God's Destiny

God's Destiny
bab:29




"BUNDAAAA!!!!!..." teriakan Novi memenuhi isi kamarnya.



"Viii heyy kau knapa" Ucap keyla yg duduk di tepo ranjang Novi bersamaan dengan adhan dan agra yg duduk di Sofa.



"Keyyy" Lirih novi menoleh ke arah Keyla. Lalu ia memeluk keyla erat erat.


"Heyyy kau kenapa hmm?" Tanya keyla smbil memgwlus ngelus punggung Novi.



Hiks\*Novi mulai terisak di pelukan Keyla.



"kau knapa hmm katakan" Ucap keyla msih dengan mengelus ngelus punggung Novi. Novi tak menjawab ia maaih saja terisak.



.



"Nahh kan Firasat gw bnr" ucap agra dengan volume nada yg pelan.



"Elu peramal gra? Kok bisa tau" Tanya adhan.



"Firasat doang. Gini gini gw tau sifat Novii. Slama 7th gw bantuin elo buat mentau dia. ampe saat ini gw tau semua tentang dia. walaupun dia gk tau gw" Ucapnya.



"Kok elo bisa ya? Kan gk cuman elo ama gw doang si Evan juga ikut"



"dia gw tugasin cuman buat ngawasin. Dan yg mantau hari hari dia gw" Ucap agra dengan santai. adhan mengangguk nganguk tanda mengerti.


 Namun 2Detik kemudia ia melototkan matanya. "Hah ello!!" Geram nya menunjuk wajah agra. agra mwngangguk ngangguk.



Drngan snatai agra pergi meninggalkan Adhan yg msih melongo.



"Novvv..." Lirih agra berjalan menuju keyla dan Novi di ranjang.



Adhan yg tadinya bengong pun berjalan menusul agra.



"Viii...." Lirih adhan.



"hiks" Novi tak menjawab, Ia hanya terisak di pelukan keyla.



"Kau kenapa Vii?" Tanya keyla.



"Iya kamu knapa?" tanya adhan.



Agra ia sudah duduk di samping Novi, lalu ia mengambil segelas air di atas nakas dan meberikannya kepada Novi. "Minum dulu" ucapnya.


Novi pun melepas pelukannya dengan keyla, ia mengambil air yg di berikan agra lalu meminumnya dengan sesegukan.


"Sudah?" tanya agra. Novi mengngguk Dan msih sesegukan. "Tarik napas lalu buang" Ucap agra.  Novi pun menurut, ia mengambil napas lewat hidungnya lalu mengengeluakannya.



"Sudah tenang??" Novi mengnggguk.



"Sekarang katakan apa ayg terjadi Hmm?"



Novi menoleh pda keyla.


"Dapet salam" ucap Novi menatap keyla.


"Dari???"


"Bunn\-daa" Ucap novi menunduk.



Keyla menghebuskan napasnya ia paham sekarang. "Jadi kau tadi bertemu bunda??" Tanyanya. Novi mengngguk. "Bunda bicara apa hmm?" Tanya keyla smbil mengelus ngelus kepala novi. Novi tak menjawab ia menoleh ke arah adhan.


"Kenapa Viii katakanlah" Ucap adhan, ia mulai duduk di pinggir ranjang Novi lebih tepatnya di belakang keyla.



Novi tak menjawab. "Bisa kalian berdua keluar?" ucap novi menatap Adhan dan agra bergantian. Adhan dan agra pun mengangguk. kemudian mreka beranjak dari duduknya,Dan pergi meninggalkan Novi dan Keyla.



"Mereka sudah pergi, Cpt katakan ada apa?" Tanya keyla smbil mengelus ngelus kepala Novi.



"Keyyyy...."Lorihnya mentap keyla. keyla mengangguk. "Hikss keyy bun\-daa hiks" ucapnya.



"Bunda bicara apa hmm?"



Novi menatap lekat lekat manik Keyla. ia menarik napas lalu menghembuskannya pwrlahan. Ia mulai menceritakan Kejadian dimana ia bertemu dengan Ibunda keyla.



Cklekkkk..*Adhan menutup pintu kanar novi*.


"Sekarang w butuh penjelasan" Ucap adhan menatap agra.


"Why??" Tanya agra.


"Penjelasan tentang knapa elo bisa ta--" blm sempat Adhan melanjutkan kalimatnya Yudo terlebih dulu memanggilnya.


"Nakkk!" Ucap yudi.


Adhan dan agra menoleh.


"Ya Om?" tanya agra dan adhan bersamaan.


"Kemari duduk di sofa Ada yg ingin Om bicarakan" Ucap yudi kemudia ia berjalan terlebih dahulu menuju Sofa.


Adhan dan agra mengikuti Yudi berjalan menuju Sofa.


Setelah melihat kedua pria Tersebut duduk, Yudi menghela napas lalu mulai berbicara.


"Hann graa??"


"Ya omm?!" ucap mreka bersamaan.


" Om nitip Novi dan keyla"


Adhan dan agra melototkan matanya. "mak-sudnya??"


Yudi menghela napas. "Omm akan pergi!"


"Kemana?!" Ucap mereka bersamaan.


"Omm akan mengakses perusahaan Nabhan yg di Milan-Italia" Ucap Yudi.


Adhan dan agra msih tak memgerti.


"Jadi begini Han gra" Ucap Yudi menatap adhan dan agra bergantian.


.


.


.


.


.


🎉🎉🎉🎍🎊.


.


.


.


Mwhehehehhehe......


Uhuyyy...