. "Viiii. maaf" Lirihnya menunduk. Novi mengerutkan dahinya.
"Maaf untuk semua" Lanjutnya. "Mulai detik ini, esok, lusa, bahkan sampai ahir hayatku pun. Aku berjanji akan slalu bersamamu, menjagamu, dan slalu menjadi tempat bersandarmu" Ucapnya menoleh ke arah Novi. Novi pun menoleh ke arah adhan mata mereka bertemu hingga.
1 Detikk
2 Detikk
dann di detik ketiga....
jlepppp....
Novi memeluk adhan dari smping, memyembunyikan kepala nya di bahu Adhan. "Kaa-uu benar hiks ikii?" Tanyanya smbil terisak.
adhan mengangguk,memutar badannya hinda berdapan dengan Novi memeluknya dari depan lalu mengusap ngusap kepala sang adik. Dan Novi?? Ia hanya menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang kakak. "Aku menepati janjiku. Maafkan aku jika terlambat, Maafkan aku Yg datang di waktu tidak tepat" Ucapnya. dan Novi ia mesih bungkam di dada bidang sang kakak. ia tidak mengeluarkan suara,ia lebih baik diam, Menyalurkan rindu yg slama ini ia pendam.
"Udah ah peluknya, Klo masih kangen besok besok masih bisa" Ucap adhan terkekeh. Membuat Novi melepas pelukannya lalu menyeka air matanya. "Udah ah masaiya aku pnya adek cengeng banget cihh" Ucap adhan mengelap air mata novi menggunakan Ibu jarinya.
"Gk cengeng yaa aku mah udh gede"
"Tapi masih nagisan. Bsk ku tinggal tau rasa" Ucap adhan merangkul adiknya dari samping.
"Tega yaa mau ninggalin aku lagi. Stelah pergi, Lambat kembali hikss" Ucap novi menangis kembali. Adhan mengusap wajahnya tidak mengerti dengan Novi.
"Udah dongg My princess, udahya nangisnya" Ucapnya menyeka air mata novi. "Tak beliin Coklat dehh" lanjutnya.
Novi menggeleng.
"Es krim??"
Novi menggeleng lagi..
Novi menoleh ke arah adhan, Memanyunkan bibirnya lalu.. "HWAAAAA HIKS HIKS TU KAN HIKS BUKAN IKI HUAAA" ucapnya menangis semakin keras.
'Ya Allah gw salah lagi' Batin adhan. "Aku iki vii kenapa sih emng beda banget apa?" Tanyanya. "Udah dong janag nangis lagi cupp cupp" Lanjutnya. Novi menggeleng. "Trs gimana humm" Tanya adhan.
"Klo Bener ikii kan hiks ikii tau klo hikss Vii gk suka makanan manis hiks" Ucap novi polos.
Adhan membulatkan matanya. 'Bngke gw lupa bnjirrttt' Bantinnya.
"Ikii lupa Vii bnran deh sumpah" Ucapnya menaikan kedua jarinya membentuk haruf V. "Trs Vii mau apa?" Tanya adhan lembut tak ingin membuat sang adik menangis lagi.
'Ni bocah ya gw kira anak kuat,teguh,berani. selama 7th gw ngawasin di dari jauh belum pernah tu liat dia nangis cuman gara gara ada orang salah sebut makanan. Cengeng juga ya adek gw, Manja lagi Ya Allah' Batin adhan smbil terkekeh. ia membayangkan jika ia memanjakan adik perempuannya. 'Gk bakal gw siasiain sisa umur mu Vii sudah cukup 14th kamu memderita. maka sisa hidupmu akan ku usahakan membuatmu bahagia' Lirihnya smbil terseyumm...
"Napa seyum seyumm hayoo ngehalu yaa" Ucap novi menunjuk hidung adhan dan memutar mutar jari telunjuknya. Adhan mengangguk membuat Novi semakin Kepo..
"Ihhh ngehaluin apa Cb shering" Ucap novi polos.
"Ngehaluin keluarga kita bahagia, Keluarga kecil Tuan ZAYN ADHAN AL-FIQRI bersama dengan nona NOVIA AL-FIQRI" Ucapnya yg mampu membuat pipi Novi merona, lalu memalingkan wajahnya. "Hayooo malu yakk pipinya tu liat udh kek tomat" Ucap adan mencoel coel pipi Novi.
