God's Destiny

God's Destiny
BAB:13



Disinilah mereka di dalam sebuah pelukan pertama mereka. "Jadiii??" tanya novi mendongakan kapala nya menatap dua orang dewasa di hadapnnya. "Ahhh ayah lupa bilang. Ndokk Tuan NABHAN  ini saudara ayah ia anak dari kakak kakekmu, atau lebih tepatnya dia sepupu ayah. Dan" ucapnya menunjuk adhan "Dia putra Nabhan namanya fiqri, dia kakak mu Ndokk. Walau bukan kakak kandung, tapi kalian bisa saling akur kedepannya."


Novi hanya mengangguk ngangguk tanda menerti. dan adhan memasang seyumnya setelah ia tau bahwa ia memiliki adik perempuan.


"Ehhhh mumpung kita bertemu disini, mari kita makan malam bersama. ini sudah sore" Ucap Daddy adhan menawarkan.


"Ahhh sepertinya tidak bisa, kami harua pulang. mama novi pasti mencari kami" ucap ayah novi.


"Ahhh sayang sekali yudd, padahal ini pertemuan pertama kita setelah 7th yg lalu" Ucap daddy adhan bersedih.


"Sudahlah jangan bersedih, datanglh ke rumah ku esok bersama anak istrimu" tawar ayah novi.


"Baiklah kirim saja alamatnya"


Esok hari...


Tokktokkktokkk*suara pintu di ketuk*


Cklekkk(suara pintu terbuka)


Novi yg membukan pintu pun, melihat siapa yg datang ia langsung mengambil tangan orang tersebut lalu menciumnya. "Silahkan msuk om, Tan, kak" tawar novi.


"Terima kasih novi" ucap Daddy adhan seraya terseyum. novi menmimgirkan badan nya ia memberi jalan untuk Nabhan dan sang istri. laku ia berjalan beriringan dengan adhan.


"Siapa yg datang ndokk?? AHHHH kau kemari kemari duduklah" belum sempat novi menjawab ayahnya sudah terlebih dahulu memotongnya.


"Maaa ada tamu!" Teriak ayah novi dari ruang tamu.


"Ya sebentar" Teriak mama novi.


"Ahh silahkan duduk dulu" tawar ayah novi. "Ndokk ajak mama mu membuat minuman" Novi pun mengangguk.  "Ahhh tak usah repot repot yudd"


"Tak apa kau ini tamu spesial" Ruang tamu pun hanya di penuhi canda tawa mreka. Smpai novi dan mama nya pundatang dengan nampan di tangan mreka.


"Silahkan di nikmati Mas mbk" ucap mama menawarkan.


"Ahhh tak usah repot repot mbk" ucap mama adhan.


"Tak apa kita ini kan sudah lama tak berjumpa, jadi wajar saja jika berjumpa harus di spesialkan"


"Ahhh kauu bisa saja rahma" Tawa lagi.


Membuah adhan merasa jenguh "Vi keluar yuk" aja adhan berbisik. "Yuk main" Ajak novi menarik tangan adhan menuju taman samping rumah.


"Mereka cocok yang" Ucap Mommy adhan kepada sang suami.


"Ehhh iya. apalagi umur mereka yg tidak beda jauh" ucap Daddy adhan.


"Ahhh kalian bisa sja" ucap ayah novi. dannn Tawa lagi..


~~


Novi membalik menatap adhan. "Kau percaya takdir tuhan?" tanya novi menatap adhan.


"Tentu. Takdir itu nyata"


"Jika iya, Aku akan meminta tuhan untuk memperindah takdirku sperti pemandangan aquarium itu "


"Di dalam air dongg"


"Ihhh bukan gtu kak" novi memanyunkan bibirnya.


"Kau ini masih bocah tapi bicara seperti orang dewasa saja" adhan mencubit gemas hidung novii.


Tanpa mreka sadari ada sepasang mata yg memperhatikan grak gerik mereka. dengan pandangan tak suka. Orang itu tak lain ialah GRATIA RAHMAWATI ibunda NOVIA AS-SHILA.


"Oiya kak aku memanggilmu dengan apa?" tanya novi.


"Bee juga boleh"


novi menggeleng "terlalu lebay. bagaimana jika iki?"


Adhan menoleh "Boleh, nama khusus darimu"


Novi mengangguk.


1 tahun kemudian......


"Viii ayolaahhh"


"Husssss ki jan teriak2. entar mama tau bisa marah"


"Yaudh ayok kita ke Mall" aja adhan(Fiqri)


"bentar aku ngamb----"


"GK BISA!!!" blm sempat novi melanjutkan bicara nya mama nya lebih dulu datang..


"Novi gk bisa pergi" Ucapnya kembali.


"Kenapa ma?"


"Abang indah sudah mama telfon, ia akan menjemputmu dan kau akan menginap disana" Ucap mama novi.


"Tapi ma aku mau pergi sama iki". Mohon novi.


"GAK BISA!!!" bentak mamma nya lagi. "Novi masuk ke rumah, mama mau bicara sama fiqri". Novi hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan mamanya. ia menoleh ke arah fiqri(adhan) memasang wajah melas nya seolah berkata 'Maafkan mama'.


Setelah memastikan novi memasuki rumah mama nya mulai bersuara. "Berapa umurmu Fiqri?"