
Cklekkkk.... *Keyla membuka pintu ICU*
"Novi!!" ucap adhan yg sudah tau semuanya dari agra. Novi tak peduli ia masih terisak smbil menunduk.
Adhan Ingin membawa novi dalam pelukannya namun novi menghindar.
"Beri aku waktu sendiri" Ucapnya tanpa memperdulikan Adhan,Agra,Nabhan, Ibu adhan, dan Yudi di dahapannya.
"Ndokkk" Ucap Yudi.
"Aku bilang beri aku waktu sendiri!!!" tekannya lalu melenggang pergi.
"Viii darah di tangan mu harus di bersihkan nak" Ucap Ibu adhan yg memuat novi menghentika langkahnya. Namun hanya sesaat ia berhenti, lalu ia melangkah kembali.
Keyla?? Dia hanya menunduk smbil terisak.
"Keyyy Omm turut berduka cita atas perginya bundamu" Ucap yudi mengelus ngelus Kepala Keyla yg di tutupi hijabnya.
"Makasih omm" Ucap keyl msih menunduk. "Emmm aku permisi. Msih bnyak yg harus aku urus untuk pemakaman bunda"
"Aku ikut" Ucap adhan yg membuat semua orang menoleh padanya. "Aku akan menemanimu" Ucap adhan terseyum pada Keyla. Keyla hanya diam. "Ayokkk" Ucap adhan. Keyla berjalan bersamaan sengan adhan.
"Sayang aku khawatir dengan Novi!" Ucap istri nabhan menggoyang goyangkan lengan nabhan.
"Kau pikir kau saja. Kita sama sama menghawatirkan kondisi putriku" Ucap nabhan mengusap wajahnya ksarr.
"Jika kita menghampirinya, Ia psti akan marah. Lalu akan melakukan lebih dari ini" Ucap Yudi yg sudah tau akan sifat putri angkatnya.
"Biar agra aja!" Ucap agra tegas.
"Kau yakin nak?"
Agra mengngguk.
"Kau tau, Jika kau salah server Novi akan membencimu"
"Lebih baik aku di benci Novii dari pada aku harus melihat ia tersakiti" Ucapnya lalu melwnggang pergi, tanpa mempwrdulikan jawaban dari orang di sekitarnya.
~~ Di tempat lain.
***Dakuu kini tlah nangis...
Dikauu kini tlah pergi...
Memberi seribu lukaa....
Laraaa..... aku kehilangan dikauu...
Slamanya tak kan melihat
Hadirmu seperti dulu.
Daku kehilangan***...
Novi kini tengah duduk di bangku taman Rumah sakit ia duduk smbil memandangi sebuah kaktus "Ternyata hidupku tidak segampang menanam tanaman kaktus" Lirihnya sesaat sebelum air matanya mencair.
"Namun kita harus teguh seperti Kaktus yg terus tumbuh, Walau di padang tandus" Ucap seseorang yg tiba tiba menyambar dan membuat novi menoleh ke arah orang tersebut.
"Bangg Agra?" Ucap novi. Agra langsung mengambil tempat duduk di sebelah kanan novi. "Aku sudah bilang aku butuh waktu sendiri!!" Tegas Novi.
Agra tidak memperdulikan ucapan Novi, Ia mengambil tangan novi yg penuh dengan darah kering.
"Ehhh mau ngapain" Novi hendak menarik tangannya namun.
"Diamlah atau aku tekan ini" Ucapnya yg membuat Novi meringis. Novi pun pasrah entah akan di apakan tangannya oleh agra.
Agra mengambil Kotak P3K yg ia ambil sebelum menemui novi. Lalu ia dengan telaten membersihkan dan memperban luka bekas Infus Novi.
"Bangg...." Lirih Novi saat agra ingin membersihkan luka Novi menggunakan kapas Alcohol.
"Diam Novvv, Ini mungkin akan sedikit perih" Ucap agra kepada Novi.
Novi menatap agra yg sibuk dengan pekerjaan nya membersihkan Darah kering dan luka di tanagan novi.
