
Di kediaman Tuan YUDI HENDRAWAN.
"Ayahh...."
"Ayahhhh???" *Tak ada jawaban*
"AYAHHH!!!"
"JANGAN TERIAK TERIAK NDOK,AYAH DI HALAMAN BELAKANG!!!" jawabnya.
Novi pun berlari kecil menuju ke taman belakang.
"Ckckckk ayah tadi menyuruh ku untuk tidak berteriak, namun ayah sendiri malah teriak teriak" Ucap novi kesal.
Sang ayah hnya menyengir kuda. "Takut kau tidak mendengarnya". Novi pun hanya memanyunkan bibirnya.
"Ayah sedang apa?"
"Ayah hanya menanam sayur sayuran ini. Yahh lebih hemat sedikit dari pada beli" Ucapnya.
Novi mendunduk ada rasa sakit di hatinya. "Ayahh maafin Vii, karena Vii ayah menderita" Ucapnya msih menunduk.
Ayahnya terseyum lalu bangkit berjalan ke hadapan novi. "Vii gk salah, Vii kan anak ayah. udah seharusnya Ayah ngasih Vii Nafkah, tapi maafin Ayah. Ayah belum sepenuhnya jadi ayah yg baik buat vii" Ucapnya lalu memeluk sang anak.
"Ini bukan salah ayah. Ini semua udh di atur sama Allah. Jika mungkin sekarang kita menderita, Esok kita akan bahagia". Ayahnya hanya mengengguk.
Tokktokktokk*Pintu di ketuk*
Novi pun melepas pelukan sang ayah "Biar Vii yg buka, Ayah manndi aja". Ayahnya hanya mengangguk. Novi pun berlari kecil menuju pintu depan rumahnya.
"IYA SEBENTARRR!!!" teriak Novi sambil berlari kecil.
Cklekkkkk.......
Heninggg.....
Novi hanya terdiam saat tau siapa yg berkunjung ke rumah nya. Bahkan ia tidak mendengar salam yg di ucapkan sang tamu.
"Heyyy" Ucap nya melambai lambaikan telapak tangan nya di hadapan Novi. Novi langsung rersadar dari lamunannya.
"Ehhh....." ucapnya menggeleng geleng kepala.
Sang tamu hanya terseyummm. "Assalamualaikumm"
"Ehhhh..." Novi mengdongakkan kepala nya "Waalaikumsalam warohnatullah"
"Emmmm anuu sialahkan masuk pak" Tawar novi kembali.
Sang tamu menggeleng "Kau belum percaya kepadaku sepenuhnya kan, Jika aku Ikii mu?". Novi hanya terdiam sambil menunduk.
"Ehhh BTW mending kamu ambil hijab dehh, aku takut Khilaf" Ucap adhan smbil memalikan wajahnya ke arah lain.
Novi langsung sadar jika ia belum menggunakan hijab. Ia langsung berlari menunu kamarnya. "Ishhh maluu bangt gwww" Ucap novi smbil berlari.
Setelah mendapatkan hijabnya ia berjalan menuju pintu rumahnya kembali. Dan saatnya ia sudah di depan pintuu. "Maaf--"
Degg!!!!
ucapan nya terpotong, Saat ia melihat siapa yg datang bersama adhan. Adhan hanya terseyumm, ia tau bahwa Novi pasti Terkejut akan kedatangan kedua orang tuanya.
"Siapa yg datang ndokk?" Ucap sang ayah di dalam rumah, Membuat lamunan Novi terbongkar. Novi menggeleng gelengkan kepalanya. "Emmm silahkan masuk Tuan Nyonya" Tawarnya. Ia melihat Nyonya Fi'qri menggelengkan kepala. Lalu dengan cepat Nyonya Fiqri memebawa Novi masuk kedalam pelukannya. "Kau tidak merindukan kami nakk?" Tanyanya.
Novi hanya mengngguk kecil di dalam pelukan Nyonya fiqri. "Emm tante kita ngomong di dalem aja yukk" ajak Novi. nyonya Fiqri hanya mengangguk lalu melepas pelukan nya.
"Siap---" Ucapan sang ayah terpotong setelah melihat siapa yg datang.
"NABHAN!!!" ucapnya langsung belari memeluk Nabhan ayah fiqri.
