God's Destiny

God's Destiny
Bab:28



"Terima kasih" Ucap keyla menatap adhan dan agra beriringan.


"Sama sama" Ucap adhan terseyum. keyla berbalik ingin membuka pintu mobil.


"Tunggu!!!" Cegah Agra.


Keyla berbalik Lalu menatap Agra. "Ada apa?" Tanyanya.


"Ku lihat Novi sangat terpuruk. Bisa kau membantu kami?" Tanya agra.


Keyla menaikaan satu alisnya tak mengerti. Agra menghela napas, Lalu ia menoleh ke Adhan seolah meminta bantuan untuk menjawab.



Stelah tiba di rumah. Novi langsung masuk ke rumahnya begitu saja ia tidak memperdulikan ayah nya yg masih di belakangnya.



"Ndokkk vii..."



"Viii..."



"Noviiii...." Ucapnya lagi. Namun novi tak menghiraukan ia tetap berjalan duluan menuju kanarnya.



Ayahnya menghela napas berat. bagaimana pun ia harus membantu Novi buat menerima kanyataan bahwa ia bukan anaknya. melainkan Anak dari Kakak sepupunya, atau lebih tepatnya Ia adalah keponakannya.



Brakkkk....*Novi membanting pintu*


Ia berjalann, Jalan, Dan terus berjalan dengan wajah lesunya. ia berjalan menuju ranjangnya. Namun tinggal beberapa langkah lagi menuju ranjangnya iaa...


Brughhhk......


blum sempat ia Menggapai Ranjangnya, Ia terjatuh Di lantai.


Yudi yg mendengar suara Novi terjatuh pun, Dengan cepat ia melangkah ke kamar Novi.


"VIII!!!" Teriak nya saat melihat Novi tergeletak begitu saja di lantai kamarnya.


..........


Novi memenerjap merjapkan matanya. Matanya silau menatap Cahaya di hadapannya. Ia membuka matanya lebar saat ia melihat sosok seseorang yg tak asing di matanya.


"BUNDAAA!!!" panggil Novi berteriak meanggil Orang tersebut. Novi berlari menuju ke arah wanita trsbut.


Namunn Semakin Novi berlari, Wanita itu semakin menjauh darinya.


"Bundaaa!! hiks"


"Bundaaa!!! tunggu Viii Bundaaa hiks bunnn.."


Wanita berhijab dengan balutan Hijab dan gamis putih tersebut membalikan badan nya, Ia terseyum menatap novi. "Kemari nakk" Ucap wanita tersebut merentangkan tangannya seolah menyuruh Novi memeluknya.


Novi mempercepat langkahnyaa.. Dann....


Slepppp....


Novi berhasil mengambil dan memeluk Tubuh seorang wanita paruh baya, seorang yg ia rindukan kehadirannya, Seseorang yg baru saja pergi meninggalkannya. Yg tak lain ialah Ibunda Keyla.


"Bundaa kenapa  hiks ninggalin Vii tadi hiks kenapa bunda pergi hiks" Ucapnya terisak di dada bidang Bunda keyla.


"Heyyy... kau bicara apa nak" Ucapnya melepas pelukannya. Lalu wanita trsebut menghapus Butiran butiran bening yg keluar dari manik coklat Milik NOVIA AS-SHILA. "Kata siapa bunda pergi hmm?" Ucapnya smbil mengelus ngelus pucuk kepala novi.


"Bun-da tadi hiks pergi ninggalin Vii. padahal Vii hiks butuh bunda buat jadi hiks tempat bersandar Hiks Viii..." Lirihnya smbil menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya.


Bunda keyla melepas Telapak tangan novi dari wajah nya, Lalau membawanya ke dalam dekapannya smbil mengusap ngusap kepalanya.


"Bundaa tak pergi nakk" Ucap Bunda.


"Bohong! Tadi hiks Vii sendiri yg ngeliat bunda hiks yg Ngantar bunda hiks.." Novi masih terisak ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya.


"Bunda tak pergi. bunda ada di hati Novi"


"Ada seseorang yg lebih pantas atas dirimu nak" Ucap Bunda keyla.


"Siapa??"


"Ayah kandung Novi" Ucapnya mengelus ngelus pucuk kepala novi.


Novi yg mendgar bunda keyla bicara 'Ayah kandung' pun semakin menangis sejadi jadinya di dalam dekapannya.


"Viii gk boleh sedih. Vi selalu berdoa kapan vii bahagia kan??" Tanya bunda keyla smbil mengusap ngusap punggu Novi. Novi menganggguk di dalam dekapannya.


"Maka ini jawaban dari doa vii.."


"Maksud bunda?"


