God's Destiny

God's Destiny
Bab:02



Cukup aku rasakan ini


Cukup aku rasakan ini


Sakit sekali....


Sakit sekali....


Seorang gadis yg tengah bernyanyi, kaliini ia tidak sendiri. butiran butiran bening ikut keluar dari netra gadis tersebut. Menyediri hanya di temani hebusan angin, dan lirik lirik lagu yg mampu menguasai hatinya, adalah hobi baru bagi Novia As-Shila.


 ~


 


sebuah taman menjadi tempat sasaran nya sekarang, tempat  yg diam diam merekam kisah seorang gadis mungil tersebut.


"Astagfirullah, Ini udh sore" Pekiknya stlah ia melihat jam di pergelangan tangan nya.


Buru-buru ia membereskan barang2 nya, saat ia henda berbalik tiba2


brukkk......


"aduhhh..."


"Ehh... maap mbk gk sengaja"


"Oh iya gk papa mas" Jawab novi kepada orang yg menabraknya trsebut


"Saya buru2. permisi" Pamit novi kepada pria tersebut.


Namun baru saja ia melangkah berapa meter tiba2


"Terkadang Manusia hnya bisa bungkam untuk menyebunyikan perasaaan yg terpendam"


Jleppp....


Ada rasa, seperti rasa mengalir terasa di hati novi saat mendengar ucapan pria tersebut. Lalu novi pun membalikan badannya.


"Semakin dalam kamu memendamnya, maka semakin besar, sakit yg kau rasakan." Lanjut pria tersebut lalu memandang sebuah pohon di hadapnya.


"Ngarang????"


Pria itu menggeleng. "Semua sudah terlihat" Jawabnya lalu Melihat ke arah novi "Entah kenapa spertinya aku merasakan apa yg kau rasakan"


Novi mengerutkan dahinya tanda tak paham. "Why??"


Pria itu terseyum smbil menatap hazel milik novi. "Sakit yg kau rasakan aku mersakan nya, walau hnya dari batin tetapi rasanya nyata." Ucap pria tersebut.


"Apasih aku gk paham" Ucap novi karena tidak paham akan semua yg di ucapkan pria tersebut.


"Suatu saat kau akan paham. siapa aku, mengapa aku disini, mengapa aku bertemu denganmu." Ucapnya setelah itu melenggang pergi.


Novi makin tidak mengerti yg di ucapkan pria tersebut "Anehh..." Guman nya.




Esok harinya saat Novi berada di sekolah



"NOVI SAYANG HWAAA KANGEN BANGETT!!"



"Hmm terserah" Jawab novi yg jengah akan sikap sahabatnya ini.



"Kemaren gk berangkat kemana aja kamu vi?" Tanya KAYLA atau KAYLA DWI LESTARI. sahabat sejati novi.



"Bolos" Jwab novi acuh tak acuh



"Gk ngajak" jwab keyla memanyunkan bibirnya.



"Niat nya gtu, tapi klo ajak kamu aku gk bisa bolos di rumah aja, pasti jalan trs panas panasan trs gosong trs itemm haduhh aku gk bisa bayangin"



"Gk kok palingab kamu tak ajak ke kuburan buat bunuh kamu"



Sedangkan novi hnya memamerkan gigi nya yg berderet deret.



Ya hanya di tempat ini RUANGAN KELAS dan juga WILAYAH SEKOLA novi bisa tertawa, terseyum dan merasakan bahagia. itu juga karena teman2 konyolnya terutama KEYRA dan teman2 laki\-laki nya yg pada gk pnya ahlak.



Dan KEYRA sendiri dia rela di padang setengah waras oleh orang2 agar sahabat karibnya ini bisa bahagia. Ya keyra tau semua tentang kisah novi, Bukan novi terang terangan memberitau keyra, namun keyra selalu tau apa yg sebunyikan olh novi, karena mreka sudah tau sifat dari diri sahabat mereka sendiri.




"Udah tau napa nanya ogep!"



"hehehehhe. brati blm tau kan?"



"Apaan?"



"Ada guru baru."



"Boong dosa!"



"Kagak jablay"



"Beneran?"



"Hooh. katanya sih gantiin guru Garing"



"Sek sekk masutmu pak budi?"



"siapa lagi"



"BAGUS DONG!!!"



"jangan teriak teriak bogeng"



"Upss sori2. tapi bnran kan ini?"



"Hooh"



"Good news gays!!!" Ucap novi sedikit berteriak.



"Yg kemaren kan key? kamu ngsih tau dia" Tanya  Akbar kepada keyra.



"Hooh. seneng bngt dia kek kalian."



"Gimanna gk seneng lah ogep, kita bebas dari tu guru. bosen aing dengerin cerita yg garing bngt kek upil udin" Jwab akbar.



"Pinterrr" Novi mengacungkan jari jempolnya.



"Katanya tu guru mahasiswa di universitas ibukota, Trs dia jadi guru disini buat itu apanya yg itu" Sambar Dwi  murid terrr sayang guru di kelas mreka.



"ITA ITU APA BOGENG!!!!!"



"sekk tah aku lupaa apa namnya yg di suruh kerja cuman kerja nya itu tugas kampus gtu lo"



"MAGANG!!!" Sambar doni murid paling dingin di kelas mreka.



"HOOH!" jwab mreka serempak



"Nah gtu" ucap dwi membenerkan kalimay nya tadi.