"Yudiii..." lirih Nabhan di dalam pelukam saudaranya, Jujur ia merasa kasihan Dengan ayah novi. Karena harus membiayai ayaknya slama ini.
"Ehh ayo silahkan duduk" Ucap ayah novi. dan mreka hanya mengangguk.
"Ndokk" seakan tau apa yg akan di perintahkan sang ayah, novi mengangguk. "Mari tante bantu syang" Ucap ibunda Adhan.
"Tidak usah tante, Vii bisa kok"
Di dapurrr....
"Viii?"
"Ya tante?"
"Berapa umurmu sayang?"
"Eummm 4bulan lagi 14th tan?"
Dan yg menanya hanya mengngguk ngangguk.
"Sudah besar ya, sudah gadis. padahal dulu kamu sama adhan masih bisa di kibulin, klo sekarang kamu di gituin sma adhan. Pasti auto adhan remuk jadi bubur karena kamu pukulin" Ucap ibunda adhan smbil terkekeh.
Dann yg di ajak bicara hanya terseyumm. Jujur saja jika Novi masih belum bisa peecaya bahwa mantan gurunya itu ialah Ikiinya.
"Sudah?" tanya ibunda Adhan. Novi mengangguk.
Mereka smpai di ruang tamu. "Eumm Vii msuk dulu" Ucap novi. "Ehh bentar nak" Ucap ayah adhan. Novi pun membalikan badan nya.
"Emm pergilah bersama adhan. 7th kalian tidak bertemu. apa kalian tidak saling rindu?" Tanya Nabhan.
Novi pun menatap Adhan, ada rasa rindu di lubuk hatinya. namun otaknya melonak jika ia mengumkapkan rasa rindu tersebut. Nabhan pun menoleh ke sang anak. Dan adhan mengangguk.
"Ayo jalan" Tawar adhan.
"Eumm ganti baju dulu" adhan mengangguk.
15mnt kemudian....
"Sudah?" tnya adhan setelah melihat novi keluar kamarnya. Novi mengangguk.
"Kami pergi dulu Mom Dad Omm"
Mereka terseyum smbil mengangguk. " Pergi dulu yah Omm tante" Ucap Novi.
Setelah memastikan mreka pergi, adhan pun angkat suara. "Yudiii.." lirihnya lalu menghela napas. "Hmm ya katakan" Ucap yudi ia tau bahwa ada sesuatu yg penting yg ingin di ucapkan saudaranya, hingga menyuruh anaknya pergi.
"Maffkan aku" ucap nabhan yg membuat Yudi mengwrutkan dahinya. " Untuk apa?" tanya nya.
"Untuk semua" ucapnya lalu berjalan menunduk di hadapan Yudi.
"Maaffkan aku maaf hiks.. maafkan aku yg sudah menghiati mu maaf" Ucapnya membuat Yudi semakin tidak mengerti.
"Maafkan aku hiks maaf aku sudah melakukan Hubungan terlarang dengan istrimu dulu hiks" Ucapnya yg membuat Yudi mengerti.
Yudi mengangguk ngangguk "Bangunlah" Ucapnya. Nabhan bangun lalu duduk di smping sudaranya. "Aku sudah tau semua" Ucapnya langsunh membuat nabhan dan sang istri membulatkan matanya. yudi menghela nafas lalu...
"Aku tau jika kau melakukan zina bersama istriku kala itu, Aku tau jika Novi ialah putri kandungmu. Dan aku tau jika Rahma Ingin menikah denganku hanya karena balas dendam kepadamu" Jelasnya.
"Maaf yudd maaf" Ucapnya. Yudi mengangguk.
"Bagaimana bisa kau mengatahui semua, namun kau diam saja yudi?" Tanya ibunda adhan. Yudi terseyum.
Yudi berdiri dari duduknya, berjalan ke arah kamarnya. Lalu ia keluar dengan membawa kotak kecil yg ntah apa sisinya.
"Bukalah" Ucap yudi memberi sebuah kunci, Kunci tersebut adalah kunci dari kotak tersebutt.
Setelah membukanya adhan membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yg ia lihat....
.
.
.
.
**Jangan lupa like,komen and Vote ya readers😊 Follow akun aku juga yukk❤*
salam author:Shoppy🌵*****