'Kau tampan dan baik' batin novi smbil memandangi wajah tampan milik FERNANDO AGRA ZACKRY MAHESA. Novi terseyum.
"Sus saya ingin mengurus Administrasi Pasien yg meninggal akibat kecelakan. Atas nama \*ANNA LESTARY\*" Ucap Keyla pada petugas Administrasi.
"Owhhh tunggu sebentr mbk saya cari datanya". Keyla hnya mengngguk dengan mimik wajah yg tidak menentu. Wajah yg merah, Mata yg merah dan ada swdikit garis hitam di kelopak matanya, Dan matanya yg bengkak akibat menangis.
Adhan yg melihat wajah sedih milik Keyla pun memeluk keyla dari smping lalu mengelus ngelus pundaknya.
"Bersabarlah ini semua ujian dari Tuhan. Mungkin ini yg terbaik kedepannya" Ucap adhan smbil mengelus ngelus pundak Keyla.
"Kata bunda kita harus percaya Takdir Allah" ucap keyla smbil terseyum menatap lambang RS di hadapan nya.
Adhan menatap wajah Nan ayu milik Keyla dari smping 'Kalian ternyata sama, wajar saja kalian berteman layaknya saudara' Batin adhan, yg msih menatap wajah Keyla.
'Banyak sekali' Batin Keyla menunduk.
"Ini sus" Ucap adhan menyodorkan Kartu ATM miliknya.
"Lohh pak saya aja yg bayar" Ucap keyla menatap adhan.
"Tidak papa, kau sahabat novi. berati kau sahabatku juga. Anggap saja ini sebagai awal pertemanan kita" Ucap adham terseyum menatap Hazel milik keyla.
"Terima kasih pakk makasih bnyak"Ucap keyla terseyum pada adhan.
"Ini pakk Kartu anda" ucap sang adminitrasi menyodorkan Kartu milik adhan. "Dan ini Notanya" Ucapnya memberikan kertas Nota.
"Ahh makasih" Ucapnya lalu menggengam tangan keyla dan membawa Keyla pergi.
"Pakk terima ksih atas semuanya" Ucap keyla pada adhan.
"Sma sama. Sudahlah smpai kapan kau mengucapkan terima ksih terus" Ucap adhan smbil berjalan di ikuti Keyla di smpingnya. Jangan melupakan Genggaman tangan mreka.
"Noviii" Geruman Keyla. Keyla berhenti berjalan membuat Adhan menoleh lallu. "Kenapa???" tanyanya.
"Pakkk..." Ucap keyla menatap wajah adhan.
"Kenapa??" Tnyanya menaikan satu alisnya tak mengerti dengan mimik wajah keyla.
Keyla melepas genggaman tangan nya. "Novi!!!" ucapnya lalu berlari menuju ICU.
"Ehhh KEYLA!!!" teriak adhan namun tak di hiraukan oleh keyla.
"Akhhhh aku lupa sama Viii!" ucapnya smbil berlari.
"Husss husss Omm yudd mana Novi??" Tanya keyla saat melihat Yudi duduk di kursi tunggu.
"Novi belum kembali" Ucap Yudi menatap Keyla.
"Ahhh vii" Ucap keyla mengusap wajahnya ksar.
"Tenang saja agra sudah menyelesaikannya" Ucap Nabhan yg mengerti mimik wajah cemas milik Keyla.
"Agra??" Tanya keyla.
"Kau tak mengenalnya?" Tanya Yudi
Keyla menggeleng. "Dia lelaki yg bersama novi sebelumnya" Ucap adhn yg baru sja tiba.
Keyla memutar kembali memorinya "Ahhh aku ingat lelaki yg memegang infus milik Novi" Ucap keyla.
Adhan yudi dan Nabhan hanya mengngguk.
Tiba tiba keyla membulatkan matanya. "AKU HARUS MENYUSUL NOVII!!!" teriaknya tiba tiba, lalu berlari menyelusuru rumah sakit.