
"Berapa umur mu fiqri?"
"14th tan"
"Sudah remaja bukan?"
Adhan(Fiqri) memgangguk.
"Kalian berdua sudah sama2 dewasa, agar tidak terjdi sebuah kejadian yg tak di inginkan, Menjauhlah"
Adhan membulatkan matanya tanda tak setuju. "Tidak tan... Tidakk. Novi adalah adik perempuan ku, Slamanya"
"KAU SAMA SEPERTI DADDY MU!!!" tegas mama novi.
"Apa msutnya tan?"
"Kau akan mengetahuinya nanti" Ucap mama novi langsung melenggang pergi.
8 Bulan kemudian....
Tepat hari ini hari dimana adhan mengetahui semua nya semua nya tentang siapa NOVIA\- AS\-SHILA sebenarnya. Sakit pasti yg di rasakan Adhan saat ia mengetahui bahwa sosok NOVIA AS\-SHILA adalah adik kandungnya sendiri..
"Sebenarnya kau sudah dewasa dan kau harus mengetahuinya. Bahwa sebenarnya Novi bukanlah anak dari ayahnya YUDI HENDRAWAN , Ia Anak dari Daddy mu ki Daddy mu Tuan NABHAN AL\-FIQRI. Sebenarnya aku menikahi Yudi bukan karna cinta, namun karena aku ingin melampiaskan semua yang di lakukan Daddy mu terhadap diriku!!!! Dan sudah cukup aku melampiaskan semua nya terhadap adik dari Tuan NABHAN AL\-FIQRI. aku akan mengahiri drama ini"
Setelah adhan mengetahui semua nya, ia mempunyai niatan untuk memberi tau Mommy nya yg sebenarnya, namun pada saat ia ingin mengatakan nya.
"Wahhh putra ku lihatlah setelah sekian lama kita menunggu ahirnya Mommy mu mengandung lagi nakk, sebentar lagi kau akan mempunyai adik" Ucap ayah Adhan.
Tentu di saat seperti ini ia tak mungkin mengatakan yg sebenarnya kepada Mommy nya karena ia takut akan berpengaruh untuk kandungan ibundanya.
4 Bulann kemudian.....
Tepat saat ini, Dua tahun adhan bertemu adik perempuan nya, Adik perempuan yg selama ini ia nanti nantikan sekarang tlah menjadi miliknya seutuhhnya. Tepat saat ini ia ingin membicarakan hal ini dengan ayah nya namun blm sempat ia bercerita.
"Nak kita akan pindah ke luar negri, kata dokter kandungan Mommy mu mengalami gangguan oleh karena itu Daddy akan bawa mommy mu pergi ke luar negri untuk Oprasi sesar."
"Aku tak ingin pergi dad"
ESOK HARI
"Vii"
"Yess Ikii"
"Vi iki pamit" Ucap adhan seraya menahan air matamya agar tidak jatuh "Aku harus pergi" lirihnya.
"IKI gk boleh pergi, entar Vii sendirian. Vii gk pnya teman kii" Ucap gadis berusia 9th yg tak lain ialah NOVI.
"Vii dengarkan aku" Ucap adhan mengelus pucuk kepala novi. "Aku tau esok akan terjadi, namun dengarkan aku. aku akan kembali, Disaat kau akan membutuhkn tempat bersandar. Maafkan aku. namun aku berjanji di saat semua sudah membaik aku akan kembalii" Ucap adhan lalu memeluk erat novi.
"Maaf vii Kii pergi, jaga diri, jadilah NOVI yg kuad, teguhh, dan berani." 'Jadilah *NOVIA AL\-FIQRI* vii' Lirih adhan di hatinya.
"Vii gk bisa tanpa ikii" Ucapp Novi terisak di dada adhan.
"Vii mau iki slalu ada?"
novi mengangguk.
Adhan terseyumm. "Vii dekatkan diri dulu sama Allah, entar sebut nama Iki di setiap bait2 Doa vii. Tikung Kii di sepertiga malamnya. Lalu aminkan doa vii dalam 99 namanya"
"Apa bisa??"
"Pasti bisa vii. Pasti bisa" Ucapnya lalu meleluk erat novi.
Adhan melepas pelukan nya "Kii janji ki akan kembali. Selamat tinggal gadis kecill, Kii janjii ki akan kembali" Ucapnya melepas pelukan nereka lalu melenggang pergi seraya melambaikan telapak tangan nya.
"Kembalilah kiii, viii menunggu" Lirih novi seraya meneteskan air mata....