
"Assalamualaikum... mama??" Salam Novi saat memasuki rumahnya.
Heninggg.
"Mama kemana dah" Lirih Novi.
"MAMA!!!"
"MA??"
"Fiks gak ada di rumah" Batin Novi sekali lagi.Sebenarnya dari lubuk hatinya yg paling dalam ia iri dengan teman-teman nya,ia ingin hidup bak anak remaja seusianya.Ia ingin sebelum berangkat ke sekolah orang tua nya memberi semangat atau sekedar berucap *hati-hati* padanya,namun hal itu hanya di rasakan novi sampai ia berumur sembilan tahun.Setelah itu? jangan di tanya, Ibarat 'Beli barang baru, barang lama terlupakan'.Begitulah Novi sekarang.
Anak remaja mana yg tidak ingin kasih sayang penuh dari kedua orangtua?.
Mustahil! Kata pertama yang pasti keluar dari otak Novi saat ia membayangkan jika ia berada di posisi teman-teman nya.
Sore harinya.
\*INDAH PERMATASARI *calling*\*
"Holaa.." Suara panggilang telepon dari seberang sana.
"Holaaa..."
"ada apa??" tanya Novi.
"Bunda ada bikin party"
"Wahhhh acara apaan?"
"Kelulusan si bontot wkwk" jawab Indah "Sini am"
"Hmmm gmana ya? entar deh aku telpon lagi.Aku tanya mama dulu"
"Oke moga moga di bolehin yak"
"Aminn.. Oke bye dedek genterr"
"Byee kakak egepp"
Tutttutttt\(Suara sambungan telepon terputus\)
Novi pun geleng\-geleng kepala karena sikap adik sepupunya itu. "Emang minta di tonjok"
Indah Permatasari adalah saudari sepupu Novia As\-shila.Mereka memang saudara sepupu,namun mreka beda agama.Oleh karena itu saat mereka tersambung di telfon tadi,Novi tidak mengucapkan salam.
SAAT MALAM HARI.
Cklekkk.... \(Suara pintu terbuka\)
"MAMA!" Ucap novi sedikit berteriak.
"Ma udh makan malam?" Langkah kaki wanita parubaya itu terhenti saat mendengar suara anak bungsunya itu.
"Udah" Jawabnya lalu melenggang pergi.
"Oiya ma indah Ada bikin party, dia ngundang aku ma,,aku blh dateng ya!?" pinta novi kepada mamanya.
Langkah wanita parubaya itu pun berhenti untuk yang ke dua kalinya.
"Apa kamu pikir dengan kamu mendatangi party tersebut kamu tidak menggunakan uang? iya?!" Tegas mama Novi.\(Tu kan mama novi emng gtu walaupun kaya raya, tapi selalu saja perhitungan walaupun sama anak sendiri\).
"Ma cuman ke rumah Indah" Pinta Novi bersungguh sungguh.
"KAMU PIKIR PERGI KESANA TIDAK MENGGUNAKAN UANG!!" bentak mamanya dengan nada tinggi.
"Hanya ke rumah indah ma"
"ITU SAMA SAJA!!! KAU INI BODOH ATAU BAGAIMANA?!! AKU BERSUSAH PAYAH MENCARI UANG DARI PAGI HINGGA MALAM DAN KAU HANYA BISA MENGHAMBURKAN UANG TERSEBUT. SIFAT MU SUNGGUH SAMA SEPERTI AYAH MU.MANUSIA TIDAK TAU DI UNTUNG!!!!!"
***Deggg***!!!
Jantung Novi seakan berhenti berdetak saat mamanya menyebutnya \**tidak tau di untung*\* seperti ayahnya.
\(Padahal tu gays Novi tu anaknya gk pernah foya foya.Dia mah anak nya sederhana, cuman mama nya aja egois.Yang fitnah dia selalu menghamburkan uang, tidak tahu terima kasih padahal selama ini Novi juga kan menjaga toko,ia selalu profesional kalo kerja jaga toko, tapi fitnah mama nya sungguh2 pedas dan kejam\)
Sesaat sesudah mama nya pergi,ia yang terduduk lesu di lantai langsung menyambar handphone nya lalu pergi melenggang begitu saja.
Di bawah gelapnya langit malam ada seorang gadis remaja yg sedang belari sambil meneteskan air mata.
Dia adalah Novia As-Shila.Gadis yg sedang hancur dunia nya bahkan sangat hancurr.
"Kenapa takdir hamba seperti ini ya Allah?" Ucapnya sedikit putus asa. "Kenapa?" lirihnya kembali.
Sesaat stelah ia mengeluh kepada sang pencipta ada seseorang yang menepuk pundak nya.
"Vi" Ucap pria tersebut
Novi menoleh, ia menatap mata pria tersebut.
Jleppp....
Tanpa pikir panjang Novi langsung memeluk ayahnya.
"Ayahhh hiks mama yah mama....." Ucap nya sedikit terisak.
"Sudah ndok' sudah, biarkan saja.Dia memang begitu orang nya,keras kepala dan egois" ucap sang ayah.
"Ikutlah bersama ayah ndok', ayah yang akan menjagamu,tak akan ayah biarkan iblis itu membuat mu menangis lagi" Pinta ayahnya.
Novi tidak menjawab ia lebih memilih diam di pelukan sang ayah.
"Mari pulang ndok' ini sudah malam" Tawar sang ayah kepada putri tunggal nya.