God's Destiny

God's Destiny
Bab:32



Seminggu kemudian....


"Ayolah Noviaa berpikirr!" Ucap Novi menepuk nepuk Jidatnya.


"Viii Ya Allah Cetek bngt otak luu Vii!" Geramnya.


*FLASHBACK!! *5Hari sebelumnya**


"Nakk" Ucap yudi memanggil Novi.


"Iya?"


"Ayah tau kau anak yg bijak dan berhati mulia. Ayah mohon Ndok janganlah kau seperni ini. Bagaimana pun juga, Nabhan adalah ayah kandungmu. Dan kau adalah putri tunggal keluarga FIQRI." Ucapnya lalu menghela napas kasar. "Ayah tau ini berat bagimu. Ayah harap keputusan mu kelak adalah yg terbaik" ucapnya lalu melenggang pergi.




TokkTokkkTokk\*Pntu kamar Novi di ketuk\*



"Iyaa" Ucap Novi singkat.



"Nakk apa ayah blh masuk?" Tanya seorang di balik pintu yg tak lain ialah. Ayah Novi.



"Masuklah yah".



Cklekk\*Suara pintu terbuka\*



Yudi terseyum. Ia tau bahwa putrinya sedang memikirkan sesuatu. Ia berjalan menuju tempat Novi duduk.



"Ada apa yah?" Tanya Novi.



"Nakk Siap siap lah Nanti malam kita ada acara makan malam!. Aa yaa jangan lupa ajak Keyla" Ucap Yudi.



"Dinner?? Breng??".



Yudi terseyum. Ia tak menjawab, Malahan ia melenggang pergi.



"Ahhh srah ayah" Ucap Novi lalu melenggang pergi untuk bersiap.



\_Di sisi lain\_



"Dad apa kau yakin ia akan mau?"



"Daddy tak yakin nakk, Namunn kita harus mencoba" Ucap Nabhan.



Adhan menghela napasnya. "Hufft baiklah"



Malam punn tiba.



Mobil Kijang Inovva milik YUDI pun terparkir rapi di Kediaman NABHAN.


Novi yg tak tau ia ingin bertemu dengan siapa pun diam saja.


Berbulan bulang memang Novi mengenal adhan dan agra, namun ia blm pernah mengunjungi atau tau akan hall kediaman Adhan. apalagi semenjak meninggalnya IBunda keyla, Novi lebih sering menghabiskan waktunya bersama sahabatmya itu.



~~



"Kita Dinner sma siapa vi?" tanya keyla menoleh pada Novi di smpingnya.



"Entah" Ucapnya menagnggat kedua bahunya.



***Tutttutttt***\*Bunyi kelakson Mobil\*



Membuat Mereka menoleh ke belakang. mereka kaget terutama Novi Ia langsung Berlari menghampiri seseorang yg ia rindu i.



"EMBAKK!!!"



"VIIII!!" Ucap seorang wanita yy baru saja keluar dari falam mobil



"Uwuwuuuww Vii kangenn!" Ucapnya fi dalam drkapan sang kakak perempuannya.



"Ahh apalagi embak. Maafin embk ya. embak harus ikut suami embak jadi ninggalin kamu sama ayah" Ucap Gracia siapa lagi klo bukan GRACIA KAHESA RAHAYU kakak perempuan NOVIA.



"Its okayy. gk papa. Kakak ke sini sama siapa?" tanyanya. Gracia melepas pelukan mreka lalu ia menoleh ke belakang tepatnya ke mobil yg ia tumpangi.



Novi mengerutkan dahinya ia juga menengok pandangan Gracia.



Seorang pria berkemeja Biru dongker keluar dari jok kemudi mobil tersebutt.



"ABANGGGG!!!" jerit Novi.



"Hayyy adekk abangg" Ucap pria tersebut melambai lambaikan tangannya, yg tak lain ialah IMANUEL ANDREAS PRATAMA kakak laki laki Novi.



Novi berlajan ia berjalan menuju abangnya. "Hayy juga abangg vii" Ucapnya langsung memeluk abangnya.




Novi mencurutkan bibirnya. "Hisss masa ia Vii di suruh Pendek teyuss".


Andreas pun gemasss akan sikap adek prempuannya itu ia mencubit hidung milik Novi.   "Uwuwuuww Emesss"



"Sakittt abangg!!" Ucap nya memukul tangannya Andreas yg mencubit Hidungnya.



"Soriiim Yaudah ke embk yukk"



"Ayok!" Ucap Novi. Ia menggandeng lengan abangnya berjalan menuju keyla dan ayahnya.



Keyla?? ia bahkan mrasa Iri dengan Novi, Yg bahagia dengan orang yg menyayanginya. Walaupun hidupnya harus tersiksa Karena ia sebatang kara sekarang. Namun ia masih pnya masa depan. Yg harus ia jalankan Di bimbing oleh doa dan takdir tuhan.



Gracia mencium punggung tangan Yudi di ikuti oleh Andreas. Walaupun Yudi adalah Mantan ayah tiri dari Gracia dan Andreas namun mreka tetap menganggap Yudi sebagai seorang ayah. Apalagi semenjak mreka dapat kabar bahwa Novo sudah pergi dari rumah karena ulah mamanya.



"Ahhhh anak anak ayah sudah kembali" ucap yudi menepuk Bahu andreas.



"Ahh maaf Yahh, Rumah sakit sedang ramai. Gk bisa Andre tinggalin" Ucap andreas.



"Ciaa juga yahh Ciaa sibuk ngurus Febby sma mas Tommy" Ucap gracia.



"Takk apa. Yg penting kalian sehat" yudi terseyum.



"Ayo kita masuk, Keluarga nabhan sudah menunggu"



Novi membulatkan matanya. "Jadd\-dii Kita ada di rumah nyaa Omm nabhan?" Tanya keyla.



Yudi terseyum lalu menagangguk. Novi?? Jangan di tanya ia masih saja melongo.



"Viii?"



"Novii!"



"Eghhh apa?"



Keyla menepuk jidat nya akan kelakuan sahabatnya. "Kalo kau nak tekejot. Tak payah lah tekejot kejot selalu" Ucap keyla terkekeh.



"Ishhh"



"Yaudah ayok" ajak keyla.



"Kemana??"



"masuk lah" Ucap keyla. Novi menggeleng.



"Ini akan jadi rumahmu Ndokk" Ucap Yudi.



Novi menatap ayah nya lekat lekat ia mengggeleng. "Vii belumm bisa" Ucapnya menunduk.



"Haruss di bisakan" Ucap Gracia merangkul Pundak adiknya. "Embak tau ini berat. Namunn sesulit apapun kau melangkah usahakan itu yang benar" Ucapnya terseyum menatap adik kecilnya. Novi menghembuskan napas.



"Oke Bismilllah"



Semua terseyumm.



~~~~.



"ASSALAMUALAIKUM!" ucap Yudi,Novi,keyla,Gracia,Dan andreas.



"Waalaikumsalam!" Jawab mreka dari dalam.



"Ayo masuk dulu" Ucap Istri Nabhan mempersilahkan. Semua terseyum.



Novi terlihat gugup ia terus mengandeng tangan keyla dan juga Gracia.



"Ehhh sans aja dongg" Ucap Andreas mengoda sang adik.



"Klo bosen hidup bilang bang, Udhh Vii siapin golok" Bisik Novi di telinga andreas yg membuat sang empu meringis.



"Silahkan duduk dulu" Ucap Nabhan mempersilahkan mreka untuk duduk di sofa.



"Ahhh bagaimna kabar kalian?"



"Baik!" Ucap mreka bersamaan.