"Apasih jan pegang pegang, Banyak kuman" Ucap novi membersihkan bekas coelah adhan menggunakan tangannya.
"Cihh tadi aj nangis nangis sekarang sensi amat" Guruman adhan. Tak di dengar jelas oleh novi.
"HAH? APA??" tanya novi berteriak di smping adhan lebih tepatnya di Telinga adhan.
Adhan menutup kedua telinganya menghunakan tangannya. 'Busettt gw pnya adek gini amat bn*st. Bengak bengok di kuping lagi Bngkeee Benarr' Batin adhan.
"Ehhh maap gk tau habisnya ngomong pelan banget, kek suara nya habis aja" Ucap Novi.
"Hmm gk papa. Mau beli jajan?" Tawarnya.
Novi menoleh pada adhan lalu mengangguk cepat. "Teraktir ya Omm" Ucapnya dengan wajah berbinar. Adhan terseyum lalu menangguk.
'Ni yahh slama 7th slama gw pantau ni anak bareng Evan sma agra belom pernah tu gw liat senyumm bahagia ni bocah' Batin adhan terseyumm lebarr.
"EHH OMM KOK MALAH BENGONG AYOK JAJAN!!" ucap novi berteriak. ia lebih dulu berjalan meninggalkan adhan yg masih bengon di belakangnya.
"Ni bocah ya Allah. Gk panggil pak panggil Omm lagi. Ya Allah tuak amat gw" Guman adhan.
"TUNGGU VII YA ALLAH CEPET AMAT JALANYA BOCAH BARU GEDE!!! ucap adhan tak kalah kerasnya dengan Novi. Untung saja ini di taman ini tak banyak orang hanya satu dua, jadi adhan dan novi tak susah susah menahan malu karena berteriak2.
"IRII BILANG OMM!!!" ucap novi mempercepat langkahnya meninggalkan adhan, lalu berjalan menuju tukang gorengan.
"Bangg beli itu sosis, nugget, Cirengg, Ishh campurr ah semua" Ucap novi bingung harus milih yg mana.
"Ohh oke neng. berapa neng?" Tanya sang abang tukang gorengan:V
"20rb" Ucapnya sntai.
"Ya allah vii cepet bangt jalan, padahal gk larii" Ucap adhan yg baru saja tiba dengn napas ngos-ngossan.
Novi tak memperdulikan adhan ia mnoleh ke abang tukang gorengan. "Bangg ama ES nya satu yahh" Yg berjualan hanya menagngguk. "Dari pada ngos-ngosan trs capek mending mesen" Ucap novi. Adhan hanya memanyunkan bibirnya.
"Bang abang jualan apasih?"
"Ehh gk liat apa, Tuhh di liat apa aja" Tunjuk novi ke arah aneka gorengan.
"Paan tu? Sosis? Nugget? Trs yg bulet bulet apaan?"
Ucapnya yg membuat sang pendaganh dan Novi tetawa terbahak bahak. "La kok ketawa??" Tnya adhan dengan muka polosnya.
"Ehh kamu gk tau ini apaan" Ucapnya menunjuk cireng yg baru saja di goreng oleh sang abang gorengan. Adhan meggeleng. "Ini itu nammnya cireng" adhan mengangguk ngangguk mengerti.
"Nii neng dah jadi" Ucap sang abang.
"ES nya satu lagi bang"
"Ohh oke nengg. Nahh ni nengg" Ucap sang penjual gorengan.
"Oke bang brapa??"
"22 ribuu neng". Novi menoleh pada adhan yg msih bengong melihat kantung plastik yg di pegang novi. "OMM KOK MALAH BENGONG!!!" teriak novi di telinga adhan. membuat adhan hampir jatuh karena terkejut. "Heheheh bayar Omm" adhan menghela napas lalu memberika uang Rp:50.000. "kembalian nya ambil aja pak" Ucap adhan. "Makasih ya denn" Ucap sang abang tukang gorengan.
mereka pun berjalan menuju bangku untuk duduk. sltelah tiba novi langsung memakan makanannya, Dan adham mempwrhatikannya smbilb terseyum seyum.
Adhan terdiam menatap novi yg sibuk dengan gorengannya. "Viii..." Panggil adhan....