Bunda keyla terseyum ia melepas pelukannya. "Vii sayang dengerin bunda nak. Kau selalu mengeluh tentang Takdir mu kan?" Novi mengangguk, Bunda kayla terseyum sambil memasukan Helay an rambut Novi yg keluar dari Bibir hijab Novi. "Maka Ini jawaban atas Doa mu. Dan sekaraang saatnya kau bahagia nak"


"Apa iya bunda. Apa vii akan bahagia?" tanyanya menatap mata milik Ibunda keyla. Ibunda keyla mengangguk smbil terseyum.


"Apa Vii akan bahagia seutuuhnya?"


Dan bunda keyla mengngguk.


"Sayangg kau tau Jika Omm nabhan mu adalah ayah kandungmu kan?" Tanya Bunda keyla. y di jawab anggukan olh novi.


"kau tak blh seperti ini nak. Kau berdosa jika kau terus terusan seperti ini" Ucap bunda keyla.


"Apa aku berdosa jika aku tak mempercayai ayah kandungku?" Ibunda keyla mengngguk smbil terseyumm.


"Nakk bunda sarankan padamu. Janganlah engkau memilih Ego sebagai jalan Utama Takdir(Menentukan masa depan) Pilih lah dari hati dan juga pikiran. Bunda tau dan bunda paham, ada rasa Sayang dan Rindu di lubuk hatimu Untuk Tuan Nabhan ayah kandungmu. tapi Ego mu memaksa mu untuk menolak Takdirmu dan memilih jalan yg salah. Janganlah  engkau seperti itu nak. Bagaimana pun juga Ia adalah ayah kandungmu. Darah dagingmu. Dan juga Imam mu. Orang yg menanggung semua dosa dosa mu. Walaupun slama 14th ia tak ada di sisimu tak ada di indra penggelihatanmu. namun ia ada di dalam hatimu, ia ada di setiap langkahmu, Dan ia orang pertama yg membawamu ke jannahnya" Ucap Bunda keyla terseyum sambil mengelua ngelus Pipi novi. Novi diam tak menjawab ia menunduk mencerna apa yg di katakan bunda keyla.


"Nakk bunda pamitt. Berusahalah mengiklaskan Bunda. Kau ingat apa kata bunda tadi?" Novi mengngguk, Bunda keyla terseyum.


"Bunda ada di Dalam hati Vii. Bunda slalu ada buat Vii. Jika Vii merindukan bunda. Kirimkan Bekal buat bunda kau paham nakk?" Novi mengngguk.


"Ingat nakk jangan pernah mengambil keputusan dari Ego. Ambillan sebuah keputusan itu(Masa depanmu) Dengan Hati dan juga pola pikir" Ucap bunda keyla menatap mata Novi seraya terseyum.


Novi menunduk ia msih mencerna kata kata bundanya. "Sekarang apa yg harus ku lakukan" Lirihnya.


"Turuti kata hatimu!" Ucap Bunda keyla.


"Bundaa Vii msih bingung" Ucap nya mendongak kan kepalanya untuk menatap wajah bundanya.


"Apa isi hatimu nak?"


"Menerima" Ucapnya keceplosan ia tak memikirkan kata katanya, Tiba tiba saja Mulutnya berbicara kata 'Menerima'.


bunda keyla terseyum.


"Ehhh apa arti 'Menerima?" Batin Novi.


"Bunda tak tau nakk. Intinya ingat pesan bunda 'Pilihlah dari Hati dan pikiran. Jangan dari ego! kau paham?" Novi mengngguk.


"Hmm sepertinya waktu bunda sudah habis bunda pergi Bunda harus pulang. Ayah sudah menunggu. Bunda titip Keyla ya nak" ucap nya mengelus ngelus pucuk kepala novi seraya terseyum.


"Bundaa tak boleh pegii!" Ucap novi merengek seperti anak kecil.


Bunda keyla terseyum. "Vii bakalan pnya orang tua lengkap lagi. orang tua yg lebih menyanyangi Vii. Intinya Vii akan bahagia. Bunda pergi dulu" ucapnya mencium ubun ubun Novi. "Assalamualaikum anak bundaa" Ucap nya sebelum melenggang pergi.


"Bundaaa!"ucapnya melepas pegangan tangannya dengan ibunda keyla perlahan.


"Bundaaa hiks jangan pergi lagi" Ucapnya ingin mencegah wanita berpakaian serba putih tersebut masuk ke dalam pintu yg mengeluarkan cahaya.


"Jika kau ingin melihat bunda bahagia. Jawab salam bunda sayang!" Ucapnya terseyum berusaha melepas pegangan tangannya bersama Novi.


"Waa-laikumm saa-lamm" Ucap novi terbata bata menahan isaknya.


Bunda keyla terseyum, Entah kenapa setelah novi menjawab salamnya pegangan tangannya antara ia dan bunda pun terlepas dengan sendirinya.


Perlahan bunda keyla pun melenggang pergi. Dan menghilangg.


"Hiks hiks Bundaa!"


"Key Bunda tadi kembali hiks"


"Bunnn..."