
"Tak ada yang ingin menjelaskan?" Tanya novi melihat lihat sekelilingnya. Yudi menghela napas lalu. "Gra bisa minta tolong, Bawa Arvand ke kamar?". Agra mengangguk lalu mengambil alih arvand dari pangkuan Mommy nya adhan.
"Ndokkk" Ucap adhan menoleh pada novi. "Om Nabhan ini sebenarnya ayahmu nakk" lanjut Yudi.
Novi meggeleng cepat. "Enggak!!! Vii anak ayah bukan anak Omm Nabhan Gkk!!! Ucap novi megeleng gelengkan kepalanya.
"Nakkk Om ini ayah kandungmu sebenarnya" Ucap Nabhan bangkit. ingin memegang pucuk kepala novi, Namun dengan cepat novi menghindar.
"Jangan meyentuhku!!!" Tegas Novi.
"Ndokk maafkan aku yg merahasiakan ini semua. Aku hanya menunggu waktu yg tepat, dan sekarang adalah waktunya" Ucap Yudi tidak dengan kata 'Ayah' lagi.
"Ayahh" Lirih novi menghadap Yudii. "Jangan bilang kalau aku hasil dari hubungan terlarang Mama dan Omm Nabhan!!" Ucap Novi menatap sang ayah lekat lekat.
"JAWABBB AYAHH!!!!" teriak novi. menunduk smbil merms rms Rok yg ia pakai.
yudi meneteskan air matanya. "Maaf Ndokk, Namun ini kenyataan nya" ucap Yudi.
Novi menggeleng. "ENGGAK!!! AKU BUKAN ANAK HARAM!!!" teriak nya lalu beranjak dari duduknya. Namun saat ia hendak melangkah tiba tiba kepalanya terasa berat. "Akhhh.... Pus singg" lirih novi memegangi kepalanya.
Tepat di belakang Novi agra sudah kembali dari kamar stelah menaruh Arvand di kamar. Melihat novi yg meegangi kepalanya, dengan reflek agra berlari dan tepat waktu...
Brughkkkkk.....
Novi terjatuh di tumpuan tangan Agra.
"NOVIII!!!" teriak semua yg ada di ruangan tersebut. Dengan cepat Agra membopong tubuh Novi, Nabhan ingin mengambil alih novi, dengn cpat agra memjawab " Jangan buang buang waktu siappin mobil!!!" perintah agra.
Stelah menaruh Novi di Jok belakang kemudi, Bertumpu paha Agra. Nabhan melajukan kecepatan mobilnya. Yudi di sebelah adhan.
Setelah tiba di rumah sakit agra dengan cepat membopong tubuh Novi, "SUSTERRRR!!!! WOII SUSTERR NYA MANA BNG*T!!!!" teriak Agra smbil berlari dengan dahi yg penuh dengan keringat. Setelah melihat ada Brangkar beserta Suster, Agra membaringkan Tubuh Novi dia atas berangkas. "Novvv Elu harus bangunn Novv" ucap agra menepuk nepuk pipi Novi. Adhan dan yudi mreka diam. mreka hnya memperhatikan raut wajah cemas dari FERNANDO AGRA ZACKRY MAHESA.
"Graa Elu kenapa keliatan cemas bngt?"
Agra menoleh pada adhan di sampingnya "La elu gk cemas adik lu pingsan Peak" Ucapnya.
"Gw cemas tapi gk secemas lo" Ucap adhan.
"La el---" Ucapan mreka terpotong saat mendengar suara teriakan.
"ADHANN!!!!" teriak seorang wanita paruh baya. siapa lagi klo bukan Ibunda adhan. "Gimana Kondisi Novi" tanya ibundanya bersamaan dengan Nabhan Yg membawa arvand di gendongannya.
"Syukurlahh" Ucap Nabhan berbarengan dengan sang istri.
"Emm, Gra" Adhan menepuk punda agra.
"Hmm" Ucap agra menepuk nepuk dahinya menggunakan jari tenganhnya.
"Gw bisa nitip?"
Agra menoleh. "Nitip apaan?" Tanya agra. Adhan menoleh pada Kedua orang tuanya, lalu berpaling ke Yudi.
"Emmm sebenarnya Dad, Aku butuh bantuan mu. 2 jam lagi perusahaan ku kedatangan klien dari Ausse. Dan ia ingin berkerja sma dengan kita. Aku lupa memberitahui dan ini mendadak" Ucap adhan menunduk.
"Lalu bagaimana dengan Novi" Tanya istri nabhan.
Adhan menoleh pada agra "Begini saja. Graa gw minta lo jagain novi ya kita nitip" Ucap adhan memegang bahu kanan sekertaris sekaligus teman nya.
"Gw sih oke aja" Ucap agra santai.
"Ada Omm juga Han" Ucap yudi. Adhan menggeleng. "Justru Miting kli ini ada kesempatan buat Omm buat bekerja kembali" Ucap adhan.
"Masutnya?" Tanya Yudi.
"Klien ini dia orangnya tak gampang percaya. Aku butuh Omm karena Omm sebelumnya pernah bekerja di perusahaan sebagai bidang pemasaran. Dan ini adalah kesempatan bsar buat Omm agar Klien klien nanti bakalan mau bekerja sma dengan kita" Ucap adhan serius.
"Begini saja" Ucap agra menengahi. "Adhan Om nabhan dan Om yudi ke kantor saja, dan mami, Mami bwa Arvand pulang. Biar Agra yg jaga Novi"
"Kau yakin nak?" Tnya Yudi.
Agra mengngguk. "Novi hnya pinsan, Bentar lagi juga ia akan siuman" Ucap agra.
Adhan menepuk pundak agra "Broo gw salut punya temen yg bisa di andelin kek elo" Ucap agra terseyumm.
"Graa Mami nitip anak mami ya nakk, Jaga dia. jangan kamu apa apain" Ucap Istri nabhan.
"Siap mii" Ucap agra memberi hormat.
Mreka semua terseyumm "Kami pamit. Nitip anak Omm ya gra. ingett jangan di apa apain dia masih sekola"Ucap nabhan.
"Siap Om siaplah"