God's Destiny

God's Destiny
Bab:12



7 tahun yang lalu...


Seorang remaja berusia 13th tengan duduk di atas Rerumputan di sebuah taman. Dannnn


Bughkkk...


Sebuah bola mendarat tepat di hadapan wajah remaja tersrbut. untung saja telapak tangan remaja itu menahan bola tersebut agar tidak mengenai wajahnya.


"Kakakk maafkan aku itu milikku" Suara seorang gadis kecil berusia 7th


Remaja tersebut menggeser bola yg ada di telapak tangan nya itu, agar ia bisa melihat wajah dari gadis kecil di hadapan nya.


"Ini milikmu?" tanya remaja tersebut, yg tak lain ialah ZAYN ADHAN. Adhan remaja.


Gadis kecil itu menunduk seraya mengangguk. karena ia takut Adhan akan memarahinya.


"Ambil lalu pergi lah" Ucap adhan memberikan bolanya.


Gadis itu menggeleng.


Adhan mengerukan dahi nya tak mengerti.


Gadis itu mendongakan wajah nya hingga matanya menatap hazel milik adhan.


"Kenapa?" tanya adhan kembali.


Gadis itu menggeleng lalu duduk di samping adhan.


Gadis itu terseyum,lalu menoleh ke arah adhan.


"Aku tau kak, aku akan menemanimu. kau sedang membutuhkan tempat bersandar. kata ayah 'Jika ada seseorang yg sedang membutuhkan bantuan, berilah serayanya ia sedang membutuhkan tempat bersandar' dan itu aku lakukan kepadamu" Ucap gadis mungil itu.


"Aku tidak papa. pergilah kembali ke orangtuamu, mereka pasti menyari mu" ucap adhan.


Gadis itu menggeleng "Tetap saja, aku akan disini menemanimu, jika kau tak suka tak apa" ucap gadis itu


"Terserah kau saja"Ucap adhan pasrah. 'Gadis ini masih kecil, namun pikiran nya seperti orang dewasa' batin adhan seraya melihat seyuman di wajah gadis itu.


"Siapa namamu?" tanya adhan kepada gadis itu


"Novia kak" jawabnya


"Aku---" belum sempat adhan melanjutkan kalimatnya tiba tiba ada seorang pria setengah parubaya yg berteriak.


"NAKK!!!" panggilnya.


Adhan memutar badan nya mencari orang yg memanggilnya itu.


"Daddy"


"Kau disini nak Daddy pusing mencarimu" Ucap pria setengah baya itu. Yg tak lain ialah NABHAN AL-FI'QRI. mata nya bergeser hingga menatap Novi.


seakan mengerti tanda tanya di mata ayahnya adhan pun menjawab "Dia teman ku yah" ucapnya.


Nabhan mengangguk ngangguk tanda mengerti.


Dannnn...


"VIIII!!!!" teriak pria setengah baya yg tak lain ialah ayah novi.


"Dia ayahmu?" bisik adhan di telinga novi.


novi mengangguk.


"Kau kemana aja vii ayah pusing mencarimu, kau hanya ayah tinggal sebentar saja sudah hilang" ucap ayah novi seraya ngos ngosan.


"Vii hanya pergi mengambil bola yahh" ucap novi.


Dan pada saat ayah novi mendongakkan tubuhnya tiba-tiba matanya tertuju pada Nabhan ayah dari Adhan.


"NABHANN!!!"


"YUDI!!!!"


ucap mereka bersamaan.


Mereka pun langsung berpelukan layaknya pria dewasa pada umumnya.


"Aahhhh apa kabar saudara ku, sudah lama kita tidak bertemu" ucap nabhan.


"Yaa han sudah lama tidak bertemu"


"Kalian saling kenal?" tanya adhan yg bingung dengan kedua pria dewasa di hadapannya.


mereka melepas pelukan mereka lalu menatap adhan. "Ia Fiqri han?" tanya ayah novi.


Daddy Adhan mengngguk.


"Ahhhh ponakan kuuu" ucap ayah novi,langsung memeluk adhan.


"Dia putri mu yudd?" tanya ayah adhan


"Ya dia putri ku,  putri kandungku bersama rahma" ucap ayah novi.


"Wahhh sini cantik peluk om, Om ini saudara dari ayahmu" Ucap Daddy adhan


Novi menatap ayahnya, ketika melihat ayahmya mengangguk, ia mendekat lalu mencium punggung tangan pria setengah baya itu.


"Wahhh pintarr. siapa namamu nak?" tanya ayah adhan.


"Noviii omm" ucap novi.


Setelah belukan dengan ayah novi,adhan pun berlali menuju daddynya lalu bicara berbisik di telinga Daddy nya. "Dad dia siapa?" tanya adhan.


"Kau tak ingat nak dia om Yudd mu" Ucap Daddy adhan menjelaskan.


"Dia om yudd Dad?"


Daddy adhan mengangguk


Mata adhan langsung membinar ia memeluk erat ayah novi. "Ommm Kii rinduu omm" Ucap nya terisak di pundak ayah novi. "Om juga merindukan mu kii" ucap ayah novi.


Novi pun mengerutkan dahinya. "Jadi novi ini adikku om?" tanya adhan. ayah novi mengangguk.


"Kemarilah kau tak ingin peluk kakakmu?" tanya adhan menatap novi.


Novi membenarikan diri ia mendekat lalu memeluk adhan.