God's Destiny

God's Destiny
27. Pemakaman_



Esok, Dini hari pukul 02.00 WIB.


2 mobil Toyota Alphrd sudah terparkir rapi di parkiran Rumah Sakit Umum daerah. Di ikuti oleh Mobil Kijang Inovva berwarba silver di belakangnya.




Di mobil Toyota alphrd satu, keluar Nabhan bersama dengan sanh istri. dan di mobil dua keluar Adhan, Agra dan juga keyla.


Adhan dan juga agra tentu menjeput terlebih dahulu Keyla, sebelum berangkat Ke RSUD.


Dan di mobil Kijang Inovva keluar Yudi bersama Novi.


Mereka keluar lalu berjalan bersamaan msuk ke dalam RS. Tujuan mreka tak lain ialah menjemput jenazah Ibunda Keyla.


Keyla?? Dia sudah tau semua nya siapa Novi siapa agra dan juga siapa keluarga Nabhan.  Siapa lagi jika bukan Agra dan juga adhan yg memberi tau.




Pukul 03.45 WIB, Dini hari. Ambulance Jenazah sudah mengantar Almarhum Ibunda keyla ke Rumah duka untuk di sholatkan.


Dan tepat pukul 05.00WIB. Usai sholat subuh mereka pergi ke tempat peristrirahatan terahir Ibunda keyla.


Evan sekertaris Adhan pun di suruh adhan untuk ikut ke pemakaman ibunda Keyla.



Novi dan keyla tak henti henti menangis, Mengucap Istrigfar.



"Bunn\-daaa hiks" Ucap Novi smbil memengangi papan Nisan milik Ibunda keyla.



"Sudahlah key Vii ini mungkin berat bagi kalian namun kalian harus Iklas" Ucap Yudi pada kedua  Anak perempuan yg msih menangis memegangi papan nisan Bundanya.



"Gra..." Bisik Evan di telinga agra.



"Hmmm" Dehem agra,namun matanya msih tertuju pada Novi yg menangis smbil melafalkan Al\-Fatihah.



"Yg ninggal emaknya keyla?" tanya evan berbisik.



"hmmm" Adhan.



"Gw gk nyangka han adek lo ampe segitunya nangis" ucap agra dengan suara pelan.



"Hmmm" Dehem adhan dan agra  bersamaan.



'Astaga Ni orang dua Bisu ato gamana' Batin Evan memutar bola matanya.



"Elo berdua knapa gk ngasih tau gw?" Tnya evan msih dengan suara pelannya atau bisa di bilang 'Berbisik'



"Elu gk ada" Ucap agra.



"Kan Boss yg nyuruh gw Cuti katanya gara gara\-\-\-" Evan bicara dengan suara keras membuat semua orang mengarah ke arahnya. Dengan cepat juga Adhan dan Agra membungkam mulut Evan menggunakan tangannya.




"Emmmm" ucap evan memukul mukul telapak tangan milik agra dan adhan di mulutnya. Dam ahirnya agra dan adhan pun melepas bungkeman mreka. "Gw tadi mau ngomong pelan takut kalian cuman jawab 'Hmm' lagi jadi ya gw ngomong pake suara normal" Ucapnya polos. Membuat semua orang menahan tawanya. Namun tidak dengan Novi dan keyla. Ucapan Evan tak mempan baginya.



"Kalian ini, Di saat seperti ini msih bisa bisa nya melawak"Ucap Nabhan.



"Sudah selesai nak??" Tanya Ibunda adhan, yg di jawab anggukan oleh keyla. Novi masih setia memandang smbil mengelus ngelus papan nisan bundanya dengan mata yg sembab akibat menangis.



'Ciahhhh adek gw pagi pagi udh nangis ampe sembab gtu. Cb klo gk keadaan kek gni, smpe rumah auto gw buli mwhehehehe' Batin adhan terseyun seyum.



"Boss elu udh gk waras ya senyum seyum sendiri" Ucap Evan di antara telinga Adhan dan agra yg membuat adhan menghepas lamunannya dan membuat agra manahan tawanya.


Adhan menatap sinis ke arah evan, Dan evan memasanh wajah nyangirnya.



"Mari pulang" Ucap Yudi.



Dengan sigap agra membantu Novi berdiri, Dan Adhan membantu Keyla berdiri.



"Bunda kami pamitt, Ntar klo Vii pnya waktu vii mampir buat jenguk bunda. Love you bunda" Novi mengelus ngelus papan nisan bunda Keyla smbil terseyum.



"Bunda kita pamit. Moga bunda tenang dan bahagia ya sma ayah di surga. Keyy sayang bunda" Ucap keyla smbil mengelus ngelus tanah Makam milik bundanya.



"Kami pamit Mbk Anna" Ucap Yudi menatap Makam bunda keyla.



"ASSALAMUALAIKUMM!" ucap mereka bersamaan lalu pergi meninggalkan makam ibunda keyla.



Dalam perjalanan menuju parkiran makam, Novi dan keyla tak henti henti nya menengok kebelakang. Mereka terus menerus melihat makam milik Nyonya ANNA LESTARY ibunda keyla.


Bahakan saat tiba di dalam mobil pun Novi masih setia memandangi makan bunda keyla yg terhalangi kaca jendela mobil.



"Viii sudahlah Ndokk iklas kan Bunda" Ucap Yudi melengus ngelus pucuk kepala Novi.


Novi diam tak menjawab.



"Kau ingin Bunda Keyla sedih hnya karena kau belum iklas menerima kepergiannya?" Tanya Yudi.


Namun novi masih memandangi ke arah luar jendla mobil.



"Huffft" Yudi membuang napasnya. "Ndokk Bunda keyla akan bersedih jika kau terus seperti ini" Ucap yudi setelah itu Menjalankan mobilnya.



'Ya Allah apakahh setelah ini kau akann memberikan kebahagiaan yg lebih untukku? Jika *iya* Berikan kebahgiaan itu dalam Takdirku. Dan berikanlah keiklasan hatiku untuk menerima Takdirku' Lirih nya di dalam hatinya.



***Halloo pada mau Visual takk??? Komen yukkk🌵❤


Jangan lupa like,Komen,vote and sharr yakk🙏❤***